Kalau kita mau berpikir dan kita memang meminta untuk dijaga hati dan
raga kita oleh Allah SWT, sebenarnya ada banyak hal yang memang sudah
Allah lakukan untuk penjagaan diri kita. Mulai dari peringtan-peringatan
kecil, seperti ketidaknyamanan hati dalam menjalankan aktivitas atau
mungkin yang nyata-nyata melalui teguran orang lain, atau fenomena buruk
yang menimpa kita, mungkin seperti motor jatuh hingga spion patah atau
ponsel menddak rusak atau laptop mendadak mati tidak mau menyala.
Apapun. Tinggal kita mau peka atau tidak. Tinggal kita mau berpikir untuk memahami atau tidak.
Hanya saja, kadang-kadang hati kita terlalu bebal untuk memahami tanda
dan peringatan Allah untuk segera menarik diri dari hal yang tidak Ia
sukai, dan kita memilih untuk tetap melakukannya.
Atau ketika sudah tidak menyadari semua penjagaan dan peringatan dari
Allah, mungkin saat itu juga sebenarnya hati kita sudah terlalu hitam,
hingga tak mampu setitik pun cahaya mengalihkan kita dari segala
kemaksiatan yang kita lakukan. Na'udzubillahi min dzalik ...
Jumat, 18 September 2015
Kamis, 17 September 2015
Adik Binaan
"Jangan berharap adik-adik binaan kita jadi keren kalau kita sendiri nggak beproses jadi lebih keren dari kita sebelumnya."
Itu kalimat yang terlontar dari Nanda, selaku koordinator dewan pertimbangan KaLAM 1436 H saat syuro tadi sore. Kita ceritanya sedang evaluasi kinerja detim, juga evaluasi adik-adik di KaLAM dan, terlontalah kalimat itu yang bikin kita jadi berkca kembali pada diri sendiri.
Jadi, kalau adik binaan lagi futhur, lagi ga semangat beramanah atau lagi nggak semangat ibadah, coba cek lagi ke diri sendiri -selaku yang ngebina adik-adik, entah itu di mentoring, entah itu di tutorial PAI, entah itu di lembaga atau di manapun lah. Jangan-jangan sebenarnya diri sendiri yang lagi futhur dan berimbas ke adik-adik binaan kita.
Untuk kedua kalinya, jadi, semangat dan selamat berproses menjadi lebih keren dari diri kamu yang sebelumnya. Selamat dan semangat membina generasi yang lebih keren dari diri kamu yang juga sedang berproses menjadi keren. (halah, bahasanya ribet amat dah haha) ..:)
Rabu, 16 September 2015
Jas Koas #2
Saya : Za, aku kayaknya mau bikin jas koas di tempat Ibu mu aja Za. Boleh?
Izza : Oh, boleh Ty Boleh.
Saya : Nanti aku langsung fitting di tempat Ibumu atau gimana, Za?
Izza : Langsung lah Ty. Emang mau dimana lagi?
Saya : Okay, sekalian biar aku bisa ketemu Ibumu. Aku pengen ketemu Ibumu.
-terus mendadak hening-
Saya : Eh kok, berasa aku mau ngelamar kamu ya?
Izza : Haha, iya, makanya aku jadi hening haha ..
Orang yang saya ceritakan di atas namanya Izza. Fildzah Izzazi Achmadi, seorang teman yang baru saya kenal di bangku kuliah, dan ternyata memasuki tahun keempat ini tetap jadi teman sebelah saya kalo lagi kuliah, haha. Awalnya sih karena kami teman satu kelompok tutorial dan praktikum selama dua tahun, dan punya hobi yang nggak jauh beda, menulis dan membaca, termasuk juga baca manga dan anime jepang.
Yang saya lihat Izza adalah seorang yang sangat menyayangi orang tuanya, terlebih lagi Ibunya. Waktu masih satu tutorial, saya demen banget ngerecokin Izza kalo lagi makan siang. Suka minta makan siangnya yang dibekali sama Ibu. Ngeliat Izza ngebekal, jadi kangen rumah aja. Kangen jaman SD (yaelah, Ty jauh amat, haha). Di balik kesederhanaannya dan kerendahanhatinya, Izza adalah seorang pekerja keras. Ia bukan ornag yang mudah menyerah, pun bukan orang yang mudah mengeluh. Sejujurnya saya banyak mindernya sama beliau. Minder karena saya masih sering angkuh, juga arogan juga sombong atau hal-hal yang sejenislah, padahal nilai akademik nggak seberapa, prestasi nggak ada, karya apalagi. Kebalikanlah sama Izza. Meski dari prestasi kita sebelas dua belas (haha), tapi karya Izza nyata. Ia sudah melahirkan sekitar 3 novel dan beberapa antologi karya yang sudah dibukukan meski nggak ikut-ikutan forum kepenulisan seperti saya ini. Kalau kayak gini nih yang bikin saya jadi ngerasa sombong. Nyombongin organisasi padahal karya nggak ada. #pfffft
Saya kagum banget sama ini orang. Memang kalau dibandingkan sama anak IC, yang udah tinggal bareng selama tiga tahun dan lanjut bareng-bareng di kuliah, kenal sama Izza belum seberapalah, tapi, rasanya saya banyak banget dapat pelajaran, dapet dorongan motivasi, dapet teman seperjalanan yang keren kayak Beliau. *duh, semoga orangnya ga baca, takut nanti dia terbang nggak balik-balik, kuliahnya masih banyak euy, haha*.
Dan kalau ketemu orang keren kayak gini, saya jadi pengen tau orang tuanya kayak gimana, pengen tau lingkungan rumah yang membesarkan dirinya kayak apa. Termasuk Ibunya Izza ini (karena posisinya saat masuk kuliah, Ibu Izza menjadi single parent). Saya ingin tahu Ratu hebat macam apa yang mampu membesarkan pribadi yang seperti Izza ini. Pekerja keras yang humble banget, juga humoris, juga menyenangkan. :)
Semoga bisa mendapatkan kesempatan bertemu Beliau -dulu-dulu saya cuma rajin ngasih salam ke Ibunya Izza. Haha.
*cuman pengen cerita aja*
Izza : Oh, boleh Ty Boleh.
Saya : Nanti aku langsung fitting di tempat Ibumu atau gimana, Za?
Izza : Langsung lah Ty. Emang mau dimana lagi?
Saya : Okay, sekalian biar aku bisa ketemu Ibumu. Aku pengen ketemu Ibumu.
-terus mendadak hening-
Saya : Eh kok, berasa aku mau ngelamar kamu ya?
Izza : Haha, iya, makanya aku jadi hening haha ..
Orang yang saya ceritakan di atas namanya Izza. Fildzah Izzazi Achmadi, seorang teman yang baru saya kenal di bangku kuliah, dan ternyata memasuki tahun keempat ini tetap jadi teman sebelah saya kalo lagi kuliah, haha. Awalnya sih karena kami teman satu kelompok tutorial dan praktikum selama dua tahun, dan punya hobi yang nggak jauh beda, menulis dan membaca, termasuk juga baca manga dan anime jepang.
Yang saya lihat Izza adalah seorang yang sangat menyayangi orang tuanya, terlebih lagi Ibunya. Waktu masih satu tutorial, saya demen banget ngerecokin Izza kalo lagi makan siang. Suka minta makan siangnya yang dibekali sama Ibu. Ngeliat Izza ngebekal, jadi kangen rumah aja. Kangen jaman SD (yaelah, Ty jauh amat, haha). Di balik kesederhanaannya dan kerendahanhatinya, Izza adalah seorang pekerja keras. Ia bukan ornag yang mudah menyerah, pun bukan orang yang mudah mengeluh. Sejujurnya saya banyak mindernya sama beliau. Minder karena saya masih sering angkuh, juga arogan juga sombong atau hal-hal yang sejenislah, padahal nilai akademik nggak seberapa, prestasi nggak ada, karya apalagi. Kebalikanlah sama Izza. Meski dari prestasi kita sebelas dua belas (haha), tapi karya Izza nyata. Ia sudah melahirkan sekitar 3 novel dan beberapa antologi karya yang sudah dibukukan meski nggak ikut-ikutan forum kepenulisan seperti saya ini. Kalau kayak gini nih yang bikin saya jadi ngerasa sombong. Nyombongin organisasi padahal karya nggak ada. #pfffft
Saya kagum banget sama ini orang. Memang kalau dibandingkan sama anak IC, yang udah tinggal bareng selama tiga tahun dan lanjut bareng-bareng di kuliah, kenal sama Izza belum seberapalah, tapi, rasanya saya banyak banget dapat pelajaran, dapet dorongan motivasi, dapet teman seperjalanan yang keren kayak Beliau. *duh, semoga orangnya ga baca, takut nanti dia terbang nggak balik-balik, kuliahnya masih banyak euy, haha*.
Dan kalau ketemu orang keren kayak gini, saya jadi pengen tau orang tuanya kayak gimana, pengen tau lingkungan rumah yang membesarkan dirinya kayak apa. Termasuk Ibunya Izza ini (karena posisinya saat masuk kuliah, Ibu Izza menjadi single parent). Saya ingin tahu Ratu hebat macam apa yang mampu membesarkan pribadi yang seperti Izza ini. Pekerja keras yang humble banget, juga humoris, juga menyenangkan. :)
Semoga bisa mendapatkan kesempatan bertemu Beliau -dulu-dulu saya cuma rajin ngasih salam ke Ibunya Izza. Haha.
*cuman pengen cerita aja*
Iri
Jarang-jarang saya buka timeline facebook. Dan hari ini atas dasar iseng dan bosan ditambah kosongnya jadwal kuliah, akhirnya saya membuka sosmed yang emang jarang saya buka itu. Jelas notifnya ga banyak, karena saya emang bukan orang penting dan jarang posting sesuatu di facebook. Saya scroll lah timeline facebook sampai time yang saya ga tau itu kapan, haha.
Ngeliat banyak banget foto wisudaanya kakak kelas juga temen-temen yang kuliahnya ambil D3, terus foto teman-teman yang habis dari negara inilah negara itulah, juga foto teman yang sedang beraktvitas kece di organisasi ini itu, atau yang habis KKN. Aah, iri rasanya melihat mereka.
Sementara semua orang bergerak melangakah dari tempatnya berdiri sekarang, sementara itu pula saya merasa bahwa saya tidak bergerak kemana-kemana. Hanya berdiri di tempat yang sama, dengan kegalauan yang sama, dan mungkin dilengkapi dengan rasa tidak bersyukur. Masih berusaha menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan yang kelewat cepat, meski tahu satu-satunya cara untuk menyesuaikan diri adalah juga dengan turut berubah, turut melangkah meninggalkan diri saya yang saat ini.
Sudah tahun keempat. Sudah mau lanjut ke jenjang studi berikutnya. Sudah bukan jamannya lagi galau tidak jelas yang bahkan tidak tahu galau kenapa dan solusinya apa, haha. Bergerak, Ty. Bergerak bersama perubahan yang lain. Meski harus menyeret langkah kaki atau merangkak, bergerak Ty. Bergerak meninggalkan diri yang hari ini menuju diri yang lebih baik.
Aku tahu kamu bisa, Ty.
*Semoga wisuda Mei 2016 bukan hanya wacana*
Ngeliat banyak banget foto wisudaanya kakak kelas juga temen-temen yang kuliahnya ambil D3, terus foto teman-teman yang habis dari negara inilah negara itulah, juga foto teman yang sedang beraktvitas kece di organisasi ini itu, atau yang habis KKN. Aah, iri rasanya melihat mereka.
Sementara semua orang bergerak melangakah dari tempatnya berdiri sekarang, sementara itu pula saya merasa bahwa saya tidak bergerak kemana-kemana. Hanya berdiri di tempat yang sama, dengan kegalauan yang sama, dan mungkin dilengkapi dengan rasa tidak bersyukur. Masih berusaha menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan yang kelewat cepat, meski tahu satu-satunya cara untuk menyesuaikan diri adalah juga dengan turut berubah, turut melangkah meninggalkan diri saya yang saat ini.
Sudah tahun keempat. Sudah mau lanjut ke jenjang studi berikutnya. Sudah bukan jamannya lagi galau tidak jelas yang bahkan tidak tahu galau kenapa dan solusinya apa, haha. Bergerak, Ty. Bergerak bersama perubahan yang lain. Meski harus menyeret langkah kaki atau merangkak, bergerak Ty. Bergerak meninggalkan diri yang hari ini menuju diri yang lebih baik.
Aku tahu kamu bisa, Ty.
*Semoga wisuda Mei 2016 bukan hanya wacana*
Rabu, 09 September 2015
Jas Koas
Hari ini teman-teman dari danus angkatan sudah mengumumkan jadwal fitting untuk jas koas. Jas koas loh. JAS KOAS. padahal ini masih pertengahan blok 4.1.
Ternyata koas benar-benar sudah di depan mata. Terus saya harus gimana?
yasudahlah nggak usah dijawab, nggak usah dipikir dijalanin aja. Maaf sedang sangat malas berpikir akhir-akhir ini dengan kabar ini itu yang berseliweran di otak tanpa bertemu penyelesaiannya.
Ternyata koas benar-benar sudah di depan mata. Terus saya harus gimana?
yasudahlah nggak usah dijawab, nggak usah dipikir dijalanin aja. Maaf sedang sangat malas berpikir akhir-akhir ini dengan kabar ini itu yang berseliweran di otak tanpa bertemu penyelesaiannya.
Jumat, 04 September 2015
Pola Pikir
Dengan mengubah cara pandang kita terhadap sesuatu, dapat mengubah pola pikir kita pula.Sudah beberapa pekan terakhir saya menjalani terapi. Karena terapi yang saya jalani adalah Cognitive Behavioural Therapy, jadi di sini saya diajak untuk memperbaiki pola pikir saya dengan cara mengubah cara pandang saya terhadap hal yang saya takuti. Dan saya dapati cara ini mulai sedikit-sedikit memperbaiki pola pikir saya. Walau hanya sedikit-sedikit. Tidak apa. Toh, semuanya butuh proses.
#sebenarnyapengenceritapanjang
#tapimalesnulisdanmalesmikirdanharusngerjaintutorial
#lebihpengenbatagor
#yasudahlah
.....
Selasa, 01 September 2015
Kepulangan
Alhamdulillah 'alaa kulli hal, teman-teman saya, satu per satu, kembali dari pengabdiannya di desa-desa di seluruh penjuru Indonesia, setelah dua bulan di sana. Satu per satu kembali ke kota pelajar ini, memulai lagi rutinitas kehidupan seperti sebelumnya, ngampus, organisasi, laprak, makalah, dan lain-lainnya . . .
Senang bertemu kalian kembali...
Senang mendengar cerita-cerita kalian, entah yang lucu, sedih, baper, nyebelin, ngeselin, yang mana pun,
Senang melihat kalian kembali dengan selamat, sehat sentosa, . . .
aah, kangen ... :')
Senang bertemu kalian kembali...
Senang mendengar cerita-cerita kalian, entah yang lucu, sedih, baper, nyebelin, ngeselin, yang mana pun,
Senang melihat kalian kembali dengan selamat, sehat sentosa, . . .
aah, kangen ... :')
Langganan:
Postingan (Atom)