Tampilkan postingan dengan label OSIS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OSIS. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Mei 2013

Kak Urfa sayang.. Barakallah lakumaa ya kaka :)

"kakak saya tersayang mau diambil orang. such an undescribable thing.." -Nisa Karima-

Iya, buat saya hal itu juga hal yang sulit didefinisikan. Antara senang, sedih, gado-gado dah. 

Dan, akhirnya setelah prosedur izin yang agak sedikit membuat emosi menggelegak, akhirnya saya memutuskan untuk tetap jalan ke Bandung, dengan ongkos pas-pasan. Buat saya, saya nggak boleh sampai melewatkan momen dimana salah seorang 'kakak' saya akhirnya menyempurnakan separuh diinnya.

Kenapa saya begitu ngotot untuk menghadiri walimahan kak urfa?

Karena buat saya, Kak Urfa adalah orang yang sangat-sangat berpengaruh dalam hidup saya. Walaupun saya nggak tau kakaknya ngerasa gitu juga atau nggak hehehe...

Sekalipun mungkin hubungan saya dengan kak urfa nggak sedekat Maryam atau Nikari atau Anisah dulu waktu di IC... tapi Kak Urfa selalu punya tempat spesial di ingatan saya, dalam hidup saya, maupun di hati saya :)

Melalui Kak Urfa lah, Allah mengenalkan saya pada dakwah. Kalau waktu itu Kak Urfa nggak mencantumkan nama saya di dalam jejeran divisi IMTAQ, sekalipun saya udah masuk MPS, mungkin ghirah dakwah saya nggak sampai segininya saat sampai kuliah...

Melalui Kak Urfa juga, Allah menempatkan saya dalam satu forum lingkar dakwah #liqo' yang akhirnya di kuliah ini menjadi salah satu sarana penjagaan internal diri saya ...

Melalui Kak Urfa pula, Allah memahamkan saya pada sebuah ikatan keluarga yang berasaskan paa ukhuwah islamiyah, yang tak terputus selama setiap jiwa seorang muslim masih menghamba pada-Nya Yang Maha Kuasa...

Melalui Kak Urfa lah, Allah menghendaki saya menjadi da'iyah yang akhirnya memilih 'berjalan' pada lini i'lamy. Karena saat itu saya jadi distribusi dan staf redaksi buletin akhwat, yang ketika saya menjabat menjadi koordinator menggantikan kak Urfa, saya menjadi pimrednya, menggantikan kak urfa juga tentunya ...

Melalui Kak Urfa lah, semua hal yang berkaitan dengan dakwah pada diri saya dimulai ...

Karenanya, rasa hormat saya, rasa sayang saya, rasa cinta saya pada Kak Urfa juga nggak kalah dari Nikari, Maryam, ataupun Anis yang dulu di IC sempat satu liqoan ... Atau bahkan nggak kalah juga dari calon suaminya #eh? :P


Karenanya, saya sayang Kak Urfa, saya cinta Kak Urfa karena Allah ... :)

Baarakallah, kakak untuk pernikahannya lusa, semoga menjadi keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah yang akan melahirkan generasi qurani dan rabbani :)

Semoga Allah mengukuhkan dan melingkupi keluarga kak Urfa senantiasa dalam naungan-Nya yang hangat dan menenangkan ... :)

Dan teriring doa dari ku, dari kota pelajar,, 
                      Terima kasih, kakak, untuk semua hal yang sudah kakak ajarkan dan kenalkan pada              saya ...:)




Selasa, 21 Juni 2011

Antara aku dan Divisi IMTAQ OSIS


ah! ini divisi kesayanganku!!!

AKU udah mengendap di divisi ini selama 2 tahun, bro! bayangin 2 tahun! (maaf lebay dikit...). yah, habis aku nggak kebayang kalo aku bakalan jadi OSIS, divisi apapun, apalagi divisi IMTAQ alian divisi Iman dan Taqwa (kalo di sekolah lain kayak rohisnya kali ya...)

Waktu kelas satu, jangankan daftar OSIS, ngebayangin jadi OSIS aja nggak! nih percakapanku antara kakak tutorku, Kak Risti, waktu MOS

Aku : "Kak, Kakak OSIS ya?"
Kak Risti : " Iya"
Aku : "OSIS apa kak?"
Kak Risti : "Aku divisi IMTAQ. Kerjanya ya kayak rohis gitu.."
Aku : "Pasti capek ya, Kak..."
Kak Risti : _______ ______"

Yah gitulah, makanya kakak tutor aku yang manis itu kaget waktu tau kalo aku masuk ke OSIS, IMTAQ lagi!

Tenang, tenang, bukannya aku mau masuk ke OSIS, tapi waktu kelas satu, sebenernya aku udah ditarik jadi MPS alias Majelis permusyawaratan Siswa yang waktu itu diketuai oleh Kak Adib. aku udah masuk jadi MPS Humas yang waktu itu di koordinatori oleh Kak Rizki Oktaria Putri alian Kak OP. Aku sih terima-terima aja, toh keliatannya MPS kerjanya nggak akan seberat OSIS..

Dan, terjadilah kejadian yang satu itu... Jreng Jreng Jreng!!!! (kok, kayaknya kejadian ini menancap benar dalam hati aku ya?).

Sore itu, usai asmaul husna dikumandangkan, pertanda bubarnya anak-anak dari masjid untuk segera makan malam, aku dicegat di tangga masjid sama Kak Mede, sang sekertaris MPS waktu itu, sambil buru-buru dia bilang "Tyani, itu dicari Adib di belakang masjid..". JGUERRRRR!!!! Aku, si anak baru yang masih bpolos dan ingusan serta nggak tahu apa-apa itu langsung ber-dag-dig-dug-duer daia (lho?, korban iklan). Aku kenapa? Aku salah apa?

Oh...Oh.. Oh.. ternyata, inti dari pembicaraan yang cukup menegangkan itu antara aku-ketua umum OSIS, kak Ibrahim-ketua MPS, Kak Adib-wakil ketua MPS, Kak Rochman-dan sekertaris OSIS, Kak Barmen- itu adalah aku ditarik dari MPS ke OSIS divisi IMTAQ. sekalipun, aku pengen tetep di MPS, tapi waktu didiskusiin lagi sama Kak OP, Kak OP dengan santainya bilang:

 "Iya, udah Tyani di IMTAQ aja, IMTAQ lebih butuh kamu deh..."

dalam hati : ini ngusir ya, Kak?

Yaudah, akhirnya aku masuk divisi IMTAQ yang waktu aku kelas X dinamain diorama altavista 941. Dan di kelas XI ini dinamakan diorama alabaster 103.

Well, pada kenyataannya, aku emang lebih nyaman berada di IMTAQ dengan orang-orang yang sepikiran sama aku di sini. Sama orang-orang yang udah menganggap satu sama lain adalah keluarga. Aku suka banget dengan suasana kekeluargaan di IMTAQ, sekalipun ketika kelas 2 ini, kekeluargaannya itu banyak berkurang-terutama di IMTAQ putra.

Dan akhirnya, takdir membawaku menjadi koordinator putri divisi IMTAQ, yang ke belakangnya bakal menkadi koordinator tunggal divisi ini (di Semester 2 Miqdad, selaku koordinator putra tidak berkenan utnukmelanjutkan sekolahnya di IC).

Tapi, ketika aku jadi koordinator, aku justru lebih suka sama divisi ini. Waktu aku kelas XI, divisi ini jadi berasa lebih hangat, apalagi putrinya. lebih sering bareng-bareng, lebih terbuka antara satu sama lain dan lebih "keluarga" dibanding waktu aku kelas X.

Aku tahu, waktu aku jadi koordinator divisi ini, mungkin divisi IMTAQ nggak jadi lebih baik kalau dilihat dari kacamata orang lain, tapi menurut aku, IMTAQ diorama alabaster lebih baik... lebih baik dibanding divisi apapun... dan juga dibanding dioarama altavista itu sendiri...

Tidak!! aku sayang IMTAQ!!!!!!!


dioarama altavista 941 putri (minus kak risti) di wisudaan kak Urfa, Kak syarof dan Kak risti

diorama labaster 103 putri di permadani waktu  idul adha

IMTAQ di kota tua

Gw sayang banget sama IMTAQ, makanya waktu sadar waktu gw di IMTAQ udah tinggal sepelemparan batu lagi, kayaknya gw sedih bgt... mengingat semua momen yang udah kita lewati, baik yang enak maupun yang nggak enak,,,,

>.<

Tidak!!! SESEORANG HENTIKAN WAKTUNYA, PLEASE!!!

Minggu, 16 Januari 2011

Catatan Kecil LPJ OSIS periode 2010/2011 Semester 1

Bismillahirrahmanirrahim…
Laporan Pertanggung Jawaban OSIS periode 2010/2011 Semester 1 telah terlaksana kemarin malam (15 Januari 2011). Pukul setengah sebelas malam lewat sedikit, Rasyid Indra Pratama, selaku ketua Majelis Permusyawaratan Siswa yang menyelenggarakan acara LPJ ini mengetukkan palunya sebanyak dua kali usai membacakan hasil keputusan MPS. LPJ tertolak.
Tapi entah mengapa, tidak ada air mata yang mengalir bagi para koordinator dan Badan Pengurus Harian OSIS malam itu (kecuali Faizah, sang sekertaris 1 yang sudah 2 kali membuat LPJ karena kerusakan pada flash disknya, ia menangis entah sampai jam berapa semalam). Semuanya merasa logis dengan tidak diterimanya LPJ periode ini.

Detik-detik sebelum LPJ
Faizah sudah seharian ini muntah-muntah. Apa yang sudah dimakannya keluar semua. Aku tercenung. Faizah stress. Makanya meningkatkan asam lambung yang ada di lambungnya. Sampai maghrib malam itu, ia masih terus muntah.
Tapi aku yakin, tidak Cuma Faizah yang stress, sebab aku juga. Nida’ dan Akmal selaku koordinator divisi kedisiplinan juga, Ifa dan Faiz-koordinator lingkungan, Ibnu-koordinator PPBN, dan semua pengurus OSIS hari itu aku rasa mereka semua juga merasakan hal yang sama dengan Faizah. Stress tingkat tinggi.
Saat briefing sebelum pelaksanaan LPJ pun, aku sempat menangis di tengah-tengah divisiku, divisi Iman dan Taqwa OSIS. Keluarga Diorama Alabaster 103. Entahlah, semua perasaan menjadi satu. Kacau balau. Sedih. Berat. Stress. Entahlah…
Tapi, aku beruntung berada di tengah-tengah mereka, ‘Afifah, Mawar, Hilya, Itta, Iffa…rekan-rekanku, adik-adikku, yang selalu menopangku. Menguatkan hatiku hingga aku sanggup berdiri di depan dengan tegar dan dengan segala keyakinan.
Di awal, aku pernah bilang, “aku nggak mau nyesel udah milih kalian sebagai divisi Iman Taqwa”. Dan itu memang benar. Aku nggak mau menyesal dan nggak akan pernah menyesal sudah memilih kalian.
Mawar dengan segala kelembutan dan ketenangannya…makasih udah selalu menyemangati aku…baik di kamar maupun di divisi…
Hilya dengan segala keramahan dan kesopanannya…makasih udah selalu menjadi adik yang perhatian sama kakak…yang mengerti di saat aku lagi sedih maupun senang…
Itta dengan segala kelincahan dan ketegasannya…makasih udah selalu memberikan kata-kata yang membangkitkan semangat…
Iffa dengan segala keceriaan dan senyumannya…makasih udah selalu mau berbagi keceriaan sehingga divisi kita menjadi selalu ceria…
Dan yang terakhir, ‘Afifah dengan segala kenyolotannya (?), kesetiaannya…makasih udah mau nemenin aku untuk kemana-mana. Mulai dari nge-print buletin Qawat sampai mengurus perizinan keluar komplek. Makasih udah selau menjadi penopang di saat aku mulai down. Makasih udah mau dengerin segala curhat dan ceritaku…makasih udah mau jadi rekanku dan saudaraku di diorama Altavista, diorama Albaster, vortex, maupun di Asterix…
Terima kasih, tanpa kalian semua aku tidak mungkin sanggup saat LPJ itu berdiri dengan wajah terangkat dan keyakinan bahwa aku bisa mempertanggungjawabkan semuanya.
Tanpa kalian…entah aku akan jadi apa. Aku tidak sekuat Kak Urfa, koordinator divisi Imtaq tahun lalu, yang saat LPJ malah justru menyemangati kita-para anggotanya. Tapi, sekali ini, LPJ 1, semangat kalian, dukungan-dukungan kalian menjadi obat hati bagiku yang terus-terusan galau seminggu ini…
“Ayo Ty, berjuang!”
“Ayo kak, pasti kakak bisa!”
“Ayo Kak! Semangat! Berjuang! Berjuang!”
Dan semua kata-kata penyemangat lainnya yang diucapkan kalian dengan senyum secerah matahari itu…
Membuatku percaya bahwa aku bisa…

LPJ 1 20.37 WIB
Rasyid mengetukkan palunya 3 kali tanda dimulainya LPJ. Suasana mencekam pun datang. Semua napas tertahan. Satu-satu laporan pertanggungjawaban dibacakan. Ketua umum-ekertaris-bendahara-ketua 1-ketua 2-ketua 3. Break.
Usai LPJ ketua 1 dibacakan aku sudah mulai sedikit lega. Hhhhhhhhh…
LPJ dimulai lagi. Satu per satu pertanyaan mengalir dari para penonton. Aku sadar banyak kesalahan di jawaban-jawaban kami. Karena kami menjawab apa ya..istilahnya, sesuatu yang pantang untuk dijawab. Menyalahkan kondisi. Maka entah apa penyebabnya, saat skors sidang untuk pengambilan keputusan, aku dan para koordinator lainnya sudah merasa akan ditolak. Makanya, begitu hasil keputusan dibacakan, tak satupun dari kami menangis tersedu-sedu…(kecuali Faizah, tentu saja)…
Tetap tersenyum sambil berkata “terima kasih” kepada MPS.

LPJ selesai…tertolak. Itu berarti kami harus mengulang LPJ untuk kedua kalinya dalam sidang tertutup.
Tapi, seperti kata kalian, aku pasti bisa!

Kegugupan dan kegalauan yang begitu membara hari itu sanggup kutepiskan karena ada kalian…’Afifah, Mawar, Hilya, Itta, Iffa, Nia, Miqdad, Ngeni, Rouf, Huda, Rizqi, Faqih, Iman, dan Arham…

Diorama Alabaster 103…