Kamis, 03 Desember 2020
Senin, 12 Oktober 2020
dari kemarin saya sering bertanya-tanya, "orang-orag ini kenapa sih?"
karena rasanya tiba-tiba semua orang jadi menyebalkan. orang-orang yang kita harap bisa memberikan suport mental, ternyata tidak lagi mampu memberikan support yang cukup.
tapi mungkin sebenernya bukan merekanya yang tidak lagi bisa memberikan support; tapi sayanya yang tidak merasa cukup.
belakangan, rasanya sulit sekali untuk merasa cukup.
Senin, 28 September 2020
Rendah Diri
Sebenernya saya punya rasa percaya diri yang sangat rendah, dan rasa rendah diri yang sangat tinggi. haha.
saya sering mudah menyerah. saya sering mematikan rasa penasaran saya biar hidup saya nggak susah, meski kadang-kadang malah bikin susah haha.
saya nggak tau sejak kapan saya seperti ini, mungkin dari kecil? mungkin sejak remaja? atau pas kuliah?
sampai detik ini pun saya nggak punya kepercayaan diri untuk mnyebut diri saya dokter. kalau ada pasien tanya, "dokternya mana sih mbak?" ke saya, saya baru akan bilang -dengan ragu-ragu dan jeda yang agak panjang, "saya dokter jaga bu". Kalau nggak, saya nggak akan memperkenalkan diri. Setakut itu saya dengan gelar yang saya sandang.
even pas waktu kuliah pun, saya sering takut-takut menyebut saya anak FK- dan anak UGM. kalau nggak ditanya lebih lanjut, saya cuma akan bilang saya kuliah di jogja. kadang-kadang saya iseng jawab jurusan pendidikan. iya, pendidikan dokter. nggak salah kan?
Se-insecure itu saya sama diri saya sendiri. saya pengennya saya puas sama diri saya sendiri tanpa perlu validasi dari pihak luar. tapi sampai detik ini, saya sering merasa memerlukan validasi dari pihak selain diri sendiri. dan itu bikin saya cemas dengan pandangan orang lain terhadap saya. Seolah-olah saya bisa membaca semua pikiran orang. kadang-kadang saya berpikir apakah ini sudah masuk waham?'
sebenernya saya sudah memperimbangkan beberapakali untuk mencari pertolongan profesional. meski saya dokter, saya nggak bisa mendiagnosis diri saya sendiri untuk masalah kesehatan jiwa saya, karena bisa jadi apa yang saya rasakan tidak seperti apa yang terlihat. Tapi saya takut merasa dikecilkan. saya takut merasa kecil.
ah, tyani, banyak sekali sih yang kamu takutkan.
Countdown
Sabtu, 19 September 2020
Senin, 14 September 2020
serius deh, di masa-masa iship kek gini dan lagi pandemi, temen-temen ic adalah support system terbaik T.T (meski saat tidak isip dan pandemi mereka tetep terbaik, tapi rasanya kemaren i took it for granted, pas lagi kek gini bener2 baru berasa huuuu T.T)
nggak ngerti lagi udah sering banget ngerecokin orang dengan pesan-pesan wa nggak jelas atau telpon random T.T apalagi nida' wkwkw kalo ada kasus yang aku nggak tau terus aku telpon nida' wkwkwk
rasanya, hadiah terbaik Allah buatku salah satunya adalah ketemu teman-teman IC :"
Dokship : dari 'dek' (koas) jadi 'dok'
Betapa perubhaan huruf e jadi o dalam panggilan sehari-hari di tempat saya beraktivitas membawa perubahan yang cukup signifikan.
"dok, ini ada pasien gatel-gatel habis dikasih levofloxacin, mohon advis dok"
"dok, ada pasien penkes dok, tadi pagi habis HD cito"
"dok, ini pasiennya tensinya turun, dok, biasnya 110/80-an sekarang jadi 60/40"
"dok ...
minta resep dok"
dok ...
terus rasanya gue mau TERIAAAAAAAKKKKKKKKKKKK
gue juga nggak tau mbaaaak mau diapaaaiiiiin
meski udah lulus ujian kompetensi, tapi serius deh, apa yang kita dapet di kuliah dan di koas belum tentu bisa langsung dipraktekan. ada proses mencerna perbedaan keilmuan dengan kenyataan. ada proses merecall ilmu-ilmu extra yang keselip diantara semua teori yang dipelajari untuk ujian kompetensi. dan ada proses adaptasi dengan lingkungan kerja yang baru.
apalagi buat saya yang super takut dengan manusia. saya takut dengan pandangan manusia, saya takut takut dengan penilaian manusia terhadap saya. it makes me suuuupe anxious. adaptasi di tempat kerja yang baru-berteu dengan manusia-manusia baru setiap harinya bikin saya super anxious. rasanya setiap kali mau jaga saya udah mual duluan.
iya, saya juga nggak tau kenapa saya memutuskan untuk ikut program internship. mungkin saya cuma mengikuti alur yang ada. rasanya setiap habis jaga saya mau berhenti iship saat itu juga.
dan, di masa pandemi gini, stressnya jadi dobel sepertinya. stres adaptasi, stress saat mendengar kabar2 terkait covid, stres saat ketemu pasien suspek covid, stres nggak bisa pulang, stres ga bisa keluar jogja.
rasanya saya ingin menghilang kabur entah kemana.
covid is scary, but human is much more terrifying than covid itself.