Jumat, 28 Desember 2018

Ya Allah, aku ingin kasih sayang-Mu. dan kekuatan, keberanian juga ya Allah. ketenangan dan ketentraman juga ..

Ya Allah maaf ya, Tyani mintanya banyak .. :( tapi, pada siapa lagi aku meminta, selain kepada-MU?

Rabu, 26 Desember 2018

ya Allah, berikan aku ketenangan, keberanian dan kepercayaan diri ...

Minggu, 23 Desember 2018

insecure ...

saya takut

Malam ini, saya jaga IGD. Sendirian koasnya.
Saya nggak pernah jaga IGD sendirian di sardjito. it's scary. terlalu banyak takut dalam pikiran saya. saya takut saya nggak kompeten, saya takut nggak bisa jawab kalo ditanyain, saya takut saya nggak bisa melakukan tindakan dengan baik.

dan, saya takut saya nggak punya kepercayaan diri yang cukup sebagai dokter.
eh, bukan takut deng yang terakhir itu. yang terakhir itu fakta.

saya ingin kepercayaan diri.
semua kecemasan saya terakumulasi dalam diri saya, dalam pikian saya, menjadi penyakit, dan membuat saya-seringnya merendahkan diri saya sendiri.

saya takut untuk terus berada di dunia ini. saya takut menghadapi orang-oang baru setiap harinya.
tapi saya juga belum tahu harus jalan kemana, ketika rasanya tiga perempat badan saya sudah tercelup di dalamnya.

saya nggak punya keberanian untuk meninggalkan dunia ini dan mencoba hal yang baru. Tapi saya takut untuk tetap berada di sini. setiap harinya. saya takut.

saya harus gimana?

Minggu, 16 Desember 2018

mari bertahan, tyani.
hingga desember tahun depan.

tapi, aku berharap,
kamu nggak lupa untuk bahagia. :)


Kamis, 13 Desember 2018

kalau sudah di rumah, rasanya berat kalau harus kembali ke jogja (lagi) dan melanjutkan kehidupan koas. rasanya ingin berhenti saja. setiap kali pulang ke rumah, pasti yang diinginkan cuma itu. berhenti koas.

rasanya ingin berhenti saja jadi mahasiswa kedokteran.
sampai kapan ya aku bakal menginginkan untuk tidak menjadi dokter?

.....................................................................................................................................................................................................................................................

berhenti
apa lanjutkan?


Rabu, 14 November 2018

November tahun ini, dan tahun-tahun sebelumnya

November tahun ini, saya berjuang menyelesaikan stase obgyn yang luar biasa. Luar biasa jaganya (sekali shift 30 jam), luar biasa konsulen-konsulennya, luar biasa tugas-tugasnya, dan sudah barang tentu luar biasa capeknya -fisik maupun mental. it took so much energy just to wake up in the morning, and then went straigth to the hospital to have morning shift. Saya, mungkin selama koas 6-7 bulan ini, paling banyak nangis ya pas obgyn ini. (nggak tau ya besok-besok gimana, hehe). terus udah gitu masih mikir, 'kok ada ya orang masih mau jadi spesialis obgyn?' wkwkw -ini mah emang dasar saya nya aja yang males wkwkw.

Di November-november sebelumnya, saya nggak menyangka saya ada di tahap ini. Masuk koas, ketemu temen-temen baru. Kesulitan mencari jadwal liqo. Pulang dari RS langsung tidur. Kadang-kadang saya masih merasa ini nggak nyata. Kehidupan koas saya seperti masih di angan-angan.

November tahun sebelumnya, di tanggal-tanggal segini saya sedang sibuk menyiapkan seminar hasil, kemudian sidang skripsi seminggu setelahnya, dan revisi-revisi. Sidang-yang saya nggak bilang siapa-siapa selain Allah dan afifah (wkwk). Saya bahkan nggak bilang ibu bapak dan keluarga, just because-kalau saya bilang, saya takut orang-orang akan mulai bilang, 'santai aja, tyani, besok tuh bakal ... bla bla bla ..' atau saya takut orang-orang akan mulai meledek 'ciee yang mau sidang' dsb dsb, yang akan bikin saya kepikiran banget kalo saya mau sidang lalu setelahnya koas. And that's why saya baru bilang-bilang dan mengumumkan ke orang-orang justru setelah saya selesai sidang. itupun ke orang-orang kontrakan, ke temen liqo, sama ke keluarga aja. Jadi masih banyak yang tanya, meskipun setelah sidang, 'Tyani, apa kabar skripsinya?' lalu saya bisa jawab, 'Alhamdulillah, baik.'

November sebelumnya lagi, saya sedang berjuang melawan kecemasan yang berlebihan akan skripsi saya yang nggak maju (dan ditambah kecemasan-kecemasan terkait organisasi, jabatan, dan lain sebagainya juga) yang membawa saya pada pengalaman berharga yang saya nggak mau ngulangin lagi : Depresi. Meski depresi ringan, tapi nggak ringan untuk yang menjalankan. di malam-malam di mana saya jatuh tertidur cepat dengan harapan saya nggak terbangun malamnya, tapi justru sebaliknya. Saya bangun satu jam sejak saya tidur, kemudian tidak bisa tidur lagi hingga pagi. di jam-jam di mana saya terbangun itulah dimana pikiran-pikiran negatif masuk tanpa filter.

it was scary. Dan kalau bisa, tidak usah terulang lagi.

di November-november sebelum tahun ini, saya benar-benar tidak berani memikirkan bahwa saya sedang koas, menjalani keseharian di rumah sakit dalam kondisi tertekan.

Tapi kenyataannya hari ini, November tahun ini : saya sedang koas, dalam kondisi tertekan setiap harinya di rumah sakit, but it's okay. it's okay.

ps : saya menantikan november-november lainnya di tahun-tahun berikutnya. tidak ada maksud khusus sebenarnya tentang november, tapi entah kenapa ada banyak kejadian di bulan november.

Kamis, 08 November 2018

keajaiban

Besok hari terakhir obgyn, semoga semua berakhir dengan baik, tanpa kurang satu pun.
Ya Allah, saya nggak pengen ngulang obgyn lagi Ya Allah ...

susah soalnya. hehe.
Dari segala aspek. Dari segala sisi dan dimensi. Susssaaah sekaliiiiii.

Disudahi besok saja dong Ya Allah. Ya Allah, aku mohon keajaiban-Mu.






-balada koas obgyn yang besok ujian, tapi refkas belom kelar, dan dpk keluar kota hari ini, dan bukannya ini koas belajar malah buka blogger+yutub, dan setelahnya bersiap bobok. kapan belajarnya ini? -_-

Selasa, 30 Oktober 2018

apapun yang terjadi kamu harus bahagia, tyani.
kayak apapun kondisinya hari ini, besok ataupun kemarin, kamu harus bahagia.

Senin, 29 Oktober 2018

PMS

PMS dan stase obgyn sleman bukan suatu kombinasi yang menyenangkan sejujurnya. selain karena badan udah pegel-pegel akibat jaga 30 jam sehari dan ding dong ditambah tenaga kesehatan di sana agak tidak terlalu ramah mahasiswa.

jadilah capek fisik, capek mental, njuk emosinya lagi meledak-ledak, waduh saya nggak tau nih kapan bakalan meledak. terakhir sih, biar ga meledak keluar nanti malah jadi code red atau code black gitu ya, tapi saya malah jadi matahin pulpen.

duh, serius deh, saya jadi sangaatt emosinal belakangan ini. percayalah cewek-cewek pms itu bahkan nggak nyaman sama dirinya sendiri. uring-uringan rasanya, meledak-ledak. Pengennya udahan aja pms nya. biasanya kalo lagi kayak gini saya pengennya punya waktu buat menyendiri, ga ketemu orang. tapi kalo jaganya 30 jam sehari gitu, kapan bisa punya waktu buat diri sendiri coba.

ayolah, segera selesai. obgyn nya, pms nya juga. :(

Selasa, 23 Oktober 2018

saya ingin tidur saja.





-stase obgyn week 8. setelah jaga dingdong 1 pekan, dan masih sisa 2 pekan lagi jaga dingdong.

Sabtu, 15 September 2018

Detak Jantung Bayi

Kemarin saya mendengarkan detak jantung bayi melalui doppler. bukan bayi saya sih, bayi orang lain, bayi pasien. itu pun bayi yang masih dalam kandungan. detaknya cepat 140 kali per menit, reguler, tanpa ada suara tambahan.

entah mengapa saya merasa ajaib, dalam perut ibu yang membesar itu ada seonggok makhluk hidup lainnya. jantungnya berdetak. saya bisa mendengar bunyi jantungnya.

dan mendengarnya rasanya menenangkan.

Sungguh Maha Besar Allah dengan Segala Kuasanya.



Kalau nanti saya akhirnya mengambil residensi obstetri dan ginekologi, 
mungkin alasannya sesederhana ingin mendengarkan detak jantung bayi.

Kamis, 13 September 2018

Melelahkan

menungu itu melelahkan
belajar itu melelahkan
cemas akan ketidakpastian itu melelahkan
bertemu orang baru dan lingkungan baru itu melelahkan
salah paham dengan orang itu melelahkan
.
.
.
merasa bodoh itu juga melelahkan.

bahagia

Kita harus bahagia fah, gimana pun caranya. in this stressfull situation for both of us, we should be happy. kalo kita kamu habis ketemu dosen, habis nambah lembaran skripsi yang diketik, aku habis ketemu dosen atau habis ujian, ayo kita apresiasi diri, nggak usah heboh-heboh, yang kecil-kecil aja, makan es krim gitu misalnya, atau makan enak. Kita harus bahagia fah, gimana pun caranya.

-kalimat yang terus diulang
bahwa sesungguhnya bahagia itu memang sesederhana itu.

Minggu, 09 September 2018

Minggu, 02 September 2018

embracing the anxiety

I knew it all along, that every time I must go back to Jogja and my daily activity there, i would feel like this. the anxiety will pile up in my head, my heart and it annoyed me. made me cry, made me upset. I always wanted to go back to Jogja while smiling, but I can;t. I just can't.

I know that i couldn't get this feeling away from me, but i knew, after i arrived in jogja, i will be okay. so, i will embrace the anxiety. i will be alright. it's okay.

you know that people are scary. the uncertainty are scary. but, you knew how you have been fighting with your anxiety all the time, and now anxiety is not your enemy anymore, but also your friend. so smile, the time will pass quickly, at the blink of eye.

it's okay. and you'll be okay.

Rabu, 08 Agustus 2018

Apa yang paling di-ingin-kan saat ini?

Pulang.

Pulang ke 'rumah'.
Sudah terlalu lama tersesat.
Semoga tidak lupa jalan pulang.

Kamis, 02 Agustus 2018

Apakah sabar itu ada batasnya?


 -tanya dokter Fajar Sp.KK(K) saat pengarahan kepala departemen week 1 stase kulit kepada koas week 1yang bingung

Minggu, 29 Juli 2018

Apakah Allah tidak cukup bagimu?
Ketika kamu berlari tentang masalahmu pada dunia

Tentang ketakutanmu pada dunia
kau curahkan pada dunia

Tentang keresahanmu akan dunia
kau tumpahkan pada dunia

Apakah kau tidak tahu bahwa dunia itu diam/
patuh dan menghamba pada Yang Menciptakannya

Apakah kau lupa bahwa kau bagian dari dunia

dunia tidak memberi jawaban
meski kau tanya berjuta kali
meski kau sembah menghamba hingga menjadi budak
meski kau buatkan sajen rempah maupun emas
dunia tidak memberi jawaban

Dunia hanya diam/
patuh dan menghamba pada Yang Menciptakannya

jangan-jangan, selagi ketidaktahuan kita
dunia juga lebih tidak tahu
tentang mengapa dia disembah
tentang seserahan yang tidak sederhana yang diberikan padanya
tentang ketakutan orang-orang akan dirinya

bisa jadi, dunia lebih tidak tahu

padahal
tidak ada yang lebih tahu
dan paling tahu
daripada Sang Maha Tahu
Dia tahu segalanya
apa-apa yang tidak diketahui manusia-sebagai ujung dari batas pikiran seorang manusia
pun apa-apa yang tidak diketahui dunia.

Dia. Maha. Tahu.
Dia. Memiliki. Segalanya.

Apakah Allah tidak cukup bagimu?

Eat, Pray, Sleep

Selama saya koas saya jadi lebih suka makan. Lebih suka tidur juga. Tapi kesukaan terhadap ibadah jadi menurun. padahal, seharusnya sebaliknya.

”Sesungguhnya, orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat kami adalah mereka yang apabila diperingatkan (ayat-ayat itu) mereka menyungkur sujud seraya bertasbih dan memuji Rabb-nya dan mereka tidak menyombongkan diri. Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya. Mereka selalu berdoa kepada Rabb-nya dengan penuh rasa takut dan penuh harap serta menginfakkan rezeki yang Kami berikan kepada mereka, ” (QS as-Sajdah 15–16)

after 4 months

after 4 months exposing yourself with something you didn't like, are you still afraid of human? are you still afraid of your own thought?

Are you braver now? does your confident increasing little by little? are you comfortable with your own self now?
hello. it's been a while. how's life?

Minggu, 24 Juni 2018

#koaslyfe : bertanya

ternyata nggak mudah menghilangkan rasa rendah diri.
juga rasa malas.

jarak 2 tahun tidak kuliah itu bikin sangat jetlag.

aku sering bertanya pada diri sendiri. kenapa aku nggak mau belajar? kenapa aku males? kenapa aku nggak curious? kenapa aku mau diem aja dan kalah begitu aja sama diri sendiri?

kenapa aku mager buat belajar lebih, buat bertanya. kenapa aku nggak semangat berjuang?

kenapa aku lelah sekali?

hingga kehilangan semua interest terhadap apapun?

aku ingin berubah, tapi bagaimana caranya?

bagaimana caranya? bagaimana caranya mendapatkan semangat belajar itu lagi?

kemana hilangnya rasa ingin tahuku?

kemana hilangnya rasa ketertarikanku?

kemana hilangnya imajinasi dan curiosity ku?

kemana?

Kamis, 21 Juni 2018

week 9 IPD

kulelah.
karena tidak belajar.
lelah menanggung malu karena bodoh.


meski minggu depan ujian. tapi ternyata saya masih lebih suka tidur ketimbang belajar.

Minggu, 10 Juni 2018

sendirian

kalau lagai sendirian gini, jadi banyak pikiran negatif yang muncul. jadi banyak hal yang seharusnya nggak usah dipikiin, tapi jadi terpikirkan. kalau sendirian gini rasanya pikiranku jadi berisik.

H-5 lebaran idul fitri. dan saya masih di jogja. di kos sendirian.. demi untuk ketemu dpk besok.

Minggu, 03 Juni 2018

ulang tahun ke-24

ramadhannya kacau ya, tyani?
belajarnya juga.
tilawahnya keteteran.
dhuhanya apa lagi.
shalatnya, pengen cepet-cepet selesai ya?
liqo'-nya absen mulu.
binaan nggak punya.
bersyukurnya kurang.
mengeluhnya jadi banyak.
ikhlasnya gimana, tyani?
ngomongnya jadi kasar,
hafalannya nggak usah ditanya.
kajiannya gimana?
baca bukunya?

tyani, tyani.
pengennya setiap hari berlalu dengan menggelinding.
tau-tau udah selesai.
tau-tau udah berakhir.
tapi nggak ada pelajaran yang bisa diambil.

tyani, udah tua.
inget mati.
kamu nggak akan hidup selamanya.
hanya sekali setiap harinya.

nggak mau taubat aja tyani?
udah kebanyakan maksiyat.

hatinya udah terlalu berat sama rasa malas, rasa cemas
dibersihin yuk.
biar, nanti kalau harus segera menghadap Yang Dipertuan Agung, Yang Maha Kuasa akan Segala Kekuasaan memanggil, kamu dalam kondisi yang cantik.
katanya mau jadi cantik?

yang paling cantik itu, tyani, adalah pancaran dari hati yang bersih dan keimanan yang kuat akan Sang Khaliq.
Yang cantik itu tyani, yang wajahnya basah oleh wudhu, lisannya basah oleh dzikir, akhlaqnya cerminan imannya, dan hatinya senantiasa berhusnudzhan sama Allah.

kamu capek ya, tyani?
namanya juga hidup. namanya juga kerja. harusnya ini bagian dari beribadah kan?
Inget cerita robohnya surau kami?

Kamu kehilangan arah ya, Tyani?
nggak mau tanya aja sama Allah?
minta petunjuk gitu ...
kamu, udah lama kan nggak ngobrol sama Allah.
Shalat kamu selalu tergesa-gesa.
Padahal kalo kamu mendahulukan Allah, Allah akan kendalikan semua urusan.
Tinggal minta kok,
tinggal ngomong kok.
Kamunya aja tyani yang nggak mau ngomong dengan jelas sama Allah. Padahal Allah selalu tahu apa yang ada dalam hati hamba-Nya

Tyani, udah capek belom menggantungkan hidup sama manusia?
banyak di-php-in
banyak mangkelnya
banyak makan atinya
Kapan tyani? kapan mau menggantungkan hidup kamu sama Allah?

Apaakah seberat itu tyani buat minta sama Allah, buat ngobrol sama Allah?
Tyani, hati kamu itu udah terlalu jauh sama Allah.
Mau kamu bawa sejauh apa lagi hati kamu?
Mau terpisah seberapa jauh lagi kamu sama Allah tyani?

Tyani, ilmu yang kamu punya itu, bukan untuk disimpan dalam otak saja, melainkan untuk diamalkan.
Ilmu-ilmu yang kamu dapat darimanapun, kapanpun, dari siapapun.

mari, tyani.
mari mendekat ke Allah. lebih dekat lagi, lebih dekat lagi.
karena sesungguhnya kamu nggak butuh apapun selain Allah.

Jumat, 18 Mei 2018

melangkah lagi

minggu depan wisuda. satu hal selesai. masih ada hal lain yang harus diselesaikan seiring berjalannya waktu. faidzaa faraghta fanshab.

tapi sering ada yang terlupa. bahwa tujuan akhir dan tujuan dari segala tujuan cuma Allah aja. nggak ada yang lain.
wa ilaa rabbika farghab.

aku ingin selalu dan senantiasa mengingat Allah. Tapi rupanya saat menjalani koas, yang terjadi seringkali sebaliknya. Ya Rabb, jangan sampai hati ini kebas dari rasa empati hingga menghilangkan rasa syukur dikarenakan terlalu seringnya berhadapan dengan orang yang lebih banyak kurangnya dari diriku. Ya Rabb, mungkin hati ini sudah terlalu tinggi padahal masih banyak hal yang belum diketahui. dan tentu tidak ada hal yang patut disombongkan dari diri yang lemah, bodoh, lagi papa ini.

Ya Rabb, sungguh aku ingin menikmati Ramadhan dalam rangkulan iman kepada-Mu.

Selasa, 15 Mei 2018

ngantuk ngantuk ngantuk ngantuk ngantuk ngantuk ngantuk ngantuk ngantuk ngantuk ngantuk
capek capek capek capek capek capek capek capek capek capek capek capek capek capek capek
haha haha hihi hihi haha haha hihi hihi haha haha hihi hihi haha haha hihi haha haha hihi hihi
mau ngapain lagi ya? ngantuk banget. haha
aku takut jemplang ke belakang karena ngantuk banget. kalo jemplang nanti jatoh.
kan nggak lucu
hahahahaha
yang lainnya pada serius belajar je.
tapi kungantuk
sangat ngantuk.

warung upnormal cilacap. hari ke-3/14.


Rabu, 09 Mei 2018

i'm tired.

please, don't lose hope. don't lose the goal.

please, smile.

i want you be happy. because you deserve to be happy after a long depressed.

let's be happy together.

Selasa, 01 Mei 2018

LEE HI - 한숨 (BREATHE) _ Special Stage for SHINee Jonghyun in The 32nd Go...

i hate the feeling when i felt intimidated by others just by looking at them while they studied. i dont even know is it jealousy or else?

i dont know why i felt so anxious
i need to move out as soon as possible.
leaving me alone with myself.

scared.

sometimes, the more we scared, the more we got into something that we scared of. the more we scared, the more we met something that we are scared of.

Minggu, 22 April 2018

Aku ini ngapain sih?

Sudah berjalan 5 minggu saya jadi koas. 4 minggu di stase syaraf, dan 1 minggu stase IPD. Gimana ya rasanya?

Campur aduk. Tapi, sejujurnya saya merasa seperti ada yang hilang. Saya kehilangan interest saya untuk belajar, padahal, banyak sekali yang harus dipelajari selama koas dengan waktu yang sangat sempit dan terbatas.

entah karena cemasku, atau memang aku nggak nyaman di koas. Nggak nyaman untuk jadi dokter?

aku jadi kehilangan tujuanku. Aku harus set goal baru, supaya aku nggak kehilangan arah, untuk apa aku jadi koas?

Ah, sejujurnya I lost my track. -_-

aku nggak punya kepercayaan diri untuk berhadapan dengan pasien dengan ilmu yang sangat minim. Terutama kalau mengingat stase syaraf yang berakhir begitu saja. diluluskan tanpa syarat apapun. aku rasanya belum banyak belajar.

tapi, sebaliknya, aku kehilangan interest untuk belajar. aku cemas. aku cemas tidak mampu menjawab permintaan pasien nantinya. aku cemas tidak lulus ujian. aku cemas tidak mampu menjawab konsulen atau residen dengan baik. ada banyak hal yang kucemaskan setiap minggunya, and as i worry too much, the time passed in the blink of eye. tau, tau udah ujian lagi, tau tau, udah ganti stase lagi, padahal, aku masih belum komprehen dalam ilmu dan keterampilan.

aku rasanya semakin hari semakin kalah dari diriku.
aku rasanya semakin hari semakin jauh dari kata ideal.

aku jadi berhenti berimajinasi, dan semakin realistis. Tapi di saat yang bersamaan aku hidup dalam kecemasan akan masa depan yang selalu kubayang-bayangkan. Mengandai-andai.

aku merasa tumpul. semua bakat dan interestku mentok pada amanah yang diberikan. saat lepas dari amanah, aku berhenti.

Aku merasa kehilangan diriku yang menyenangkan dan tersisa bersama diriku yang senantiasa cemas.

Aku menerima sih diriku yang selalu cemas ini. Hanya saja, kalau begini terus setiap harinya jadi lelah juga.

aku sekarnag butuh waktu lebih lama untuk belajar dan mengenali hal. may be overanalysis? but who cares, sekarang aku jadi seperti itu. dan aku tinggal menjalaninya.

aah rasanya aku ingin kembali ke waktu di mana aku bisa belajar lebih dari sekadar ilmu-ilmu klinis yang dipakai untuk jadi dokter umum. rasanya kalau tidak dirunut balik dari sisi molekuler, aku jadi semakin bingung banyak. kenapa bisa begini? kenapa bisa begitu.

Aah, aku juga terlalu takut untuk bertanya. Aku takut terlihat bodoh. meski memang aslinya aku ini bodoh dan nggak punya ilmu apapun.

aku lelah cemas setiap hari seperti ini. -__________-

seandainya mengakhiri cemas bisa dengan hanya mengtakan 'jangan cemas' ....
but, that's not how it's work.

aku mau menulis. aku mau mendesain.

aku punya waktu, dan aku harus mengurangi keinginanku untuk tidur dan memuaskan hawa nafsu dengan nonton atau makan. ada banyak hal yang harus dipelajari.

2 jam setiap hari belajar, nggak sulit kan tyani?

kenapa kamu masih ingin tidur juga? :(

nanti kamu jadi semakin tumpul loh. belajar ya ...

belajar ya tyani/

Sabtu, 14 April 2018

aku harus berpikir lebih sederhana dan berikir untuk hari ini. aku harus tenang. aku hraus tenang. tenang.

aku lelah jadi orang baik. aku lelah tertawa. aku ingin menghilang.

Rabu, 11 April 2018

sebenarnya, apa yang kupikirkan saat kemarin memutuskan untuk lanjut koas ya? \

things get even harder everyday. And I got even more scared of people day by day. And at the end of neurology station that thought of wanting to drop all of this, appeared.

actually, it doesn't feel awkward when i was with them. But, I felt extremely tired afterwards.

Rabu, 14 Maret 2018

hang in there, dear.

 I know it's not easy. but, there must be something behind all those suffer. percaya aja sama Allah untuk sekarang. Diserahin aja semua gelisah, takut, waswas, cemas, dan sebagainya ke Allah. :)

Senin, 05 Maret 2018

Akan sama saja

Akan sama saja, tyani. koas hari ini atau besok.

akan sama saja, pembekelan hari ini atau besok, atau usa, atau bulan depan.

akan sama saja ketika cemasmu masih sama saja.

cemasmu itu mari serahkan aja sama Allah. Biar Allah yang atur semuanya. Biar Allah yang kendalikan hatimu seutuhnya.

karena akan sama saja. karena semakin cepat kamu sibuk, semakin cepat kamu tidak menghabiskan waktumu untuk cemas.


Selasa, 27 Februari 2018

Kamis, 08 Februari 2018

Terima kasih tyani, this is for the best choice. dilepaskan dulu satu-satu, mari berbenah diri, mari menjadi lebih baik. Agar ke depannya, kamu bisa jadi murobbi yang lebih baik lagi. :)

Selasa, 06 Februari 2018

mari bahagia
mari bahagia
mari bahagia
mari bahagia
mari bahagia

mari berani
mari berani
mari berani
mari berani
mari berani

you deserve to be happy
you deserve to be happy
you deserve to be happy
you deserve to be happy
you deserve to be happy

Berani

Ya Allah, aku ingin keberanian
:)

mari bahagia, mari tersenyum.
Aku ingin keberanian.

Tempat untuk pulang

aku menginginkan tempat untuk pulang. Aku ingin pulang, tapi entah ke mana.

Hari ini, aku sungguh tidak punya tempat untuk pulang.
Tidak di rumah.
Tidak di kontrakan.
Tidak di Salatiga.
Tidak di Liqoan
Tidak di forsalamm
Tidak di FLP.

Ah, aku ingin pulang.

Senin, 05 Februari 2018

I got panic attack as soon as I got up from sleep because of message from a friend about yudisium, while I haven't submitted my thesis yet.I wanted to get rid the anxiety, but i can't. Even if i tried to go back to sleep, i just can't. I felt restless.

At a time like this, I thought that no one besides me. And it scared me even more.

I wanted to tell someone, that i scared. But, I was afraid that others will be annoyed. And decided to keep it for myself.

I.A.M.S.C.A.R.E.D
P.L.E.A.S.E.H.E.L.P.M.E

please help me, someone.
siapapun boleh, aku ingin uluran tangan.
Ya Allah, berikan aku keberanian, berikan aku kekuatan.
Ya Allah genggam kecemasanku, agar cemasku karena diri-Mu, bukan karena yang lain.

Ya Allah, aku cemas. aku cemas.

Minggu, 04 Februari 2018

Keberanian

Pinjami aku keberanian, tolong.
Aku ingin berani.

Nonton Reality Show Korea

Aku jadi tau kenapa aku belaknagan jadi suka banget nonton reality show korea. Karena aku jadi punya alasan untuk tertawa.

cemas dan egois

cemasnya datang tiba-tiba, tanpa notifikasi kapan akan datang, juga kapan akan pergi. kadang akhirnya menjadi lebih cemas lagi ketika nggak tahu kapan cemas ini akan hilang, atau nggak tau cemas ini kenapa. WHy? WHy? WHY?

Aaah, meski berteriak, tapi rasanya memantul balik.

Aah, aku ingin didukung. Kenapa aku harus mendukung orang?
Aku ingin dibantu? Kenapa aku harus terus membantu orang, sementara aku juga punya masalah. Aku juga ingin dibantu. Aku juga ingin didukung.

Aaah, aku capek. Aku lelah, Ya Allah. Aku ingin dukungan-Mu. Ya Allah, jagan tinggalkan aku dalam kecemsan yang tak berujung ini.

Rabu, 31 Januari 2018

Hari ini

You've done great today, Tyani. Good Job. Kamu udah nemenin Nisa krs, juga ke skill lab. Kamu juga udah berusaha ngumpulin skripsi softcopy ke perpus.

You've done great. :D

It's okay. Pasti berat ya. Pasti sesak saat harus jalan ke kampus. Nggak sia-sia kok hari ini.

Terima kasih ya, Tyani, udah berjuang dan nggak menyerah

Terima kasih sudah tersenyum hari ini.

Kang Ha Neul - I choose to love you (cover) [with lyrics & English trans...

Terima Kasih

Terima kasih ya, Tyani, sudah berjuang sampai hari ini. Sudah berjuang juga nawarin bantuan ke temen-temen yang belum selesai skripsinya. Terima kasih ya, Tyani, kamu nggak menyerah pada dirimu juga pada teman-temanmu.

Terima kasih ya, Tyani, meski lelah, meski rasanya sesak dan ingin menghilang saja, meski berat, meski rasanya selalu ingin menangis, terima kasih ya Tyani, sudah mengusahakan tersenyum, bertemu orang yang tidak ingin kamu temui, mendorong orang untuk nggak menyerah. Terima kasih ya Tyani sudah mau terbuka sama orang.

Aaah, terima kasih ya, Tyani.

You deserve my thanks. Maaf ya, Tyani, selama ini nggak pernah berterimakasih sama diri sendiri.

even if there's no one thank you, I'll be the one who thanked you. Okay?


Senin, 29 Januari 2018

Rendah Diri

Jangan-jangan, sebenarnya yang merusak diri kita adalah diri kita sendiri; dengan kerendahan diri ; kita; dengan kecurigaan kita pada orang; dengan prasangka-prasangka buruk pada diri kita sendiri.

Aaah, kita benar-benar belum bisa menghargai diri sendiri. Memangnya siapa yang akan menyayangi diri ini kalau bukan kita sendiri?

Aah, sayang. Ya, sayang ... sayang sekali; padahal bahagia itu hak kita bersama. Disayangi itu hak kita bersama. Dicintai itu hak kita bersama.

Tapi bahkan, diri sendiri saja tidak menyayangi badan dan jiwanya. Lantas, apa orang lain bisa menyayangimu yang seperti itu?

Mari bertanya pada diri sendiri. Agar kita belajar caranya mencintai diri sendiri.

Selamat menyelami pikiran dan hati kembali, tyani.

NHW #1: Tentang Belajar

Kalau boleh cerita sedikit, saya adalah mahasiswi kedokteran semester 11 yang baru saja menyelesaikan skripsi. Saya bahkan baru akan masuk pendidikan profesi (dokter muda/koas), sementara teman-teman saya sudah hampir menyelesaikannya. Saya memiliki tingkat cemas yang mungkin lebih tinggi dibanding orang biasanya. Suatu waktu, saya pernah didiagnosis dengan social anxiety, suatu gangguan mental minor, di mana seseorang mengalami kecemasan berlebihan jika berhadapan dengan orang lain.

Sekitar satu semester sebelumnya, saya didiagnosis dengan depresi sedang-berat. Saat episode depresif berlangsung, saya setiap malamnya tidak dapat memejamkan mata saya pun mengistirahatkan pikiran saya. Setiap malamnya pula saya berpikir untuk bunuh diri.Kalau hari ini saya masih utuh jiwa dan raga, tidak lain dan tidak bukan itu atas izinnya Allah. Hanya kebaikannya Allah saja yang bisa membuat saya bernafas hingga hari ini.

Sebelum episode depresi itu terjadi, ada banyaaaak sekali hal yang ingin saya pelajari. Saya ingin belajar menyetir mobil, saya ingin memperlancar bahasa inggris saya yang belepotan, saya ingin belajar coding, saya ingin belajar webdesain dan html. Tapi rupanya, saya depresi, semua itu hilang begitu saja. Semua keinginan saya menguap setiap harinya selama malam-malam di mana saya berjuang melawan kenginginan saya untuk mengakhiri hidup saya.

Maka, saat saya mendaftar IIP batch 4, saya sebenarnya ingin sekali belajar. Saya suka sekali menulis. Tapi, saat itu saya sedang recovery dari periode depresif. Dan untuk bercerita, menulis, belajar, saat itu sangat berat buat saya. Yang seharusnya ini menjadi sesuatu yang menyenangkan, malah jadi beban mental untuk saya.

Time flies. Satu tahun saya pelan-pelan mencoba mengembalikan diri saya. Dalam masa recovery itu, saya berhasil menyelesaikan skripsi saya yang tertunda dalam waktu yang sangaaaaat lambat. Tapi rasanya, untuk mnegerjakan satu hal saja, sudah menguras banyak energi saya. Karena saya tipikal orang introvert, alhasil untuk mengembalikan energi itu, saya lebih menyendiri, menghindari orang-orang.

Lalu, hari ini, saya kembali masuk ke dalam kelas matrikulasi IIP. Dan hari ini pun, saya masih membangun semangat untuk belajar lagi. Saya ingin belajar, meski hingga hair terakhir pengumpulan NHW ini saya belum terpikir secara spesifik apa yang saya ingin pelajari. Saya di sini ingin menimbun semangat, bersama dengan para ibu yang bersemangat dalam belajar.

Tapi ada satu hal yang sangat saya ingin pelajari dan lakukan hari ini. Saya ingin belajar berani. Berani menyapa, berani menjawab, berani berbicara, berani menginginkan sesuatu. Iya, keberanian yang hilang bersamaan dengan timbulnya kecemasan saya (yang membuat saya didiagnosis social anxiety). Lalu dengan keberanian ini, saya ingin punya keberanian-keberanian yang lain untuk bermimpi setinggi-tingginya.


Yogyakarta, 29 Januari 2018

Minggu, 28 Januari 2018

Tidak Ada Bunga Hari Itu

Tipikial perempuan, pasti akan senang jika mendapt sebuket bunga, saya pun. Sayangnya hingga menginjak usia 23 tahun, buket yang dinanti itu tidak pernah datang di saat yang dinantikan.

Waktu seorang teman wisuda bulan Februari 2016, saya turut meramaikan di Gedung Sabha Pramana bersama teman-teman lain. Merencanakan bunga dan hadiah macam apa yang akan kita berikan. Saat setelah keramaian terjadi, saya ingat sekali saya bilang, "Aah, nanti siapa ya yang akan datang di wisuda, pendadaran saya? Sebenernya saya takut tidak ada yang menanti saya di luar sana. Tidak ada pula yang memberi hadiah atau bunga sebagai bentuk tanda -minimal- 'saya pernah kenal kamu'."

But that's it.

Berbulan-bulan setelahnya. Tepatnya 20 November 2017, saya jalan sendiri ke kampus. Membawa makanan untuk dosen yang akhirnya tidak dimakan. Saya sekarang menyesal hari itu saya tidak membawa bunga untuk saya sendiri, karena hari itu benar-benar tidak ada bunga. Tidak ada selebrasi.

Sengaja saya tidak mengatakan apapun pada siapapun. Bukan apa-apa, agar hati yang lemah ini tidak berekspektasi apapun pada apapun atau siapapun. Sehingga jika memang tidak ada selebrasi hari itu, tidak apa. Saya merayakannya sendiri, dengan es krim, dengan perjalanan. Jika memang tidak ada bunga hari itu, tidak apa. Karena, meski menginginkannya, saya tahu hal itu tetap tidak akan ada. Terutama jika mengingat saya seharusnya sudah sidang 2 tahun lalu, dan pada hari itu semua teman saya sudah koas. Dan saya sudah pasa lembaga.

Aah, saya ternyata memang tidak punya teman ya? haha.

Tapi tidak apa, saya akan berteman dengan diri saya sendiri. Agar saya ingat bahwa yang bisa mendukung hidup saya cuma saya sendiri. dan yang bisa menarik diri saya dari keterpurukan juga cuma diri saya sendiri.

Tidak apa. Karena saya kuat, meski saya sendiri. Saya harus kuat.

Hilang

Aku harus menyusun semua dalam tatanan yang rapih. Tapi entah mengapa rasa cemasku menggusur semuanya. Aku cemas kenapa? Aku kenapa cemas? Rasanya resah.

tik tok tik tok tik tok.

Aah, aku ingin mengakhiri semua kecemasan ini. :(

Aku ingin berharap, tapi aku harus menghilangkan semua harapan tidak jelas yang hanya akan membuatku cemas. Aku tidak ingin kepentok ekspektasi kemudian tidak antisipasi terhadap realita. Aaah, aku ingin menghilang saja.

Tidak bolehkah?

Rasaya aku nyaman dalam persembunyiannyaku.

Aku takut bertemu orang. Aku takut mengganggu. Aku takut menjadi orang yang annoying. Aku kehilangan diriku dalam ketakutan ini.

Aah, aku sudah hilang.

Dulu sekali, rasanya, aku takut untuk hilang dari ingatan orang.
Tapi, kini apa yang perlu ditakutkan? Toh, aku memang tidak punya siapa-siapa.
Toh aku memang tidak ada di ingatan siapa-siapa.

Jadi, bolehkah aku menghilang saja?

Sabtu, 27 Januari 2018

Support

Biasanya, di saat di mana aku paling membutuhkan dukungan, di saat itu pula aku harus berjuang sendirian.

will there another round for crying week? :(
Apa yang ada di dalam hati, orang tidak tau. Tapi ironisnya, seringkali yang di dalam hati itu tercermin dalam setiap gerak tubuh. Sekecil apa pun.

Jumat, 26 Januari 2018

그리움만 쌓이네 - 나연

The Anxiety Within Me

Lately, I've been regretting a lot. I missed a lot of opportunity. I tend to procrastinate everything.

Aah, the anxiety is killing me slowly.

I want to be brave. I want to take the opportunity. I want to keep walking, keep running, even if I'm alone. Can't I?

Would they call me inconsiderate if I left them behind me.

I want to run. I want to fly as high as other, or even higher.

It's been so long since my heart beats fast, like when i joined a competition or making a story. I've been longing for that feeling.

Aah ... I want to get rid this anxiety.

will the opportunity come to me?

Mengalahkan Ketakutan dan Kecemasan

Ya Allah, bantu aku.

Bantu aku untuk mengalahkan kecemasan dan ketakutan ini.
Ya Allah, genggam tanganku agar hilang semua keraguanku.
Ya Allah, aku benar-benar takut, benar-benar cemas.

Ya Allah, kumohon, peluk aku dalam kecemasanku, agar tumbuhlah yakinku akan segala takdir-Mu.

Lately

Lately I've been so scared for writing something. It seems I'm having paranoia for being watched or talked. That's why I decided to make my blog private, so that I still can write my thought.

I thought so ..

But, it seems I'm afraid of my own thought. I'm afraid that I will find myself worse. I'm afraid to admit my own feelings. Thus, I'm afraid that people my know what lies in my heart and my head.

I'm sorry for being worse. I'm sorry for not being better. I;m sorry for being ugly. I'm sorry, myself, for having this anxiety and inferior complex.

I, actually, wanted to life beautifully. I wanted to be a beautiful girl, physically, spiritually, mentally.

Can I?

Rabu, 24 Januari 2018

Halo (lagi) dan (mungkin) Selamat Tinggal

Sudah tujuh tahun tahun saya bersama blog ini. Bersama nama pena fatiyatul islam juga. Blog ini, meski isinya banyak tidak bermanfaatnya, dan bukan dibuat untuk tujuan berbagi, tapi saya sangat sangat sangat sangat sayang dan menyukai blog ini. Blog yang isinya hanya sampah ini. Saya banyak menuangkan perasaan saya di sini, juga kesukaan saya untuk berceerita. Saya sangat suka bercerita, hingga kayaknya kalo temenan sama saya, orang bisa bosen dengerin saya ngebawel. Jadilah bog ini tempat pelarian bagi cerita-cerita di otak saya yang segan saya ceritakan ke orang karena takut mengganggu. Blog ini ada untuk saya. Semacam forum diskusi saya dengan diri saya sendiri. (Haha).

Aah, saya sangat suka menulis. Suka sekali. Hingga ketika saya dalam kondisi cemas dan mendadak gagu untuk menulis, rasanya sedih. Saya ingin sekali menulis, tapi kecemasan saya lebih kuat daripada keinginan saya.

But, lately I've been worrying a lot. Memasuki usia 20an, rasanya saya jadi lebih mencemaskan banyak hal. Karenanya, saya jadi kehilangan banyak momen, banyak waktu yang (mungkin seharusnya) menyenangkan.

Pada dasarnya, saya memang orang pencemas. Ada gen-gen pencemas yang diturunkan kepada saya. Lalu kemudian ditambah faktor lingkungan, jadilah pencemas ini jadi sifat, attitude, atau sejenisnya.

Saya kira, saat saya di Assalaam adalah waktu-waktu paling mencemaskan yang saya alami. Harus bangun sebelum shubuh untuk kemudian ke masjid, harus sekolah jam sekian, harus ke masjid dzuhur jam sekian dan seterusnya dan seterusnya. Meski sampai kelas 3 MTs di sana pun, saya masih sering merasa cemas dengan pengaturan waktu-yang seharusnya sudah familiar itu. Dan di Assalaam, sejujurnya, saya nggak punya banyak temen. Hanya beberapa orang yang saya deket, benar-benar bisa dihitung jari.

Tapi, yang menyenangkan dari usia SMP adalah, yang saya khawatirkan hanya tentang belajar, tentang nilai, tentang prestasi, juga tentang ibadah. Dan karena saya di pondok termasuk anak yang lurus dan dulu merasa nggak butuh kenal dengan santriwan di gedung seberang, jadi sebenarnya saya termasuk yang hidupnya adem ayem. Saya minim pelanggaran, tapi minim prestasi juga. Minim temen juga (kok sedih ya, haha).

Waktu di IC, saya agak sedikit lebih santai, karena peraturannya lebih mengalir tanpa paksaan. Jam-jamnya pun tidak sehectic di Assalaam. Hanya saja, di IC, pasti tiap tahun mengalami yang namanya cemas-takut tidak lulus.

Tapi karena terbiasa di lungkungan yang teratur dan homogen, masa-masa di kuliah jadi lebih berat buat saya. Ada banyak unexpected moment, unexpected person, dan unexpected-unexpected lainnya. Saya jadi ;ebih sering cemas. Ditambah lagi ada faktor dari keluarga juga.

And it even worse for the past 3 years. Ketika usia saya berubah dari belasan menjadi dua puluhan, rasanya uwah. Dan ternyata ada lebih banyak kejutan di usia-usia ini, yang ternyata, secara mental, saya nggak cukup kuat. Hingga puncaknya, sekitar bulan november 2016, di mana saya mengalami menta breakdown yang sangat parah. Dan ternyata di tahun setelahnya itu tidak langsung membaik. Saya jadi lebih sering menarik diri dari kehidupan sosial saya.  -literally menarik diri. dari dunia nyata maupun dunia maya.

Belakangan saya merasa paranoid. Sepertinya saya harus menenangkan diri dari dunia maya, dan mulai kembali bersosialisasi. Jadi, saya bepikiran untuk, either menutup blog ini atau membuatnya menjadi pivat dalam waktu dekat. Supaya saya menulis tanpa takut dilihat orang lain. Karena belakangan saya benar-benar merasa paranoid dengan semua kecemasan saya ini.

Supaya paling tidak saya menulis lagi, meski tidak terpublish. Supaya paling tidak saya punya keberanian lagi untuk menjelajah ke dalam pikiran dan hati saya.

Jadi untuk sementara waktu, hingga saya kembali menjadi baik-baik saja, selamat tinggal. :)

Jumat, 05 Januari 2018