Selasa, 27 Februari 2018

Kamis, 08 Februari 2018

Terima kasih tyani, this is for the best choice. dilepaskan dulu satu-satu, mari berbenah diri, mari menjadi lebih baik. Agar ke depannya, kamu bisa jadi murobbi yang lebih baik lagi. :)

Selasa, 06 Februari 2018

mari bahagia
mari bahagia
mari bahagia
mari bahagia
mari bahagia

mari berani
mari berani
mari berani
mari berani
mari berani

you deserve to be happy
you deserve to be happy
you deserve to be happy
you deserve to be happy
you deserve to be happy

Berani

Ya Allah, aku ingin keberanian
:)

mari bahagia, mari tersenyum.
Aku ingin keberanian.

Tempat untuk pulang

aku menginginkan tempat untuk pulang. Aku ingin pulang, tapi entah ke mana.

Hari ini, aku sungguh tidak punya tempat untuk pulang.
Tidak di rumah.
Tidak di kontrakan.
Tidak di Salatiga.
Tidak di Liqoan
Tidak di forsalamm
Tidak di FLP.

Ah, aku ingin pulang.

Senin, 05 Februari 2018

I got panic attack as soon as I got up from sleep because of message from a friend about yudisium, while I haven't submitted my thesis yet.I wanted to get rid the anxiety, but i can't. Even if i tried to go back to sleep, i just can't. I felt restless.

At a time like this, I thought that no one besides me. And it scared me even more.

I wanted to tell someone, that i scared. But, I was afraid that others will be annoyed. And decided to keep it for myself.

I.A.M.S.C.A.R.E.D
P.L.E.A.S.E.H.E.L.P.M.E

please help me, someone.
siapapun boleh, aku ingin uluran tangan.
Ya Allah, berikan aku keberanian, berikan aku kekuatan.
Ya Allah genggam kecemasanku, agar cemasku karena diri-Mu, bukan karena yang lain.

Ya Allah, aku cemas. aku cemas.

Minggu, 04 Februari 2018

Keberanian

Pinjami aku keberanian, tolong.
Aku ingin berani.

Nonton Reality Show Korea

Aku jadi tau kenapa aku belaknagan jadi suka banget nonton reality show korea. Karena aku jadi punya alasan untuk tertawa.

cemas dan egois

cemasnya datang tiba-tiba, tanpa notifikasi kapan akan datang, juga kapan akan pergi. kadang akhirnya menjadi lebih cemas lagi ketika nggak tahu kapan cemas ini akan hilang, atau nggak tau cemas ini kenapa. WHy? WHy? WHY?

Aaah, meski berteriak, tapi rasanya memantul balik.

Aah, aku ingin didukung. Kenapa aku harus mendukung orang?
Aku ingin dibantu? Kenapa aku harus terus membantu orang, sementara aku juga punya masalah. Aku juga ingin dibantu. Aku juga ingin didukung.

Aaah, aku capek. Aku lelah, Ya Allah. Aku ingin dukungan-Mu. Ya Allah, jagan tinggalkan aku dalam kecemsan yang tak berujung ini.