November tahun ini, saya berjuang menyelesaikan stase obgyn yang luar biasa. Luar biasa jaganya (sekali shift 30 jam), luar biasa konsulen-konsulennya, luar biasa tugas-tugasnya, dan sudah barang tentu luar biasa capeknya -fisik maupun mental. it took so much energy just to wake up in the morning, and then went straigth to the hospital to have morning shift. Saya, mungkin selama koas 6-7 bulan ini, paling banyak nangis ya pas obgyn ini. (nggak tau ya besok-besok gimana, hehe). terus udah gitu masih mikir, 'kok ada ya orang masih mau jadi spesialis obgyn?' wkwkw -ini mah emang dasar saya nya aja yang males wkwkw.
Di November-november sebelumnya, saya nggak menyangka saya ada di tahap ini. Masuk koas, ketemu temen-temen baru. Kesulitan mencari jadwal liqo. Pulang dari RS langsung tidur. Kadang-kadang saya masih merasa ini nggak nyata. Kehidupan koas saya seperti masih di angan-angan.
November tahun sebelumnya, di tanggal-tanggal segini saya sedang sibuk menyiapkan seminar hasil, kemudian sidang skripsi seminggu setelahnya, dan revisi-revisi. Sidang-yang saya nggak bilang siapa-siapa selain Allah dan afifah (wkwk). Saya bahkan nggak bilang ibu bapak dan keluarga, just because-kalau saya bilang, saya takut orang-orang akan mulai bilang, 'santai aja, tyani, besok tuh bakal ... bla bla bla ..' atau saya takut orang-orang akan mulai meledek 'ciee yang mau sidang' dsb dsb, yang akan bikin saya kepikiran banget kalo saya mau sidang lalu setelahnya koas. And that's why saya baru bilang-bilang dan mengumumkan ke orang-orang justru setelah saya selesai sidang. itupun ke orang-orang kontrakan, ke temen liqo, sama ke keluarga aja. Jadi masih banyak yang tanya, meskipun setelah sidang, 'Tyani, apa kabar skripsinya?' lalu saya bisa jawab, 'Alhamdulillah, baik.'
November sebelumnya lagi, saya sedang berjuang melawan kecemasan yang berlebihan akan skripsi saya yang nggak maju (dan ditambah kecemasan-kecemasan terkait organisasi, jabatan, dan lain sebagainya juga) yang membawa saya pada pengalaman berharga yang saya nggak mau ngulangin lagi : Depresi. Meski depresi ringan, tapi nggak ringan untuk yang menjalankan. di malam-malam di mana saya jatuh tertidur cepat dengan harapan saya nggak terbangun malamnya, tapi justru sebaliknya. Saya bangun satu jam sejak saya tidur, kemudian tidak bisa tidur lagi hingga pagi. di jam-jam di mana saya terbangun itulah dimana pikiran-pikiran negatif masuk tanpa filter.
it was scary. Dan kalau bisa, tidak usah terulang lagi.
di November-november sebelum tahun ini, saya benar-benar tidak berani memikirkan bahwa saya sedang koas, menjalani keseharian di rumah sakit dalam kondisi tertekan.
Tapi kenyataannya hari ini, November tahun ini : saya sedang koas, dalam kondisi tertekan setiap harinya di rumah sakit, but it's okay. it's okay.
ps : saya menantikan november-november lainnya di tahun-tahun berikutnya. tidak ada maksud khusus sebenarnya tentang november, tapi entah kenapa ada banyak kejadian di bulan november.
Tampilkan postingan dengan label skripsi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label skripsi. Tampilkan semua postingan
Rabu, 14 November 2018
Selasa, 07 November 2017
[Saya dan Mbak S] Memori #3
ini omurice. Jelas bukan saya yang bikin. Saya mah cuma bisa masak emih pake telor, ato goreng-goreng makanan instan macam sosis atau nugget wkwk. Saya tuh susah banget makan, lebih tepatnya sering abai sama makan. Tapi temen saya satu kamar di kontrakan Baytul Quds part 2 (iya part 2, pas rumahnya masih di jalan sulawesi), namanya Nisa selalu jadi orang yang ngeladenin aku di kontrakan soal makan memakan ini.
Sebenarnya saya nggak expect sampai sering dimasakin sama Nisa gitu. Tapi kayaknya Nisa nya yang sangat amat terlalu perhatian sama temen kamarnya ini. Bisa jadi dia juga yang paling sering nanyain, 'Ty, udah makan?'
Y Rabb, Allah tuh kurang baik apa coba sama saya? Dikasih temen-temen superb yang kayak gini T.T
Senin, 06 November 2017
[Saya dan Mbak S] Memori #2
Saya sempet donlot-donlotin foto-foto semacam ini, dipajang di hape, biar saya inget bahwa saya bisa menyelesaikan semua ini. Biar saya inget kalo saya sedang berjuang melawan banyak hal, dan menerima banyak hal.
Sabtu, 04 November 2017
[Saya dan Mbak S] Memori #1 : Jadwal
Ini adalah foto Jadwal yang dibikinin Nida'. Nida' ini temen sekamar saya sekarang, temen SMA dulu, temen sekampus juga. Temen ngereceh bareng. Berapa kali ya Nida' bikinin aku sama 'Afifah jadwal nykripsi, tapi ya cuma awal-awal jadwal aja yang berjalan, selebihnya aku kabur wkwk.
Terus nida' juga yang sering reminderin jadwalnya. e tapi terusan pas dia masuk statse koas besar, kita sesama lupa jadwal wkwk.
:)
Jumat, 11 Agustus 2017
Jakal dan Margonda
Belakangan, jakal mengingatkan saya pada jalanan margonda. Macet, penuh mobil, juga penuh motor. Terutama di jam-jam berangkat kerja dan sekolah juga pada jam-jam pulangnya.
Sekesal-kesalnya saya, meski saya badmood juga kalo udah macet di jakal, tapi rasanya saya jadi bisa bernostalgi tentang depok -yang udah lama tidak saya lihat. Meski jelas beda. kulturnya juga beda. but, somehow saya jadi kangen sama Depok.
Saya jadi ingat temen-temen IC yang kerja di jabodetabek, ya mereka-mau nggak mau-menikmati kemacetan jabodetabek, apalagi mereka berangkat dan pulang bersamaan. rush hour. Mau kesel atau badmood juga, gimana gitu? Orang udah jadi makanan tiap hari.
Kalau ada orang bilang, kok mau sih tinggal di jabodetabek? kan macet. Saya juga nggak tau harus jawab apa. Saya udah tinggal di sana sejak sebelum lahir. Jadi, saya menikmati Depok dan segala kemacetannya. Because it just what makes depok become depok. Dan itu berlaku pada semua jabodetabek.
Haha, mungkin karena saya nggak tinggal setiap hari di depok? Haha. Jadi saya bisa menikmati kemacetan Depok yang jarang banget saya nikmati. Saya jadi belajar, semakin terbiasa kita pada suatu keadaan, semakin kita tidak bersyukur. Eh, semakin sulit kita bersyukur. Misal, kita terbiasa makan enak, terus karena setiap hari kita makan enak, seringkali kitanya jadi luput untuk bersyukur akan makanan yang kita makan setiap hari itu.
Dari situ juga saya jadi paham kenapa Allah menyuruh orang muslim untuk hijrah, Rasulullah mencontohkan, ulama terdahulu pun. Karena berdiam pada suatu kondisi dalam jangka waktu lama membuat kita jadi nyaman pada kondisi itu, dan bisa bikin kita jadi luput untuk mensyukuri hal-hal kecil.
Ah, saya rindu depok.
Sekesal-kesalnya saya, meski saya badmood juga kalo udah macet di jakal, tapi rasanya saya jadi bisa bernostalgi tentang depok -yang udah lama tidak saya lihat. Meski jelas beda. kulturnya juga beda. but, somehow saya jadi kangen sama Depok.
Saya jadi ingat temen-temen IC yang kerja di jabodetabek, ya mereka-mau nggak mau-menikmati kemacetan jabodetabek, apalagi mereka berangkat dan pulang bersamaan. rush hour. Mau kesel atau badmood juga, gimana gitu? Orang udah jadi makanan tiap hari.
Kalau ada orang bilang, kok mau sih tinggal di jabodetabek? kan macet. Saya juga nggak tau harus jawab apa. Saya udah tinggal di sana sejak sebelum lahir. Jadi, saya menikmati Depok dan segala kemacetannya. Because it just what makes depok become depok. Dan itu berlaku pada semua jabodetabek.
Haha, mungkin karena saya nggak tinggal setiap hari di depok? Haha. Jadi saya bisa menikmati kemacetan Depok yang jarang banget saya nikmati. Saya jadi belajar, semakin terbiasa kita pada suatu keadaan, semakin kita tidak bersyukur. Eh, semakin sulit kita bersyukur. Misal, kita terbiasa makan enak, terus karena setiap hari kita makan enak, seringkali kitanya jadi luput untuk bersyukur akan makanan yang kita makan setiap hari itu.
Dari situ juga saya jadi paham kenapa Allah menyuruh orang muslim untuk hijrah, Rasulullah mencontohkan, ulama terdahulu pun. Karena berdiam pada suatu kondisi dalam jangka waktu lama membuat kita jadi nyaman pada kondisi itu, dan bisa bikin kita jadi luput untuk mensyukuri hal-hal kecil.
Ah, saya rindu depok.
Kamis, 02 Februari 2017
Cerita Skripsi : Membaca dan Menulis
Menulis itu perkara apa yang ia baca.
.
.
Kalau membaca saja tidak mau, bagaimana mau menulis?
***
Ini ceritanya sedang merenungkan keyword seperti apa yang harus dipakai supaya bisa dapet jurnal atau bacaan yang tepat.
.
.
Kalau membaca saja tidak mau, bagaimana mau menulis?
***
Ini ceritanya sedang merenungkan keyword seperti apa yang harus dipakai supaya bisa dapet jurnal atau bacaan yang tepat.
Rabu, 01 Februari 2017
Selasa, 31 Januari 2017
Minggu, 29 Januari 2017
Selasa, 17 Januari 2017
Ketakutan
Setiap orang punya ketakutannya masing-masing.
Yang belum lulus, takut menghadapi ujian, takut menghadap dosen, takut kalau tugas tidak selesai, takut kalau hari esok datang tapi skripsi belum juga ada progress, takut tidak lulus, dan takut-takut lainnya.
Yang sudah lulus, takut menghadapi lingkungan baru, takut menghadapi orang baru, takut nggak dapet kerja, takut kinerja tidak sesuai ekspektasi, dan takut-takut lainnya.
Semuanya takut. Semuanya punya ketakutannya masing-masing. So, it will be fine. Karena yang punya perasaan itu banyak. Yang senasib dan sepenanggungan banyak.
Yang belum lulus, takut menghadapi ujian, takut menghadap dosen, takut kalau tugas tidak selesai, takut kalau hari esok datang tapi skripsi belum juga ada progress, takut tidak lulus, dan takut-takut lainnya.
Yang sudah lulus, takut menghadapi lingkungan baru, takut menghadapi orang baru, takut nggak dapet kerja, takut kinerja tidak sesuai ekspektasi, dan takut-takut lainnya.
Semuanya takut. Semuanya punya ketakutannya masing-masing. So, it will be fine. Karena yang punya perasaan itu banyak. Yang senasib dan sepenanggungan banyak.
Senin, 16 Januari 2017
meng-uninstall corel
akhirnya coreldraw dan kawan-kawan corel lainnya saya uninstall -demi-untuk-laptop-yang-tidak-lemot. *Tapitetepajanggakrelamenguninstalladobecreativesuitenya*
sedih sebenernya. Tapi kalo ga meng-uninstall program berat ini nanti laptopnya lemot mulu, nanti skripsinyanggakdikerjainterusdenganalasanlaptoplemot.
T.T
Apakah ngaruh?
.
.
Yah, lumayanlah
Senin, 29 Agustus 2016
Wis, udah : Refleksi Mahasiswa Tingkat Akhir #1
Rentang periode Agustus-September ini, nggak cuma satu dua orang teman saya yang telah menyelesaikan studi sarjana satunya. Alhamdulillah wa baarakallah. Semoga ilmunya berkah, bagi dirinya, juga bagi orang lain. Saya -yang sudah mulai kehilangan semangat untuk kuliah dan menyelesaikan studinya ini, mau nggak mau keseret-seret untuk segera menyelesaikan tugas akhir karena gemes ditanyain mulu, "Kamu sih kapan wisuda?" atau bahkan ada yang ngasih selamat, meski skripsi belum tersentuh sejak seminar proposal beberapa bulan lalu, "Selamat ya Kak ..." terus dilanjutin, "Selamat siang .." -______-
Memang, kondisi dimana kita sudah-nggak-ada-kelas-lagi-dan-tinggal-ngerjain-tugas-akhir sebenarnya adalah kondisi berbahaya, terutama buat saya. Begitu ada jam-jam kosong, rasanya pengen dipenuhin, dengan les ini, les itu, ikutan nyantri di sini dan sebagainya -sebagai kompensasi waktu yang saya sulit dapatkan selama masa kuliah yang padat dan penuh reschedule.
Tapi, ya gitu, ketika waktu-waktunya sudah dipenuhi, justru, skripsi ini nggak kepegang. Kadang saya berpikir, kenapa segitu susahnya ngerjain skripsi, sementara saya suka banget nulis. Kenapa segitu susahnya ngerjain skripsi, sementara, saya merasa segitu menyenangkannya mengerjakan karya tulis ilmiah waktu MTs dan MA (iyakah? haha). Dan, meski seringkali kesulitanya itu sebenarnya datang dari diri sendiri yang kurang baca, plus menunda-nunda; tapi kadang-kadang malah jadi menyalahkan yang lain, dosennya beginilah, topiknya lalalili lah dan seterusnya, dan seterusnya.
Padahal, kata Bapak, "Semakin ditunda akan semakin berat,"
well said. Memang begitu ternyata, semakin saya menunda, semakin semakin semakin berat terasa. (tapi tetep aja nggak dikerjain, wkwkwk).
Sebenernya masih pengen nulis banyak seputar ini sih. Tapi malah ngebundet di pikiran. wis, udah, pokok e dikerjakan sik ....
Memang, kondisi dimana kita sudah-nggak-ada-kelas-lagi-dan-tinggal-ngerjain-tugas-akhir sebenarnya adalah kondisi berbahaya, terutama buat saya. Begitu ada jam-jam kosong, rasanya pengen dipenuhin, dengan les ini, les itu, ikutan nyantri di sini dan sebagainya -sebagai kompensasi waktu yang saya sulit dapatkan selama masa kuliah yang padat dan penuh reschedule.
Tapi, ya gitu, ketika waktu-waktunya sudah dipenuhi, justru, skripsi ini nggak kepegang. Kadang saya berpikir, kenapa segitu susahnya ngerjain skripsi, sementara saya suka banget nulis. Kenapa segitu susahnya ngerjain skripsi, sementara, saya merasa segitu menyenangkannya mengerjakan karya tulis ilmiah waktu MTs dan MA (iyakah? haha). Dan, meski seringkali kesulitanya itu sebenarnya datang dari diri sendiri yang kurang baca, plus menunda-nunda; tapi kadang-kadang malah jadi menyalahkan yang lain, dosennya beginilah, topiknya lalalili lah dan seterusnya, dan seterusnya.
Padahal, kata Bapak, "Semakin ditunda akan semakin berat,"
well said. Memang begitu ternyata, semakin saya menunda, semakin semakin semakin berat terasa. (tapi tetep aja nggak dikerjain, wkwkwk).
Sebenernya masih pengen nulis banyak seputar ini sih. Tapi malah ngebundet di pikiran. wis, udah, pokok e dikerjakan sik ....
Selasa, 14 Juni 2016
Bingung Mau Menulis
Saya bingung mau menulis apa. Akhirnya saya menulis seperti ini saja. Menyampah dulu, siapa tahu nanti-nanti ada beneran yang bisa saya tulis. Saya kalau sedang stagnan seperti ini jadi inget saran dari para sesepuh di FLP jogja, tiap kali materi kepenulisan dengan beliau-beliau ini. Beliau-beliau ini selalu bilang, "ya kalau bingung menulis sesuatu, tulis saja apapun. Bahkan kalau kalian bingung, tulis saja 'aku bingung nulis' dan seperti itu, nanti insyaAllah bakal ada aja sesuatu yang bisa ditulis"
Dan lagi-lagi, saya mengingat suatu tulisan yang saya baca di dasbor goodreads saya, (saya lupa sih ini sitasi dari siapa), bahwa menulis itu seperti air yang dialirkan dari keran. Selama kita tidak membuka kerannya, ya airnya tidak akan keluar. Selama kita tidak mulai menulis, ya, bisa jadi tidak ada sesuatu yang bisa ditulis. Jadi, kadang dalam menulis itu ada dua alasan : kita ada ide, lalu kita tulis atau kita menulis, maka kemudian ide itu hadir.
Seperti tulisan ini.
Tapi yang selalu saya heran, kenapa skripsi meskipun sudah dipandangi dan dipelototi dan mencoba membaca, tetap tidak ada ide untuk menulis ._.
Selamat berproses menjadi baik. Selamat berpuasa.
#29HariMenulisCinta
Ketinggalan. Tulisan hari Sabtu yang baru publish karena koneksi terbatas kemarin --"
Jumat, 29 Januari 2016
Menghindar
Hari in dua orang teman SMA saya pendadaran. Nida' sesama anak FK, dan satu lagi Isti, anak sasindo UGM. Doanya dan pertanyaannya pasti nggak akan berubah, 'Kapan ty nyusul pake item putih? Semoga disegerakan ya' ... Saya mengamini baik jahr maupun sirr dengan setulus hati, dengan keikhlasan (haha) ...
Mungkin memang doa-doa orang-orang yang sedang saya butuhkan. Doa-doa dan kalimat-kalimat yang bisa jadi pembangkit tenaga cinta (halah) buat menggerakkan seluruh jiwa dan raga saya buat bertahan di depan skripsi. Buat saya, mengerjakan karya tulis kayak gini, penelitian kayak gini harusnya udah bukan lagi masalah, karena sejak SMP bikin karya tulis macam skripsi gini udah saya lakuin.
Cumannya, saya baru sadar sejak saya terapi phobia dulu, kalau saya tipikal orang avoidance. Tipikal bocah-bocah yang doyan lari (dari kenyataan dan dari amanah) hahaha. Dan baru akan nggak lari ketika kepepet. Masalahnya mengerjakan skripsi itu nggak didetlen tanggal. Nggak dikejar dosen. Nggak ditekan siapa-siapa. Jadi, sayanya terlalu nyantai buat terus-terusan lari (dari skripsi).
Saya jadi inget, kakak saya pernah bilang, skripsi itu adalah ajang kita ngelawan diri kita sendiri. Ajang buat ngalahin hawa nafsu buat males-malesan, buat lari dari skripsi.
Tapi menghindar dari yang wajib itu mudah banget ya? haha *ketawa miris ceritanya
Yang susah adalah konsekuensinya. Konsekuensi ketika akhirnya harus ngerjain skripsi sendiri, konsekuensi makin stress ketika ngeliat satu per satu temen udah pendadaran, dan ternyata tersisa seorang diri yang belum pendadaran ... dan konsekuensi-konsekuensi lainnya.
terus, kenapa masih menghindar? (ceritanya nanya ke diri sendiri)
aaah, akhir-akhir ini jadi terlalu sering melegalkan pikiran-pikiran negatif yang mengganggu untuk melakukan ketidakbaikan, sepertinya ..
Mungkin memang doa-doa orang-orang yang sedang saya butuhkan. Doa-doa dan kalimat-kalimat yang bisa jadi pembangkit tenaga cinta (halah) buat menggerakkan seluruh jiwa dan raga saya buat bertahan di depan skripsi. Buat saya, mengerjakan karya tulis kayak gini, penelitian kayak gini harusnya udah bukan lagi masalah, karena sejak SMP bikin karya tulis macam skripsi gini udah saya lakuin.
Cumannya, saya baru sadar sejak saya terapi phobia dulu, kalau saya tipikal orang avoidance. Tipikal bocah-bocah yang doyan lari (dari kenyataan dan dari amanah) hahaha. Dan baru akan nggak lari ketika kepepet. Masalahnya mengerjakan skripsi itu nggak didetlen tanggal. Nggak dikejar dosen. Nggak ditekan siapa-siapa. Jadi, sayanya terlalu nyantai buat terus-terusan lari (dari skripsi).
Saya jadi inget, kakak saya pernah bilang, skripsi itu adalah ajang kita ngelawan diri kita sendiri. Ajang buat ngalahin hawa nafsu buat males-malesan, buat lari dari skripsi.
Tapi menghindar dari yang wajib itu mudah banget ya? haha *ketawa miris ceritanya
Yang susah adalah konsekuensinya. Konsekuensi ketika akhirnya harus ngerjain skripsi sendiri, konsekuensi makin stress ketika ngeliat satu per satu temen udah pendadaran, dan ternyata tersisa seorang diri yang belum pendadaran ... dan konsekuensi-konsekuensi lainnya.
terus, kenapa masih menghindar? (ceritanya nanya ke diri sendiri)
aaah, akhir-akhir ini jadi terlalu sering melegalkan pikiran-pikiran negatif yang mengganggu untuk melakukan ketidakbaikan, sepertinya ..
Rabu, 06 Januari 2016
Januari #2
Sepertinya, bulan januari tahun ini tidak seperti bulan januari lainnya, yang saya lewati dengan hahahihi di rumah adem ayem dan leyeh-leyeh.
Liburan kali ini, aturannya kuliah saya sudah kelar sejak desember lalu. Tapi saya memutuskan untuk tidak pulang. Membereskan remed-remed; membereskan OSCE kompre; membereskan skripsi -yang entah kenapa terasa nggak beres-beres. Dan membereskan hal-hal di luar akademik.
Bulan ini sepertinya akan jadi bulan dengan kebaperan tingkat dewa karena akumulasi stress di akhir kuliah. Hahaha. Bisa dilihat, akhir-akhir ini jadi lebih mudah emosi karena hal-hal kecil. Saya nggak akan heran kalo di bulan ini jerawat bisa akan tumbuh lebih banyak ketimbang biasanya. haha.
Meski kata Bapak jangan stress; tapi sulit sekali untuk mencerna kalimat itu untuk saat-saat ini. Itu seperti kamu dibilangin buat jangan nangis, tapi kamu udah nangis. yah begitulah ....
Sepertinya (lagi), januari kali ini akan jadi bulan yang panjang~
Semoga bisa menikmatinya dengan mensyukuri segala hal yang terjadi. Mensyukuri ketidaktahuan dan kebodohan karena tidak bertanya sebelumnya. Mensyukuri pengalaman menunggu dosen berjam-jam di depan lab. Mensyukuri setiap pembelajaran dari remed-remed. Mensyukuri proses pembalajaran OSCE kompre. Mensyukuri periode stress di bulan januari ini.
Semoga, saya tidak lupa bersyukur, tidak jengah bersyukur di tengah-tengah semua kehebohan agenda bulan ini. Sehingga di akhir nanti, apapun hasilnya, apapun yang terjadi, saya tidak kecewa terhadap diri saya.
Sehingga, di akhir nanti, ketika saya sudah diperbolehkan untuk pulang karena telah selesai semua urusan; saya bisa tersenyum dan mentertawakan hari-hari di bulan januari tahun ini :"
Aah, jangan lupa bahagia ...
Note ; akhir-akhir ini isi blognya memang hanya tentang ujian dan skripsi. Maklum mahasiswa tingkat akhir. Baper dengan segala hal terkait ujian dan skripsi. haha. Sudahlah, sudah, yudisium 1 sudah direlakan kok ~ haha
Bapak ; nggak papa dek, masih ada waktu-waktu lain untuk lulus. :" (well, semua bergantung pada apakah Allah sudah melihatmu siap untuk lulus)
Liburan kali ini, aturannya kuliah saya sudah kelar sejak desember lalu. Tapi saya memutuskan untuk tidak pulang. Membereskan remed-remed; membereskan OSCE kompre; membereskan skripsi -yang entah kenapa terasa nggak beres-beres. Dan membereskan hal-hal di luar akademik.
Bulan ini sepertinya akan jadi bulan dengan kebaperan tingkat dewa karena akumulasi stress di akhir kuliah. Hahaha. Bisa dilihat, akhir-akhir ini jadi lebih mudah emosi karena hal-hal kecil. Saya nggak akan heran kalo di bulan ini jerawat bisa akan tumbuh lebih banyak ketimbang biasanya. haha.
Meski kata Bapak jangan stress; tapi sulit sekali untuk mencerna kalimat itu untuk saat-saat ini. Itu seperti kamu dibilangin buat jangan nangis, tapi kamu udah nangis. yah begitulah ....
Sepertinya (lagi), januari kali ini akan jadi bulan yang panjang~
Semoga bisa menikmatinya dengan mensyukuri segala hal yang terjadi. Mensyukuri ketidaktahuan dan kebodohan karena tidak bertanya sebelumnya. Mensyukuri pengalaman menunggu dosen berjam-jam di depan lab. Mensyukuri setiap pembelajaran dari remed-remed. Mensyukuri proses pembalajaran OSCE kompre. Mensyukuri periode stress di bulan januari ini.
Semoga, saya tidak lupa bersyukur, tidak jengah bersyukur di tengah-tengah semua kehebohan agenda bulan ini. Sehingga di akhir nanti, apapun hasilnya, apapun yang terjadi, saya tidak kecewa terhadap diri saya.
Sehingga, di akhir nanti, ketika saya sudah diperbolehkan untuk pulang karena telah selesai semua urusan; saya bisa tersenyum dan mentertawakan hari-hari di bulan januari tahun ini :"
Aah, jangan lupa bahagia ...
Note ; akhir-akhir ini isi blognya memang hanya tentang ujian dan skripsi. Maklum mahasiswa tingkat akhir. Baper dengan segala hal terkait ujian dan skripsi. haha. Sudahlah, sudah, yudisium 1 sudah direlakan kok ~ haha
Bapak ; nggak papa dek, masih ada waktu-waktu lain untuk lulus. :" (well, semua bergantung pada apakah Allah sudah melihatmu siap untuk lulus)
Rabu, 16 September 2015
Iri
Jarang-jarang saya buka timeline facebook. Dan hari ini atas dasar iseng dan bosan ditambah kosongnya jadwal kuliah, akhirnya saya membuka sosmed yang emang jarang saya buka itu. Jelas notifnya ga banyak, karena saya emang bukan orang penting dan jarang posting sesuatu di facebook. Saya scroll lah timeline facebook sampai time yang saya ga tau itu kapan, haha.
Ngeliat banyak banget foto wisudaanya kakak kelas juga temen-temen yang kuliahnya ambil D3, terus foto teman-teman yang habis dari negara inilah negara itulah, juga foto teman yang sedang beraktvitas kece di organisasi ini itu, atau yang habis KKN. Aah, iri rasanya melihat mereka.
Sementara semua orang bergerak melangakah dari tempatnya berdiri sekarang, sementara itu pula saya merasa bahwa saya tidak bergerak kemana-kemana. Hanya berdiri di tempat yang sama, dengan kegalauan yang sama, dan mungkin dilengkapi dengan rasa tidak bersyukur. Masih berusaha menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan yang kelewat cepat, meski tahu satu-satunya cara untuk menyesuaikan diri adalah juga dengan turut berubah, turut melangkah meninggalkan diri saya yang saat ini.
Sudah tahun keempat. Sudah mau lanjut ke jenjang studi berikutnya. Sudah bukan jamannya lagi galau tidak jelas yang bahkan tidak tahu galau kenapa dan solusinya apa, haha. Bergerak, Ty. Bergerak bersama perubahan yang lain. Meski harus menyeret langkah kaki atau merangkak, bergerak Ty. Bergerak meninggalkan diri yang hari ini menuju diri yang lebih baik.
Aku tahu kamu bisa, Ty.
*Semoga wisuda Mei 2016 bukan hanya wacana*
Ngeliat banyak banget foto wisudaanya kakak kelas juga temen-temen yang kuliahnya ambil D3, terus foto teman-teman yang habis dari negara inilah negara itulah, juga foto teman yang sedang beraktvitas kece di organisasi ini itu, atau yang habis KKN. Aah, iri rasanya melihat mereka.
Sementara semua orang bergerak melangakah dari tempatnya berdiri sekarang, sementara itu pula saya merasa bahwa saya tidak bergerak kemana-kemana. Hanya berdiri di tempat yang sama, dengan kegalauan yang sama, dan mungkin dilengkapi dengan rasa tidak bersyukur. Masih berusaha menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan yang kelewat cepat, meski tahu satu-satunya cara untuk menyesuaikan diri adalah juga dengan turut berubah, turut melangkah meninggalkan diri saya yang saat ini.
Sudah tahun keempat. Sudah mau lanjut ke jenjang studi berikutnya. Sudah bukan jamannya lagi galau tidak jelas yang bahkan tidak tahu galau kenapa dan solusinya apa, haha. Bergerak, Ty. Bergerak bersama perubahan yang lain. Meski harus menyeret langkah kaki atau merangkak, bergerak Ty. Bergerak meninggalkan diri yang hari ini menuju diri yang lebih baik.
Aku tahu kamu bisa, Ty.
*Semoga wisuda Mei 2016 bukan hanya wacana*
Rabu, 09 September 2015
Jas Koas
Hari ini teman-teman dari danus angkatan sudah mengumumkan jadwal fitting untuk jas koas. Jas koas loh. JAS KOAS. padahal ini masih pertengahan blok 4.1.
Ternyata koas benar-benar sudah di depan mata. Terus saya harus gimana?
yasudahlah nggak usah dijawab, nggak usah dipikir dijalanin aja. Maaf sedang sangat malas berpikir akhir-akhir ini dengan kabar ini itu yang berseliweran di otak tanpa bertemu penyelesaiannya.
Ternyata koas benar-benar sudah di depan mata. Terus saya harus gimana?
yasudahlah nggak usah dijawab, nggak usah dipikir dijalanin aja. Maaf sedang sangat malas berpikir akhir-akhir ini dengan kabar ini itu yang berseliweran di otak tanpa bertemu penyelesaiannya.
Selasa, 30 Juni 2015
Pesan yang Tidak Pernah Sampai
Pesan itu sebenarnya hanya pesan singkat yang mungkin hanya sepanjang sekian ratus karakter. Berisikan identitas pengirim juga tujuannya. Hanya saja, pesan itu tidak pernah sampai pada si empunya telepon seluler di belahan bumi lainnya. Entah berapa kali pesan itu dikirim ulang, dengan bahasa yang sama ataupun berbeda, dengan diksi dan rima yang sama ataupun berbeda, hasilnya tetap sama. Nihil. Pesan singkat itu tidak pernah sampai pada telepon genggam di seberang sana. Entah karena apa. Apakah cuaca mempengaruhi sampai atau tidaknya pesan itu? Apakah suasana hati si empu telepon genggam termasuk salah satu faktornya? Apakah Bulan Ramadhan mempengaruhi sinyal-sinyal untuk semakin melambat dalam mengirimkan pesan karena mungkin sinyal-sinyal itu sudah terlalu lelah diaktifkan selama 24 jam nonstop dari sahur hingga menunggu buka dan usai buka hingga sahur lagi. Yang mana?
Entahlah, yang jelas, pesan singkat itu tidak pernah sampai . . .
*Balada SMS yang tidak pernah sampai ke Dosen Pembimbing Skripsi, T.T ... yang juga tidak selalu stand by di Lab. Duh, dok ... saya harus gimana, euy? T.T
Entahlah, yang jelas, pesan singkat itu tidak pernah sampai . . .
*Balada SMS yang tidak pernah sampai ke Dosen Pembimbing Skripsi, T.T ... yang juga tidak selalu stand by di Lab. Duh, dok ... saya harus gimana, euy? T.T
Jumat, 26 Juni 2015
Kalau tau begini ...
Kalau tau jadinya akan begini, kemarin harusnya tidak usah sok-sok an daftar pondok,
Kalau tau jadinya akan begini, kemarin harusnya tidak perlu belagu dengan mengatakan igin menyelesaikan proposal skripsi,
Kalau tau jadinya akan begini, kemarin harusnya tidak perlu menunda kepulangan . . .
tapi, sekarang sudah terjadi, dan saya sudah jadi orang yang sok dan belagu . . .
Kira-kira, Allah masih mau 'melirik' saya yang sok dan belagu ini nggak ya?
Kalau tau jadinya akan begini, kemarin harusnya tidak perlu belagu dengan mengatakan igin menyelesaikan proposal skripsi,
Kalau tau jadinya akan begini, kemarin harusnya tidak perlu menunda kepulangan . . .
tapi, sekarang sudah terjadi, dan saya sudah jadi orang yang sok dan belagu . . .
Kira-kira, Allah masih mau 'melirik' saya yang sok dan belagu ini nggak ya?
Rabu, 24 Juni 2015
Menggarap Skripsi
-Kata Mas Iqbal, entah kapan lupa, sekitar tahun lalu saat beliau masih berjuang dengan skripsinya, dan berhasil lulus di bulan Agustus tahun lalu.Ngerjain skripsi itu adalah melawan diri sendiri.
Sekarang giliran saya.
Segera menyusul, Insya Allah. 2016.
Setelah itu, jas dokter muda menanti untuk dikenakan.
Semoga ada cerita yang lebih indah ketimbang hanya sekadar mengeluh di rumah ini. :)
Langganan:
Postingan (Atom)




