Awalnya judul ini gue dapetin di buku Teman Imaji-nya Kak Mutia Prawitasari. Ketika Kica, si tokoh utama diperingatkan oleh Kak Rasya agar jangan jatuh cinta pada ide tentang seseorang. Tapi, setelah kemaren ngerandom bareng anak kampus dan berujung pada nobar film Paper Town-nya John Green, gue jadi mengingat kalimat itu lagi.
Film Paper Town ini dengan cukup jelas menggambarkan kalimat yang gue pake sebagai judul. Jatuh cinta pada ide tentang seseorang. Film ini berkisah tentang Quentine yang biasa dipanggil Q dengan Margo, tetangganya yang baru. Bagaimana Q, laki-laki yang -sangat tidak mau terlibat masalah- jatuh cinta pada Margo -yang selalu tertarik akan misteri. Bagi Q, karena ketertarikan Margo akan misteri, ia menjadi bagian dari misteri itu. Bagi Q, Margo adalah misteri. Semua orang, termasuk Q memandang Margo sebagai sesosok gadis sempurna, yang sangat menikmati kehidupannya. Ia enjoy dengan petualangan-petualangan yang dibuat oleh dirinya sendiri. Ia melakukan perjalanan yang tidak pernah dilakukan oleh anak SMA dengan bahagia. Dan ia memiliki segalanya, teman, pacar, perhatian, populer. Semakin keduanya beranjak dewasa, semakin keduanya tidak pernah berbicara. Hingga suatu ketika Margo menyelinap diam-diam ke kamar Q melalui jendela. Memintanya menjadi partnert 'balas dendam' nya atas perselingkuhan pacarnya. Q tidak menyangka hari itu akan datang. Hari dimana akhirnya mereka berdua berbicara kembali.
Lalu, sehari setelah kejadian balas dendam itu, Margo menghilang. Entah kemana. Anehnya, ia meninggalkan petunjuk pada Q, kemana ia menghilang. Dari sanalah Q -dibantu oleh teman-temannya mulai mencari Margo dengan segala petunjuk yang ada. Di akhir cerita, akhirnya Q bertemu dengan Margo setelah memutuskan menunggu di Paper Town. Dan menyatakan cintanya pada Margo.
Tapi, Margo mulai perlahan menjelaskan ini itu yang membuat Q sadar bahwa, yang ia cintai adalah Margo yang ada dalam pikirannya. Yang ia cintai adalah ide tentang Margo yang ia bangun. Dan mungkin bukan Margo itu sendiri.
Begitu. Dan setelah dari sana, beberapa temen kecewa karena akhirnya gitu aja. Tapi menurut gue ceritanya bagus. Pemaknaannya bagus. Mungkin banyak yang mengangkat tema tentang cinta, either itu happy end atau sad end. Tapi, Paper Town nggak happy end, tapi juga nggak sad end. John Green membuatnya akhirnya menjadi adil. Adil untuk Margo yang ingin menemukan dirinya -yang bukan image yang ia bangun selama ini. Adil untuk Q yang akhirnya sadar bahwa ia bukan jatuh cinta pada Margo, tapi pada ide tentang Margo.
Mungkin, di kehidupan sehari-hari pun, nggak jarang terjadi. Yang namanya jatuh cinta pada ide tentang seseorang. Seringkali orang membangun image dalam dirinya sendiri tentang seseorang yang ia cintai secara berlebihan. Melebih-lebihkannya, menyimpannya dengan sangat rapih. Padahal jangan-jangan, orang yang kita cintai tidak benar-benar seperti apa yang kita bayangkan. Pada akhirnya, karena kita membangun image baik yang berlebihan itu, kita juga jadi membangun image diri kita yang bukan diri kita. Alias kita jadi -tidak-menjadi-diri-sendiri-saat kita mencintai.
Dan, lebih jangan-jangan lagi adalah, jangan-jangan jatuh cinta itu cuma ada dalam pikiran kita. Bukan hati kita ...
Ternyata, jatuh cinta itu tidak sederhana.
Tampilkan postingan dengan label tulisan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tulisan. Tampilkan semua postingan
Rabu, 28 Oktober 2015
Senin, 19 Oktober 2015
Cermin : Hening
Kita sama-sama terdiam. Sama-sama bingung harus memulai darimana pembicaraan kita.
"Jadi ..."
"Jadi ..." tanpa sengaja, kita berujar bersamaan, berniat dulu-duluan memecah kesunyian yang menyiksa. Tapi kemudian tak ada satu pun dari kita yang melanjutkan. Hening lagi. Kita sama-sama menunggu. Meski entah menunggu apa. Kita sama-sama terdiam. Meski entah karena apa. Kita sama-sama tidak berani memandang satu sama lain. Meski, kita tahu kita sama-sama merindu.
Hening masih belum pecah. Masih belum ada dari kita yang berniat untuk melanjutkan kata "Jadi" yang terucap tadi. Aku mengulum bibir. Ragu-ragu mau berbicara. Kamu pun gelisah, sedari tadi memutar-mutar jam tangan yang melingkar di lenganmu, kebiasaanmu sejak dulu jika sedang gugup.
Kita sama-sama gugup. Gelisah ingin bersuara. Gelisah ingin berbicara banyak hal. Mengobrol ini itu. Ngalor ngidul sampai jauh dari topik awal. Seperti dulu lagi.
Tapi kita masih sama-sama diam. Hening ini semakin menyesakkan, beriringan dengan suara detikkan yang tiada habisnya.
Kita sama-sama menunggu. Meski entah menunggu apa. Kita sama-sama menunggu keheningan ini pecah entah oleh apa saja, atau siapa saja!
Kita masih menunggu. Dan hening masih menggantung ...
Note :
tadinya mau di post pas ada lomba cermin di salah satu grup wa. tapi entah kenapa urung saya post di sana. Jadi saya post di sini saja. karena namanya cerita mini. Jadi ceritanya emang cuma segini. Bahkan saya aja ga tau maknanya apa. wkwkwkwk ....
"Jadi ..."
"Jadi ..." tanpa sengaja, kita berujar bersamaan, berniat dulu-duluan memecah kesunyian yang menyiksa. Tapi kemudian tak ada satu pun dari kita yang melanjutkan. Hening lagi. Kita sama-sama menunggu. Meski entah menunggu apa. Kita sama-sama terdiam. Meski entah karena apa. Kita sama-sama tidak berani memandang satu sama lain. Meski, kita tahu kita sama-sama merindu.
Hening masih belum pecah. Masih belum ada dari kita yang berniat untuk melanjutkan kata "Jadi" yang terucap tadi. Aku mengulum bibir. Ragu-ragu mau berbicara. Kamu pun gelisah, sedari tadi memutar-mutar jam tangan yang melingkar di lenganmu, kebiasaanmu sejak dulu jika sedang gugup.
Kita sama-sama gugup. Gelisah ingin bersuara. Gelisah ingin berbicara banyak hal. Mengobrol ini itu. Ngalor ngidul sampai jauh dari topik awal. Seperti dulu lagi.
Tapi kita masih sama-sama diam. Hening ini semakin menyesakkan, beriringan dengan suara detikkan yang tiada habisnya.
Kita sama-sama menunggu. Meski entah menunggu apa. Kita sama-sama menunggu keheningan ini pecah entah oleh apa saja, atau siapa saja!
Kita masih menunggu. Dan hening masih menggantung ...
Note :
tadinya mau di post pas ada lomba cermin di salah satu grup wa. tapi entah kenapa urung saya post di sana. Jadi saya post di sini saja. karena namanya cerita mini. Jadi ceritanya emang cuma segini. Bahkan saya aja ga tau maknanya apa. wkwkwkwk ....
Langganan:
Postingan (Atom)