Tampilkan postingan dengan label Gradiator. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gradiator. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Januari 2017

Amel :)



Meet @amelfirza !!! .
The busiest person in the world. Haha. Temen terbaek terketjeh tercintah tersayang di RumahKita :).


Hari ini Amel balik ke kampung halaman. Dia tidak lupa di halaman berapa kampungnya berada. Entah ke depannya apakah akan menetap di sana, hingga nanti beranak cucu atau akan kembali merantau.

Sedih sebenernya, pengennya ya semua tetep di jogja aja. Becanda kayak biasa pas kalo lagi kumpul, sampe lupa kalo barusan lagi badmood. Sedih sebenernya, karena satu per satu org bakal ninggalin jogja. Dan Amel sudah menyelesaikan segala urusannya di jogja lebih dulu, nyusul isti, nyusul ivan, ninggalin jogja. .
 
Saking sedihnya sampe nggak tau mau ngomong apalagi. Suka banget sama waktu2 yg aku habisin brg amel sejak di 204H, di kontrakan kolong jembatan itu sampe sekarang. Sukak banget pas liat amel rajin pake rok, jilbab didobel, dan masuk pondok (meskk cuma sekian bulan, hihi). Sukak banget sama @amelfirza. 

Sayang banget sama Amel. .

Mel, udahan mel pacarannya, nikah aja langsung.

Kayak gimanapun amel, kayak apapun amel, aku tetep sayang amel :)
Baik2 ya mel di pati. We'll miss you :*

Senin, 29 Agustus 2016

Berita Pernikahan

Menyambung, dan menyempilkan dari postingan sebelumnya tentang wisuda, ternyata di tengah hiruk pikuk kabar wisuda ini, ada kabar yang nggak kalah bahagia datang dari seorang teman. Dirinya akan menikah bulan depan. Sejak dua pekan lalu, kita-kita (gycen) yang di jogja sudah mulai menebak-nebak siapa yang akan menikah. mulai dari si A lah, si M, si M kedua wkwkwk .. tapi memang nggak ada yang bener. Pikiran kita seringkali melayang pada ukhti-ukhti jilbab lebar kalo terkait dengan 'menikah muda', pada kenyataannya temen saya yang mau nikah ini bukan tipikal 'ukhti-ukhti berjilbab lebar dan ikut halaqah pekanan'. wkwkwk ...

wallahu a'lam kenapa, tapi pun di kampus, di kalangan teman-teman yang nggak berjilbab bahkan,  juga acapkali 'mbak-mbak yang sering ikut halaqah dan rajin datang pengajian' itu terlabel dengan 'pasti menikah muda'. Jadi, asa ada berita yang mau nikah, kita-kita, yang halaqah ini sering jadi tertuduh yang menikah duluan. Padahal mah ya, ternyata saya dan beberapa teman yang halaqah ini, udah keduluan kok sama teman-teman yang lainnya. Saya yang kalem ini juga udah keduluan sama yang lebih petakilan daripada saya (temen Mts sih ini). Terus, orang-orang semacam Nikari-yang-biasa-menasehati-tentang-pernikahan juga udah dilangkahi sama orang-orang yang mungkin lebih memilih 'jalanin aja dulu pernikahannya' wkwkw.

weleh, malah jadi rasis. Saya salut dengan teman-teman yang sudah mampu memutuskan untuk menikah lebih cepat dari kebanyakan orang. Yang menikah sambil kuliah, ataupun yang menikah sembari koas (kayak temen saya yang akan menikah bulan depan ini). kuliah dan koas ini sendiri bukan hal yang mudah untuk dihadapi. Apalagi ditambah dengan rempah-rempah rumah tangga, yang juga pasti bukan hal yang mudah. Belum lagi yang sudah menikah, sambil kuliah, sambil organisasi, sambil kerja.

Dulu Fitri pernah tanya, yang saya juga nggak tau jawabannya apa, "Ty, gimana sih caranya tau kita siap nikah?" waktu itu saya jawab sembarang aja. Tapi mungkin, ketika kita siap nanti, akan tau sendiri. Ketika siap untuk memikirkan tidak hanya diri sendiri, tapi juga diri orang lain yang akan jadi pasangan kita, juga yang bakal jadi anak-anak kita nantinya. Saya juga nggak tau sebentuk siap menikah itu seperti apa. Kriteria umum dan khusus nya ada atau nggak. Tapi, saya jadi inget katanya Nikari, yang itu kata sepupunya, kira-kira begini redaksinya, "suatu saat nanti kita akan butuh untuk menikah, bukan karena teman-teman kita yang lain udah pada nikah atau bukan karena kita terus ditanya, 'kapan nikah?'"

Tapi, mungkin untuk mencapai kesiapan dan kebutuhan seperti yang dibilang Nikari, butuh tahapan, dan butuh kejadian, apapun kejadiannya. Dan masing-masing orang berbeda. Jadi mungkin, pertanyaan "Apa sih yang membuat seseorang siap menikah?" tidak bisa ditanyakan ke orang lain. Tapi ditanyakan pada diri sendiri.

Btw, baarakallahulakumaa wa baaraka 'alaykuma wa jama'a baynakumaa fii khayr Eja dan calon suami :) Pernikahan ke -5. maaf ya, kami bahkan nggak terbersit sedikit pun kalo kamu yang bakal nikah --" . semoga dilancarkan segala urusan sampai hari H dan seterusnya.

Jumat, 03 Juni 2016

2 Juni yang lain lagi

Kemarin, kali keempat kami melewatkan 2 juni yang lain lagi setelah 2 juni tahun 2012. 2 juni yang menjadi hari pelepasan siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia angkatan 15. 2 Juni yang menjadi hari terakhir kami melantunkan senandung asmaul husna untuk terakhir kalinya bersama-sama seangkatan dalam naungan atmosfer IC.

Sejak 2 Juni 4 tahun lalu, hingga kini, sudah terjadi banyak hal rupa-rupanya. Ada yang menikah, sampai punya momongan. Ada yang ke luar negeri untuk lomba, conference, hingga exchange. Ada yang sudah wisuda, koas, bahkan mungkin sudah kerja. Ada juga yang seperti saya .. masih mengumpulkan niat untuk mengerjakan S*****i.

Sejak 2 juni lalu, dan tahun sebelumnya, dan tahun sebelumnya, komunikasi kami terbatas ruang, meski teknologi sudah semakin advance dengan segala macam fitur; tetap saja rasanya terbatas.

Lalu, sejak 2 juni hari ini, hingga 2 juni tahun depan, akan ada kejadian apa lagi ya kira-kira?

Hari itu, 2 Juni, kami menjadi alumnus.


Jumat, 29 Januari 2016

Menghindar

Hari in dua orang teman SMA saya pendadaran. Nida' sesama anak FK, dan satu lagi Isti, anak sasindo UGM. Doanya dan pertanyaannya pasti nggak akan berubah, 'Kapan ty nyusul pake item putih? Semoga disegerakan ya' ... Saya mengamini baik jahr maupun sirr dengan setulus hati, dengan keikhlasan (haha) ...

Mungkin memang doa-doa orang-orang yang sedang saya butuhkan. Doa-doa dan kalimat-kalimat yang bisa jadi pembangkit tenaga cinta (halah) buat menggerakkan seluruh jiwa dan raga saya buat bertahan di depan skripsi. Buat saya, mengerjakan karya tulis kayak gini, penelitian kayak gini harusnya udah bukan lagi masalah, karena sejak SMP bikin karya tulis macam skripsi gini udah saya lakuin.

Cumannya, saya baru sadar sejak saya terapi phobia dulu, kalau saya tipikal orang avoidance. Tipikal bocah-bocah yang doyan lari (dari kenyataan dan dari amanah) hahaha. Dan baru akan nggak lari ketika kepepet. Masalahnya mengerjakan skripsi itu nggak didetlen tanggal. Nggak dikejar dosen. Nggak ditekan siapa-siapa. Jadi, sayanya terlalu nyantai buat terus-terusan lari (dari skripsi).

Saya jadi inget, kakak saya pernah bilang, skripsi itu adalah ajang kita ngelawan diri kita sendiri. Ajang buat ngalahin hawa nafsu buat males-malesan, buat lari dari skripsi.

Tapi menghindar dari yang wajib itu mudah banget ya? haha *ketawa miris ceritanya

Yang susah adalah konsekuensinya. Konsekuensi ketika akhirnya harus ngerjain skripsi sendiri, konsekuensi makin stress ketika ngeliat satu per satu temen udah pendadaran, dan ternyata tersisa seorang diri yang belum pendadaran ... dan konsekuensi-konsekuensi lainnya.

terus, kenapa masih menghindar? (ceritanya nanya ke diri sendiri)

aaah, akhir-akhir ini jadi terlalu sering melegalkan pikiran-pikiran negatif yang mengganggu untuk melakukan ketidakbaikan, sepertinya ..

Selasa, 01 September 2015

Kepulangan

Alhamdulillah 'alaa kulli hal, teman-teman saya, satu per satu, kembali dari pengabdiannya di desa-desa di seluruh penjuru Indonesia, setelah dua bulan di sana. Satu per satu kembali ke kota pelajar ini, memulai lagi rutinitas kehidupan seperti sebelumnya, ngampus, organisasi, laprak, makalah, dan lain-lainnya . . .

Senang bertemu kalian kembali...
Senang mendengar cerita-cerita kalian, entah yang lucu, sedih, baper, nyebelin, ngeselin, yang mana pun,
Senang melihat kalian kembali dengan selamat, sehat sentosa, . . .

aah, kangen ... :')

Kamis, 09 Juli 2015

Buka Puasa Bareng selama di Jogja, Ramadhan 2015




2 foto di atas waktu buka puasa bareng JSC Crew, salah satu acaranya FLP,  di kafe Kalender :) ~

Yang di atas ini waktu reuni sama anak-anak kelas Olymp, MTs PPMI Assalaam. Dan sekarang kelas olymp sudah ditiadakan, haha ~ cuma tiga generasi. Dan orang-orang ini adalah generasi kedua ~


2 foto di atas waktu buka bareng gycen jogja di rumah Imaw (lagi), yang sudah bisa dipastikan berlimpah makanannya walopun kita nggak ngeluarin duit sepeser pun haha ~


2 foto di atas waktu buka puasa bareng anak-anak SELUSIN, Forsalamm 2012, di PPMi Asma Amanina, dengan game yang nggak jelas bikinan Nadiyah, dengan orasi dari Fajar (emang orasi apaan? .-.), dengan soto dan berujung pada dikerjain sama Nina T.T


2 foto di atas diambil pas waktu buka bareng anak-anak HAMKA (kelompok PDKT FLP XV) plusplus di rumahnya Mbak Ines, Banguntapan Bantul. Sebenernya masih ada 45 foto lain yang masih tersimpan (sampe capek fotonya T.T, haha), tapi saya ambil yang menurut saya paling jelas aja haha ... merasakan taraweh dalam 30 menit, yang udah waswas karena suara imamnya nggak kedengeran, plusplus serunya ketawa bareng temen-temen HAMKA hahaha

Foto terakhir diambil pas waktu buka puasa bareng IAIC Joglosemar regional Jogja di rumahnya Kak Chendra dan Kak Ica (pasangan IC-IC nih, haha) ~




Yaudah itu aja sih, cuma pengen pamer kalo Ramadhan tahun ini masih selo (soalnya belom tentu Ramadhan tahun depan seselo ini T.T, doakan akan koas, amiin), *dasartukangpamer* haha ... 
Dan lagi, sayanya karena ada detlen nulis, sementara saya belum menulis apapun di word yang sedari kemarin masih kosong dengan latar warna ungu ... saya harus nulis apa ya? .-.

Selasa, 02 Juni 2015

Momen 2 Juni #2

2 Juni, 3 tahun lalu, jam segini kayaknya yang ciwi-ciwi udah pada siap dan kumpul di gedung A, dan yang cowok-cowok masih sibuk gitaran di belakang gedung F mungkin, memanfaatkan momen-momen terakhirnya sampai detik-detik paling akhir. Kesel sih dengernya, di saat kita, yang putri-putri harus bangun sebelum subuh, siap-siap sebelum subuh, sampai harus jaga wudhu usai tahajud sampai subuh karen dirias sebelum subuh, sementara yang putra-putra jam setengah tujuh aja masih pada pakai sarung gitaran di gedung sebelah (asrama putri dan putra kelas 3 sebelahan). Duuh hahaha, ...

Momen wisuda SMA jadi momen buat saya dan beberapa orang pertama kalinya pakai sepatu dengan hak tinggi, entah itu bentuknya high heels ataupun wedges. Saya waktu itu dibelikan oleh Ibu dan kakak saya wedges, jadi yah mendinglah daripada pakai high heels. Karena putri-putri angkatan saya lebih banyak yang suka pake sendal gung, sendal jepit, flat shoes, sepatu sneaker, dan sepatu olah raga, alhasil hampir tidak ada yang terbiasa pakai sepatu dengan heels. Waktu latihan wisuda inget banget, masih pada pegangan satu sama lain pas harus jalan dengan sepatu heels. Harus naik tangga panggung pula. Maka, dari jeda waktu latihan wisuda sampai wisudaan itu, ciwi-ciwi pada pake high heels di asrama, asa buat membiasakan diri wkwkwkwk ...

Oh ya, saya inget banget, H-5 an wisuda, kaki saya keseleo, bikin saya harus izin pulang buat ngebenrin kaki saya, biar pas wisuda nggak harus menyeret-nyeret kaki saya. Alhamdulillah perizinanya mudah, (yaiya sih, udah mau wisuda, izin pulang mah gampang banget, asa bilang saya kelas 3, pasti diijinin dah; walopun entah kenapa waktu itu saya dikira anak kelas X sama Pak Oji, wakamad keasramaan, padahal udah tiga tahun di sana, dan udah jadi koor imtaq yang banyak berurusan sama beliau -,-).

Dan begitulah, akhirnya saya izin pulang tanggal 28 Mei sampai besoknya. Dan ketika tanggal 29 Mei saya balik ke asrama; meja belajar saya udah acak adul, bukunya berserakan, dan ada tulisan -kalo nggak salah- 'Selamat bertambah Usia' yang setiap katanya ditulis dengan bahan yang berbeda, ada yang pakai lotion, ada yang pake pasta gigi, ada yang pake kecap -,- dan semeja itu penuh dengan bedak. Mentang-mentang saya nggak ada di asrama pas harusnya saya ulang tahun -,- ... anak kamar saya balas dendam ternyata ... untungnya baju-baju saya aman, tidak disebar ke segala penjuru gedung H.

Hari-hari terakhir di asrama, adik-adik kelas banyak banget yang nyapa dengan 'ciyee ... kakak yang mau wisuda' ... padahal mah yang disapa maunya mewek. Sedih aja gitu pas ingat harus ninggalin teman-teman kece yang nggak pernah berhenti buat ngingetin saya buat 'balik' kalau sudah keluar jalur. Sedih aja gitu ninggalin guru-guru yang nggak pernah menyerah buat bikin saya dan teman-teman saya jadi orang yang berhasil. Sedih aja gitu ninggalin tempat yang udah jadi 'rumah' ke sekian saya.

24 jam x 7 hari kehidupan kami, saya dan 114 orang lainnya, akhiri di tanggal 2 Juni 2012. Angkatan kami memutus tradisi wisuda menggunakan kebaya, dan memulai tradisi menggunakan dress atau sebut saja gamis (untuk yang putri) dan jas (untuk yang putra) saat wisuda. :')

Kalau ditanya, seru ya di asrama? Seru, seru banget. Tapi kalo disuruh mengulangi lagi, saya nggak mau. Karena pasti ada yang berbeda, ada yang nggak sama. Dan yang dulu sudah cukup :')

Momen 2 Juni


Sudah 3 tahun ternyata.

Ketika membayangkan kembali hari itu, yang teringat pertama adalah gaung pembacaan Asmaul Husna yang dibacakan bersama-sama oleh kami di atas panggung itu. Mengalun pelan dan khidmat.

Sudah 3 tahun ternyata kami melangkahkan kami keluar dari sekolah juga tempat tinggal kami selama tiga tahun dalam rentang waktu 2009-2012. Masuk dengan jumlah 120 orang dan yang -Alhamdulillah- diberi kesempatan untuk berdiri bersama di atas panggung itu dan bersama-sama menggaungkan asmaul husna hingga ke langit-langit Gedung Serba Guna itu berjumlah 115 orang. 1 orang kembali ke Penciptanya, mendahului kami bertemu dengan Sang Khaliq. 1 orang memilih untuk melanjutkan hidup sesuai dengan idealismenya. Dan 3 orang lainnya terpaksa gugur di tengah-tengah.

Bersama 119 orang lainnya, saya tumbuh dan berkembang menjadi saya yang sekarang, karena saya yang sekarang adalah akumulasi dari saya di masa lalu. Bersama 119 orang lainnya, saya jatuh, bangkit, terseok-seok berjalan menapaki jalanan untuk tetap bertahan di sini. Bersama 119 orang lainnya, saya tertawa, sedih, bahagia, menangis, berbunga-bunga, hingga depresi. Bersama 119 orang lainnya, saya tumbuh dan berkembang menjadi saya yang sekarang.

Sudah 3 tahun ternyata.

Saat ini, saya dan 119 orang lainnya menapaki jalannya masing-masing. Kami berawal dari satu titik yang sama saat guru-guru melepas kami di gerbang kelulusan. Dan kini, masing-masing sudah menuju titik-titik lainnya yang akan membentuk sebuah garis panjang kehidupannya. Garis ini -nantinya- juga akan menuju pada satu titik yang sama akhirnya. Tuhannya. Semoga garis ini benar-benar membawa kami, saya dan 119 orang lainnya, menuju ke tempat dimana Tuhan kami berada, Surga-Nya, sehingga kami tidak perlu repot-repot menentukan tempat dimana kami harus reuni dengan jumlah yang lengkap tak kurang satu apapun. ber-120 orang.

Sudah 3 tahun ternyata.

Apa kabar kalian? 119 orang yang kini sedang sama-sama berjuang di garisnya masing-masing? 

Senin, 18 November 2013

Roadshow IAIC 2013

Tahun ini, angkatan gue jadi panitia Roadshow. Dan, seperti tahun lalu, Alhamdulillah tahun ini gue berkesempatan datang ke IC buat meramaikannya.

Walaupun dengan keberangkatan yang dramatis, dan ninggalin acara-acara di kampus (emang itu sih salah satu tujuannya haghaghag *jangandicontoh*) akhirnya gue tetap keukeh jalan ke IC dan dilanjut menetap di rumah sampai hari selasa berhubung jadwal kuliah kosong sampai hari kamis.

Dan, seperti setiap kali ke IC sehabis lulus. Selalu ada rindu untuk mengulang setiap detik perjalanan hidup yang udah gue dan teman-teman lakuin di IC. Selalu ada menyesal terselip kenapa dulu nggak memaksimalkan diri ketika berada di asrama tercinta ini. Tapi, yah, namanya juga udah lulus, yang harus dilakukan sekarang adalah mengabdi. Mengabdi buat IC karena IC sudah memberikan banyak hal yang nggak bisa diberikan oleh sekolah lainnya ke anak didikannya. Pendidikan yang memadai, fasilitas, guru-guru, suasana yang nggak pernah bisa didapat dimanapun selain di sini.

Karena IC sudah memberikan banyak hal, dan gue yakin, bukan cuma gue yang ngerasain hal itu, makanya banyak alumni yang akan dengan ringan tangan membantu guru-guru IC setiap kali beliau-beliau ini dalam kesulitan. Banyak alumni yang nggak akan segan-segan membantu adik-adik di IC sebagai bentuk terima kasihnya terhadap sekolah ini. Dan akan begitu seterusnya ...

Karena itu pulalah, nggak akan ada yang dengan enggan mengurusi roadshow. Capek mungkin iya, pusing mungkin iya, tapi buat IC? apa sih yang nggak .... hehehehehe *malah jadi gombal*

Dan buat gue pribadi, kembali ke IC selalu menjadi pendongkrak semangat gue terutama ketika gue dalam keadaan down kayak akhir-akhir ini. Roadshow kemarin, ngeliat antusias adek-adek yang pada mau masuk kedokteran (iya, soalnya yang nanya-nanya ke gue yang pada mau masuk kedokteran) dan semangat mereka buat mencapai cita-cita itu bikin gue ikut semangat lagi. Ngeliat kekhawatiran mereka akan ujian-ujian yang ada di hadapan mereka kayak ngeliat diri gue dulu ... dan itu berarti juga mengingat betapa semangatnya gue dulu, ngotot bahkan, buat masuk fakultas kedokteran.

Tapi sangat disayangkan kita nggak bisa invasi asrama mereka pas malem-malem buat sesi sharing karena nggak dapet izin. hahahaha ... padahal seneng banget bisa liat semangat mereka. Akhirnya acara malam itu diganti sama evaluasi acara. Banyak banget evaluasinya. Gue seneng sih diadain eval, cuma yang gue sesali adalah, evalnya nabrka shalat isya', dan lebih gue sesali adalah, gue nggak mencegah, atau menyetop hal itu terjadi ...

Yah, semoga hal itu terulang lagi ... over all, roadshow kemarin cukup menyenangkan, ditambah pul adapat akabr angakatan gue bakal ketambahan keluarga baru Januari nanti (gue post di tempat lain ya ceriatanya ...) ...

Dan, selalu IC dan pernak-perniknya selalu punya caranya sendiri menghibur setiap 'keluarga'nya, selalu punya caranya sendiri untuk membangkitkan semangat setiap anggota 'keluarga'nya ... :')

Sabtu, 26 Januari 2013

Hari ini 3 Tahun Lalu

Hari ini 3 tahun lalu, 26 Januari 2010,,, Semester 1 kelas X di MAN Insan Cendekia Serpong...

tanggal yang sama 3 tahun lalu, ba'da Maghrib isu itu beredar di asrama kami ... dan Pak Bahrul, guru kami menkonfirmasi isu yang beredar usai shalat Isya'..

Di Tanggal ini, 3 tahun yang lalu angkatan kami kehilangan seorang personil nya,,

Afiq Rashif .. Tidurlah dengan tenang, kawan.. semoga Amal baikmu selama di dunia hadir menemanimu di alam kubur sana, karena sesungguhnya engkau adalah teman yang baik lagi shalih .. Semoga Allah ridha akan semua amalmu di dunia dan Semoga DIA yang Maha Esa menyambutmu dalam dekap-Nya yang hangat lagi penuh kasih..

Setiap kami pasti akan menyusulmu, Afiq ... hanya tinggal menunggu hari-H nya saja.. dan semoga, ketika saat itu tiba, kami bisa menyusulmu dalam keadaan yang husnul khatimah, dalam ketawadhuan, ketqwaan an keyakinan atas-Nya.. dan dalam ridha-Nya ..

Semoga Allah mempertemukan kita, saya, teman-teman Gycentium Credas Disorator, keluarga Besar Insan Cendekia Serpong dan juga kamu di surga-Nya yang paling indah, sebagaimana Dia mempertemukan kita di dunia ini .. Amiiin...

Jumat, 16 November 2012

Rumah itu saya sebut 'Insan Cendekia'

Halo semua, apa kabar? selamat tahun baru Hijriah 1434 H... Semoga kita bisa menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya..

Di sini saya mau menceritakan tentang sebuah rumah, 'rumah' saya yang lain.. dimana, setiap kali saya pulang ke dalamnya, ada banyak keluarga yang menyambut saya dengan hangat..

'Rumah' yang di dalamnya saya bisa berekspresi tanpa harus pakai 'topeng', karena di sini semuanya menerima saya dengan hati yang lapang

'Rumah' yang di dalamnya saya bisa berbagi cerita tentang suka duka tanpa harus enggan, segan, dan selainnya..

'Rumah' yang di dalamnya saya punya 'keluarga' yang peduli satu sama lain..

'Rumah' yang di dalamnya saya punya orang tua-orang tua yang hebat, sangat hebat malah...

'Rumah' yang sampai saat ini, saya masih belum rela meninggalkannya karena harus melanjutkan perjalanan...

ya. rumah itu saya sebut 'Insan Cendekia', keluarga itu saya sebut 'Gycentium Credas Disorator', dan orang tua itu adalah guru-guru saya yang hebat...

Kamis, 08 November 2012

Tiba-tiba Saya Kangen


Halooo blog…
Hari ini saya lagi bener-bener berubah haluan banget mood nya, apalagi setelah buka-buka akun sosmed.. ketemu temen-temen IC di sosmed..komen-komenan nggak penting.. ah rasanya jadi pengen memutar waktu lagi, back to the past, dimana saya masih bisa tatap muka sama mereka, ngerantau dari kamar ke kamar, dari kelas ke kelas, nge gabut nggak jelas di perpus, di depan RO…
I really missed them …
Also the teachers..
Di kuliah nggak ada lagi yang namanya bercanda di kelas sama guru-guru,, dan dengan kurang ajarnya minta ditraktir sama guru kalo nilai TO nya nggak ada yang di bawah 7… main-main ke rumah Bu Nova, Bu Penny masak-masak di sana, atau main ke kamar bu Evi buat nelpon atau sekadar numpang ngegosip dan ngeramein kamar bu Evi …
Ah  ya ampun…
Kangen banget nonton bareng lewat tv 14 inch di lobby gedung H, bubar pas iklan, dan mulai diteriakkin kalo udah mulai lagi..
Kangen banget apel pagi bareng dr depan wakamad… buru-buru lari-lari dari lantai atas ke bawah, kejar-kejaran sama hitungan dari PPBN
Kangen banget belajar, ngobrol, sama kumpul angkatan bareng di living room..
Kangen banget masak-masak bareng waktu mau makan-makan kelas… masak indomie 17 bungkus tiap kali makan-makan…pinjem kompor keputrian..
Kangen banget duduk-duduk di saung, makan indomie pake telor nya saung.. ngale-ngale sambil nungguin pelajaran seni mulai waktu hari sabtu..
Kangen banget duduk di pinggir lapangan bola, ngegalalu nggak jelas tentang temen-temen, rencana masa depan dan masih banyak lagi..
Kangen banget ngantri nelpon di telpon koin sebelah kopinma sore-sore habis kegiatan atau sebelum intensif sore..
Kangen banget ngerusuh buat kasih dukungan waktu gakic, tos bareng-bareng sekelas atau waktu murosalah dan perang cup…
Kangen banget buat salam ke orang-orang yang ditemuin di IC.. dengan salam, semuanya jadi terasa dekat, ramah, dan hangat..
Kangen banget buat remedial bareng-bareng sore-sore di depan ruang guru…
Kangen banget jalan-jalan bareng naik kereta atau bis atau angkot dari satu kota ke kota lainnya waktu liburan..

Dan masih banyak hal lagi yang saya kangenin yang bikin waktu saya jadi agak percuma.. *ngubek-ngubek tanah*..

Aduuh… tapi rasanya saya kangen bangettt…. .>,,,,<  because, there’re a lot of things that we couldn’t have it in another place except at Insan Cendekia boarding school, Serpong