Tampilkan postingan dengan label KaLAM FK UGM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KaLAM FK UGM. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 September 2015

Adik Binaan

"Jangan berharap adik-adik binaan kita jadi keren kalau kita sendiri nggak beproses jadi lebih keren dari kita sebelumnya."

Itu kalimat yang terlontar dari Nanda, selaku koordinator dewan pertimbangan KaLAM 1436 H saat syuro tadi sore. Kita ceritanya sedang evaluasi kinerja detim, juga evaluasi adik-adik di KaLAM dan, terlontalah kalimat itu yang bikin kita jadi berkca kembali pada diri sendiri.

Jadi, kalau adik binaan lagi futhur, lagi ga semangat beramanah atau lagi nggak semangat ibadah, coba cek lagi ke diri sendiri -selaku yang ngebina adik-adik, entah itu di mentoring, entah itu di tutorial PAI, entah itu di lembaga atau di manapun lah. Jangan-jangan sebenarnya diri sendiri yang lagi futhur dan berimbas ke adik-adik binaan kita.

Untuk kedua kalinya, jadi, semangat dan selamat berproses menjadi lebih keren dari diri kamu yang sebelumnya. Selamat dan semangat membina generasi yang lebih keren dari diri kamu yang juga sedang berproses menjadi keren. (halah, bahasanya ribet amat dah haha) ..:)

Sabtu, 03 Januari 2015

Dear, KaLAM 1435 H ...

Dear, teman-teman seperjuangan di KaLAM 1435 H ... Sudah berakhir ya ternyata kepengurusan kita selama 1 tahun ke belakang?

Waktu berlalu dengan cepat tanpa terasa, seolah waktu-waktu yang kita gunakan hilang dalam satu kejapan mata. Kalau review ke belakang, sejujurnya, saya merasa, ketimbang senyum, di sana lebih banyak air mata yang tumpah ... Bahkan sejak Mubes 1435 berlangsung.

Tahun lalu, berapa orang yang keluar masuk ruangan Mubes untuk nangis? Berapa orang yang menahan tangisnya berusaha menguatkan dirinya dan saudaranya untuk tetap bertahan di jalan ini.

Pun, di tengah-tengah perjalanan kapal kita, ada terlalu banyak air mata terbuang. Ahahaha, andai kita lebih enjoy dengan kapal kita, andai kita lebih saling mengerti antara satu awak dengan yang lain, andai kita tidak menyimpan semua beban kita sendirian dan sadar bahwa kapal ini tak mungkin jalan dengan optimal hanya dengan separuh orang yang mendayungnya, pun tak akan maju hanya dengan kita mendiskusikan bagaimana caranya kapal ini berjalan, andai kita sadar bahwa jika kita punya kapal sendiri yang harus kita jalankan, yang bisa jadi rumah kita dan di saat bersamaan mungkin tempat kita meletakkan batu pertama untuk fondasi mimpi-mimpi kita ...

well, itu hanya andai-andai... yah tapi andai kita tahu itu sejak kapal kita ini mulai berlayar .. Tapi sayangnya, kapal kita sudah berlabuh sekarang, dan awak-awak baru sudah mempersiapkan pasukan barunya, saat ini mereka sedang mengkonsolidasikan pasukan mereka untuk bersiap mengarungi samudra yang luas setahun ke depan, sama seperti kita dulu ...

Dan sayangnya, kita baru sadar di akhir, bahwa perjalanan ini sedikit menyenangkan ternyata, dan betapa bersama kalian di kapal ini seringkali menguatkan hati ...

Aah ... ya sudahlah, paling tidak, sekalipun di akhir, kita sadar betapa perjalanan setahun ke belakang memberikan banyak pelajaran untuk kita, iya kan? Mulai dari belajar menerima dan memahami satu sama lain, belajar untuk memanajemen organisasi, belajar untuk mengayomi adik-adik yang punya kapasitas semangat yang luar biasa (itu juga kan yang membuat kita bertahan di tengah-tengah samudera yang luas ini), belajar mengatasi realita yang tidak sesuai dengan idealita ...

Samudera yang kita arungi memang berombak, makanya kadang-kadang ketika pun iman kita sedang turun secara bersamaan, maka kapal kita juga terseret oleh ombak entah hingga kemana. Kadang-kadang, karena sudah terlalu lama mendayung kapal ini kita juga suka lupa tujuan utama kita, hingga lelah datang menyerang, kalau saat itu kiat berjalan sendiri-sendiri sudah barangtentu kita akan terseret ombak semakin jauh dari tujuan kita.

Tapi, kalian ada di sana. Saling menguatkan, saling mengingatkan bahwa kita masih jauh dari tujuan, kalau kita berhenti di sini, siapa yang akan melanjutkan kapal ini ...

ya karena kita masih jauh dari tujuan kita, ustadziyatul 'alam ...

makanya, kita nggak boleh capek di sini, nggak boleh berhenti di sini sekalipun kapal kita sudah berlabuh, masih ada kapal lain menanti kita untuk berlayar bersama kembali ...

Nanti saja lelahnya, nanti saja berhentinya, ketika kita sudah sampai di surga-Nya Allah .. :)

dear, teman-teman KaLAM 1435H ... tetap semangat ya, tetap bergerak untuk memberikan manfaat untuk orang lain, karena sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya ...

dear, teman-teman KaLAM 1435H ... jika kita bisa berkumpul lagi dalam satu lingkaran yang sama, semoga itu adalah surga-Nya Allah yang paling indah :)



Rabu, 08 Januari 2014

Sudah #Setahun di KaLAM FK UGM

Sudah setahun rupanya saya di KaLAM, Keluarga Muslim Cendekia Medika FK UGM. Beramanah sebagai staff Media Opini di sana. Well, tapi saya bukan staff yang baik, yang pernah mengalami futhur parah selama hampir 1 semester (apa justru 1 semester full? entahlah). Sejak saat itu, saya bertekad nggak mau lagi berada dalam kondisi itu, dan semoga nggak akan lagi. Masa-masa futhur waktu itu membuat saya berantakan, amanah saya berantakan, akademik saya berantakan, ruhiyah saya juga berantakan, pokoknya semuanya deh.. Alhamdulillah sekarang saya udah balik lagi ...(*balik kemana pula?*)

Pokoknya saya bermasalah bangetlah, udah kerjaannya protes mulu, nggak ada aksi pula. Protesnya dilakukan dengan bahasa yang nggak ahsan juga, udah gitu ngomongnya ke kadiv dan para PH yang hatinya lembut dan perasa banget ... hadeuuuh, hadeeeuuh ...

Sampai akhirnya saya ngomong ke MR saya kalau saya ngerasa saya bermasalah sama KaLAM, dan dari sana MR saya bilang beberapa hari berikutnya, 'Dek, kamu temui Bu Ida ya buat diskusi'. Setelah ini dan itu, mungkin karena MR saya ngerasa kalau dibilangin sama mbak-mbak lagi saya udah nggak mempan, akhirnya saya langsung dirujuk ke ADKP kali ya .. (berasa penyakitnya udah akut sampai harus dirujuk ke RSUP, -___________-"), iya, ternyata yang saya temui adalah dr. Ida, .. saya diskusi banyak, tentang masalah saya, tentang KaLAM, tentang saya bilang, 'apa saya resign aja ya Bu dari KaLAM?' ... Tapi, waktu itu Bu Ida bilang suatu hal yang bikin saya berpikir ulang, beliau bilang, 'Ya, sekarang gini, Dek, kamu sekarang kan udah ngerasa banyak hal yang nggak pas dan harus diperbaiki di KaLAM, kalau kamu nanti resign dari KaLAM, terus siapa yang benerin? Udah gitu, Ibu yakin, kalau kamu keluar kamu malah lebih gelisah daripada sekarang.' Well, itu udah mendekati akhir semester 2, dan dari sanalah saya berpikir ulang tentang diri saya, tentang KaLAM, tentang keinginan saya untuk resign, dan tentang bahwa banyak PR yang menjadi hutang saya akibat mangkir mulu di tahun pertama ini.

Maka, Libur semester, sekaligus libur Ramadhan menjadi titik balik saya. Saya susun ulang visi dan tujuan saya masuk KaLAM, saya membenahi diri saya, bangkit dari kefuthuran dan memantaskan diri saya untuk tetap ada di KaLAM.. Dan di sinilah saya akhirnya ...

Nggak banyak yang bisa saya ceritain dari KaLAM, lebih karena saya banyak mangkir selama setahun kemaren. Jujur aja, saya nyesel dengan kondisi saya setahun ke belakang. Bukannya membawa manfaat tapi malah bawa petaka hehehehe ... di tahun kedua ini, apapun posisi saya nantinya di KaLAM, semoga saya bisa bermanfaat di sini, di KaLAM, di tempat dimana secuil hati saya tertinggal ... :')

Dan, seperti postingan saya sebelumnya, saya juga mau berterimakasih untuk semua PH KaLAM, baik akhwat maupun ikhwan yang udah saya repotin, yang udah saya bikin pusing mungkin, yang udah banyak memberi pelajaran buat saya, walaupun saya pernah bilang 'saya nggak banyak belajar tentang dakwah media di KaLAM', tapi saya belajar lebih dari itu, saya belajar bagaimana memanajemen diri, belajar tentang prioritas, belajar tentang berstrategi juga ... :')

Terima kasih, jazaakumullah khayr untuk Mbak Arinda terutama, yang udah sering secara langsung saya protes sampai beliau nangis, hehehe, Mas Syafiq juga selaku kabid ikhwan, terus buat Mbak Uli, sekjend KaLAM yang imut tapi berhati besar dan lapang, yang selalu senyum walaupun sering dapat protes (dapet protes sama aja dapet masalah baru hehe), Mas Albi, selaku mas'ul, maaf ya mas sering saya protes di belakang hehee, juga Mbak Rizka dan Mas Taufiq, kabid syiar, Mbak Yasmin dan Mas Miefta, kabid PU, Mbak, Rima, kabid kemuslimahan, Mbak Arum dan Mas Heri, kabid KF, Mbak Vio dan Mas Ilham, kabid jaringan, Mbak Ria dkk selaku skebend, Mbak Hanifah, Mbak Andin, dkk dari BKK .. Jazaakumullah khairan jazaa untuk bimbingannya setahun ke belakang .... :') Maaf untuk semua kata dan sikap yang tidak berkenan di hati ..

Dan, karena kita telah berkumpul di dunia ini karena kecintaan kepada Allah dan Rasulnya, maka, semoga Allah mengumpulkan kita di surgaNya pula, bersama dengan para pejuang dakwah lainnya, dan bersama dengan RasulNya pula :') Amiin

Waktu Forga KaLAM 1434 H

Sabtu, 02 Maret 2013

FORGA KaLAM 1434 H

Yep, tadi banget, bener-bener baru tadi banget dari jam setengah 8 sampe setengah 12 tadi, gue mengikuti satu kegiatan awal untuk pengakraban dari salah satu BSO (badan semi otonom) fakultas yang juga merupakan LDF alias Lembaga Dakwah Fakultas, yakni KaLAM atau yang punya kepanjangan Keluarga Cendekia Muslim Medika... iya jangan tanya gue dari mana asal usulnya, gue bukan angkatan pertama nya sih ..hehehheheheh :P

Gue di KaLAM ini di divisi Media Opini, yang kalo kata kadiv gue, kak syafiq, gue itu terjebak di media, karena udah di media opini kalam, dii medisina juga, terus dari dulu ngurusinnya buletiiin mulu ... #nggakpenting.

Yang mau gue sorot di sini adalah, entah kenapa gue bingung banget waktu ditanya harapan masuk Kalam, masuk media opini... terus entah kenapa gue jawabnya, "Nggak ada yang spesifik sih," emang, insya Allah sama kayak yang lain secara umum. Tapi di atas kepentinga umum, gue punya kepentingan pribadi yang menjadi alasan utama gue berada hari ini, di BSO manapun.

Iya, alasan pribadi gue yang juga merupakan alasan utama adalah, gue pengen bisa bermanfaat di bidang yang gue bisa, di bidang yang emang udah jadi suatu concern buat gue. Dan dengan menjalaninya terus, gue bisa nambah ilmu sekalian, kan dalam perjalanannya pasti ada kritikan ada saran masukan, dan dari sanalah gue harus belajar. Nggak banyak. Cuma itu alasan gue. biar gue bisa jadi orang yang bermanfaat. Daripada gue masuk di bidang yang gue nggak punya kemampuan di dalamnya, kewirausahaan misalnya, yah yang ada nanti malah nggak amanah.. plus pake dongkol ngejalaninnya hehehhehe...

tapi, entah kenapa satu alasan besar ini, tadi, gue nggak bisa ngungkapin di depan temen-temen media yang hadir... tapi di blog yang dibaca dari mana-mana (walopun kebanyakan yang baca pasti temen seangkatan di IC) justru gue jabarkan dengan panjang kali lebar hehehehheheh ... maaf ya mbak Arinda dan kak Syafiq ... :)