Selasa, 28 November 2017
Hujan Seharian
Dan masih hujan sampai sekarang.
Suara hujan di luar, bercampur
dengan suara kendaraan bermotor
kadang-kadang dengan klaksonnya juga
bercampur juga dengan suara sirine yang
entah kenapa lebih sering lewat hari ini
Sudah hujan seharian.
tapi tidak apa,
bahagiaku hari ini tidak luntur bersama hujan.
Rabu, 22 November 2017
Senin, 20 November 2017
Setelah ini (2)
Setelah ini, kamu menjadi lebih dewasa satu langkah.
Tersenyumlah, karena kamu telah belajar banyak hal. Dan ke depannya akan lebih banyak lagi hal yang dapat dipelajari.
Tersenyumlah, karena kamu sudah menang.
Gedung Ghra Wiyata FK UGM
20 november 2017. Jam 11.22
Rabu, 15 November 2017
Rabu, 08 November 2017
Ya Rabb, sungguh tiada daya dan kekuatan selain dengan kehendak-Mu, Ya Rabb.
Kun fayakun,
jika Kau menginginkan sesuatu terjadi, maka terjadilah.
Sungguh, Allah kuasa-Mu lebih besar dari apapun. Kekuatan-Mu lebih tangguh dari apapun. Kebesaran-Mu tidak ada duanya.
Selasa, 07 November 2017
Setelah ini ...
aku mau nulis yang banyak
aku mau nulis lagi tentang Adik, Bang Dya, sama Kak Nda
aku mau baca buku yang kemarin aku colong dari rumah
aku mau ngulang baca naruto dari awal sampe chapter 700
aku mau ngulang baca fairy tale sampe chapter 545
aku mau ngulang baca bleach lagi
aku mau ngulang baca eyeshield 21
aku mau ngulang baca shokugeki no souma
aku mau lanjut baca tower of god
aku mau lanjut baca noblesse
aku mau ngulang baca chihayafuru
aku mau ngulang baca gokusen
aku mau baca fruit basket
aku mau baca haikyuu
aku mau baca ballroom e youkoso
aku mau nulis surat yang banyak buat banyak orang
aku mau main just dance yang lama
aku mau nonton haikyu season 3
aku mau nonton ulang pinocchio
aku mau main harmonica yang lama
aku mau genjreng genjreng pake gitar vita meski nggak jelas nggenjreng apaan
aku mau ikut kelas tahsin
aku mau belajar bahasa jawa
aku mau nulis di blog
aku mau ngirim surat ke ibu bapak
aku mau ngirim ngirim tulisan ke mana mana
aku mau makan es krim aice rasa mangga
aku mau makan es krim spongebob campina
aku mau minum strawberry milkshake pake float
aku mau makan roti tawar pake telor sama keju
aku mau makan indomie kuah rasa ayam spesial pake telor
aku mau bikin nutrijel mangga sama melon
aku mau nonton bioskop apapun filmnya
aku mau jalan-jalan ke taman pintar
aku mau main ke pantai sama 'afifah
aku mau nyanyi-nyanyi lagu ONE OK ROCK keras-keras
aku mau pulang ke depok dengan bahagia :)
[Saya dan Mbak S] Memori #3
ini omurice. Jelas bukan saya yang bikin. Saya mah cuma bisa masak emih pake telor, ato goreng-goreng makanan instan macam sosis atau nugget wkwk. Saya tuh susah banget makan, lebih tepatnya sering abai sama makan. Tapi temen saya satu kamar di kontrakan Baytul Quds part 2 (iya part 2, pas rumahnya masih di jalan sulawesi), namanya Nisa selalu jadi orang yang ngeladenin aku di kontrakan soal makan memakan ini.
Sebenarnya saya nggak expect sampai sering dimasakin sama Nisa gitu. Tapi kayaknya Nisa nya yang sangat amat terlalu perhatian sama temen kamarnya ini. Bisa jadi dia juga yang paling sering nanyain, 'Ty, udah makan?'
Y Rabb, Allah tuh kurang baik apa coba sama saya? Dikasih temen-temen superb yang kayak gini T.T
Senin, 06 November 2017
[Saya dan Mbak S] Memori #2
Sabtu, 04 November 2017
Saya harus Bahagia!
Tapi saya nggak boleh baper, paling nggak sampai akhir november ini. Saya harus bahagia. Nggak boleh nge-down. Saya harus bahagia. Biar paling nggak, saya menyelesaikan semuanya dengan bahagia. Jadi, saya bisa ikut-ikutan yang saya baperin itu juga dengan bahagia.
Saya harus bahagia. Dan bahagia saya nggak terletak pada orang lain. Bahagia saya, ada pada diri saya sendiri.
Dan kebahagiaan saya tertinggi ada pada setiap niatan yang tertuju pada Sang Khaliq.
Ya Rabb, saya bahagia. Terima kasih, Allah, sudah membuat saya bahagia. :)
[Saya dan Mbak S] Memori #1 : Jadwal
Ini adalah foto Jadwal yang dibikinin Nida'. Nida' ini temen sekamar saya sekarang, temen SMA dulu, temen sekampus juga. Temen ngereceh bareng. Berapa kali ya Nida' bikinin aku sama 'Afifah jadwal nykripsi, tapi ya cuma awal-awal jadwal aja yang berjalan, selebihnya aku kabur wkwk.
Terus nida' juga yang sering reminderin jadwalnya. e tapi terusan pas dia masuk statse koas besar, kita sesama lupa jadwal wkwk.
:)
Saya dan Mbak S : Menuju Akhirnya
Banyak hal yang sudah sangat amat banyak yang terjadi sampai akhirnya saya sengaret ini. Eh maksudnya, sampai saya sangat lama kenal sama si Mbak S ini, sampai akhirnya saya akrab bingit. semester 6 itu berarti sekitar tahun 2014; dan sekarang saya di semester 11, dan ini tahun 2017. Uwah, Mbak, kita ternyata udah lama kenal ya :( (saya bahkan nggak tau harus sedih apa seneng). Tapi nggak papa, Mbak. Kita sedang menuju akhirnya. Kita sedang berjalan bareng menuju gerbang kehidupan berikutnya.
Dear, Mbak S. It's so nice to meet you. (haha, meski beberapa waktu lalu saya masih sangat nggak suka sama kamu, Mbak.)
Dear, Mbak S, selama kita kenal, banyak banget pelajaran yang saya dapetin. Yang bukan hanya tentang kamu. Tentang ma;rifatullah, tentang sabar, tentang kedewasaan, tentang kesiapan, tentang kecemasan, tentang rasa syukur, tentang berkumpul dengan orang sholeh, tentang harapan, tentang diri sendiri, dan tentang-tentang lainnya yang mungkin luput saya ingat detik saya menulis ini.
Dear, Mbak S. Selama kita kenal, ada banyak hal yang sudah saya alami, juga saya sadari. Saya sampe harus ke psikolog berapa kali tuh, Mbak haha. Saya depresi, saya cemas, saya mual, muntah meski bukan hyperemesis gravidarum (wkwk), saya panik, tapi juga bahagia. Somehow i also felt what you called by "guilty pleasure". Nano-nano banget rasanya. Jatuh. Bangun. Kepeleset. Jatuh lagi. Bangun lagi. Keseret. Jatuh lagi. Kesandung. Jatuh lagi. Jatuh lagi. Bangun lagi. Begitu seterusnya.
Dear Mbak S. Selama kita kenal, saya jadi menyadari hal-hal yang nggak pernah saya sadari sebelumnya. Tentang diri saya, tentang lingkungan saya. Tentang bahwa hidup ini jadi membahagiakan justru karena hal-hal kecil yang terjadi setiap harinya. Bersliweran, dan seringnya terlupa.
Dear Mbak S. Saya sungguh sungguh sunggggggguuuuh nggak suka kamu. Tapi aku nggak benci. cuma nggak suka aja. Haha.
Dear, Mbak S, terima kasih. Setelah saya berkenalan denganmu, saya rasa saya bisa menjadi sedikit lebih dewasa daripada saya kemarin. :)
Mari, melanjutkan perjalanan yang tinggal sedikit ini ...
Kamis, 02 November 2017
Chrome, Is That You?
Tiba-tiba aplikasi chrome kebuka sendiri pas nyalain laptop, dan muncul notifikasi semacam yang tertera di gambar.
Selasa, 31 Oktober 2017
Jumat, 20 Oktober 2017
Senin, 09 Oktober 2017
Minggu, 08 Oktober 2017
Kamis, 05 Oktober 2017
Screenshot Film Princess Agent Episode 26
Senin, 11 September 2017
Selasa, 05 September 2017
Romansa di Jalan Dakwah
Adakah hal yang paling romantis daripada dua orang yang saling mencintai karena kecintaannya pada Sang Khaliq?
Adakah hal yang paling romantis daripada dua orang yang saling bahu membahu dalam perjuangan menuju kecintaan pada Penciptanya? Saling memikul harta dan jiwa. Memberi dorongan moriil maupun materi.
Adakah hal paling romantis daripada dua orang yang cintanya sehidup sesurga? Dua orang yang saling menarik juga mendorong untuk terus berada pada jalan menuju surga. Hingga hidupnya tak terhenti pada kebermanfaatan pribadi lantas ia hanya menjejak surga sendiri.
Adakah yang lebih romantis daripada dua orang yang hidup karena cintanya pada Sang Khaliq, dan senantiasa mengharap pertemuan dengan-Nya. Kerinduannya begitu membuncah, mendesak rongga dadanya. Gelisah. Syahid dirindukannya. Meninggal karena-Nya.
Adakah yang lebih romantis dari romansa di jalan dakwah?
Romansa tentang aku dan kamu yang tertaut hatinya karena Allah.
Romansa tentang aku dan kamu yang terpaut cintanya pada kebenaran yang Haq. Allah, Allah, dan Allah.
Romansa tentang aku dan kamu yang melambungkan kerinduannya akan pertemuan dengan Sang Khaliq pada doa-doa yang terpanjat setiap saat. Dalam dzikir lirih yang tidak diketahui semua orang.
Romansa yang tidak hanya berjalan secara horizontal. Hablumminannas. Tapi juga secara vertikal. Hablumminallah.
Romansa tentang perjuangan, peluh, darah, air mata, luka. Juga tentang senyum-senyum yang terukir di antaranya. Bahagia yang tercipta di sela-selanya. Tawa yang mengaung darinya. Juga cinta yang menautkan hati-hati yang taat.
Adakah romansa yang lebih indah daripada romansa di jalan dakwah?
Yang bercerita tentang cinta yang sebenar-benarnya cinta. Cinta yang Haq. Mahabbatullah.
-Kalasan, 6 September 2017. 00.20 WiB
Dan tentu engkau adalah salah satu perantara Allah yang mengenalkanku pada romansa di jalan dakwah, mbak Khalia. Tentang perjuangan berjama'ah. Tentang mempertahankan Aqidah. Tentang perjuangan melawan hawa nafsu. Dan tentang tentang lainnya, yang membawaku pada kecintaan yang bertambah-tambah pada Sang Khaliq.
Dear Mbak Khalia, sungguh, Mbak adalah sebentuk kasih sayangnya Allah untukku <3
Rabu, 30 Agustus 2017
Oleh-oleh dari Cangkrukan #1
Jumat, 25 Agustus 2017
Kamis, 24 Agustus 2017
selingan
Rasanya Malu
Ada Masanya
Lalu kemudian berpikir, setelah ini apa? Maka, aku mencoba mencintai. Karena katanya mencintai adalah kata kerja.
Ada masanya aku ingin menyerah dari apa-apa yang aku lakukan sekarang.
Lalu kemudian berpikir, setelah ini apa? Maka aku menyerah berpikir untuk menyerah. Karena katanya sudah terlanjur basah.
Ada masanya aku ingin melepaskan semua yang terasa memberatkan. Meski katanya yang memberatkan itu bisa jadi justru yang baik bagiku.Lalu, aku berpikir, lantas bagaimana? Maka kemudian, aku meneruskan menggenggamnya di tangan, meski tergopoh-gopoh.
Tapi kata orang, ada masanya kita harus melepas beberapa. Menyerah beberapa. Membuang beberapa. Sehingga kita bisa maju.
Tapi rupanya, kecemasanku lebih besar daripada keinginanku melepas, menyerah, membuang.
.
.
.
.
.
.
.
.
Dan pada akhirnya, aku membawa semuanya.
Bersama dengan kecemasan.
Jumat, 11 Agustus 2017
Jakal dan Margonda
Sekesal-kesalnya saya, meski saya badmood juga kalo udah macet di jakal, tapi rasanya saya jadi bisa bernostalgi tentang depok -yang udah lama tidak saya lihat. Meski jelas beda. kulturnya juga beda. but, somehow saya jadi kangen sama Depok.
Saya jadi ingat temen-temen IC yang kerja di jabodetabek, ya mereka-mau nggak mau-menikmati kemacetan jabodetabek, apalagi mereka berangkat dan pulang bersamaan. rush hour. Mau kesel atau badmood juga, gimana gitu? Orang udah jadi makanan tiap hari.
Kalau ada orang bilang, kok mau sih tinggal di jabodetabek? kan macet. Saya juga nggak tau harus jawab apa. Saya udah tinggal di sana sejak sebelum lahir. Jadi, saya menikmati Depok dan segala kemacetannya. Because it just what makes depok become depok. Dan itu berlaku pada semua jabodetabek.
Haha, mungkin karena saya nggak tinggal setiap hari di depok? Haha. Jadi saya bisa menikmati kemacetan Depok yang jarang banget saya nikmati. Saya jadi belajar, semakin terbiasa kita pada suatu keadaan, semakin kita tidak bersyukur. Eh, semakin sulit kita bersyukur. Misal, kita terbiasa makan enak, terus karena setiap hari kita makan enak, seringkali kitanya jadi luput untuk bersyukur akan makanan yang kita makan setiap hari itu.
Dari situ juga saya jadi paham kenapa Allah menyuruh orang muslim untuk hijrah, Rasulullah mencontohkan, ulama terdahulu pun. Karena berdiam pada suatu kondisi dalam jangka waktu lama membuat kita jadi nyaman pada kondisi itu, dan bisa bikin kita jadi luput untuk mensyukuri hal-hal kecil.
Ah, saya rindu depok.
Selasa, 08 Agustus 2017
Toleransi
bukan itu sih. Saya mau curcol aja, betapa enegnya saya dengan isu toleransi yang sedang sangat mencuat di Indonesia. eneg-seeneg-enegnya. isu SARA itu selalu tajam untuk dibahas. tapi sayangnya, sulit untuk meniadakan persoalan SARA dalam kehidupan. karena bahkan hidup saya sebagai seorang muslim, sudah diatur oleh agama saya sejak bangun tidur sampai tidur lagi, sejak kecil sampa besar, perkara individu ataupun kemasyarakatan, perkara Tuhan ataupun kemanusiaan. Terus, gimana ceritanya saya memisahkan hidup saya dan obrolan saya dari agama? bahkan pandangan hidup saya pun berada dalam frame Islam, yang sudah diajarkan pada saya sejak kecil. (njuk, ada yang bilang yang seperti ini ekstrimis lagi -,- duh saya gak paham lagi).
belum lagi, tata krama saya dibangun dan dididik sebagai orang jawa yang banyak unggah ungguhnya, sebagaimana yang diajarkan oleh orang tua saya, dan orang tua-orang tua saya lainnya (semacam guru, tante, om, bude, pakdhe, eyang).
Apakah ini efek dari sosial media? Hingga isu-isu ini jadi semakin tajam. Isu toleran-intoleran lah, isu SARA lah, dsb dsb.
Beberapa tahun lalu, ada beberapa teman yang masuk salah satu pondok pesantren mahasiswa yang punya bahasan idealisme "islam moderat". Kami bahas tentang Islam moderat ini beberapa kali.Saya berasumsi yang dimaksud dari Islam moderat ini -mungkin adalah islam yang tawazun, karena memang umat Islam diarahkan oleh Rasulullah untuk tawazun. Tawazun akan dunia dan akhirat. But, somehow, banyak orang mengartikan Islam moderat ini menjadi Islam toleran. Nggak salah juga sih.
njuk, muncul pertanyaan, toleran ini apa? batasnya sampai mana? Nah loh. Saya aja sampe bingung. Sekarang mudah sekali orang bilang dan 'menuduh' kalau perilaku x, ucapan x, perbuatan x itu termasuk sikap intoleransi, lantas perilaku y, ucapan y, perbuatan y termasuk sikap toleransi. (apa itu x apa itu y, silakan terjemahkan masing-masing, saya nggak mau bikin tulisan ini semakin ofensif).
Kemudian, dalam rentang waktu yang bersamaan, saya baca tulisan yang dishare sama kakak kelas saya terkait Islam moderat ini. Saya lupa siapa yang nulis, sumbernya juga apa, si kakak ini ngeshare via sosmednya, intinya bilang bahwa si penulis bilang kalau dia Islam. Ya, cukup itu aja. Bukan Islam ekstrimis, bukan Islam toleran, bukan juga Islam moderat. Karena Islam yang benar adalah Islam. Yang sesuai sama Al-Quran dan Assunnah, pedoman hakiki yang udah ditinggalin Rasulullah untuk orang-orang yang lahir setelah wafatnya beliau.
Tapi yaudahlah ya, mari sibukkan diri ngaji Quran, ngaji sunnah, ngaji fiqh dan ilmu-ilmu lainnya, biar nggak keserimpet sendiri sama istilah toleransi-intoleransi, istilah ekstrimis, moderat, maupun liberal. Karena kata murobbi saya, semakin dalam ilmu yang kita punya, harusnya semakin kita tidak mudah menjudge orang. Seumpama anda menemukan saya masih sangat terlalu judgemental dalam tulisan-tulisan saya maupun secara personal, bisa jadi karena memang ilmu saya yang masih sangat seiprit.
Yasudah sudahi saja tulisan tidak berfaedah ini, njuk segera ganti tab ke ms word, ms excel, dan spss.
Minggu, 06 Agustus 2017
Rabu, 02 Agustus 2017
Minggu, 30 Juli 2017
Kamis, 27 Juli 2017
Senin, 24 Juli 2017
Agustus (lagi)
Dimana, kebosanan akan bertemu dengan kepanikan, bergabung menjadi kecemasan.
Ya Rabb, Ya Rabb, sungguh tiada daya dan upaya selain milikMU semata....
Jumat, 19 Mei 2017
Talk to myself
Too much spare time is not good for your healthy, though. -_-
And it's been two days since I got dyspepsia. while I'm enduring the ache of my stomach, I keep starring at the blank page of document on my laptop. I'm drowning in my own thought, my own anxious. worrying about what i should do after this. worrying about the LPJ which I should revise. worrying about the data set which i abandoned this past two weeks. worrying about the life after graduation.
Even though I remember every session I took with my psychologist, but it's not easy to overcome the anxious, to stop the thought of being useless. to stop being a perfectionist. :(
Well, I should stop this -unrealistic-personal-rules within me.
Okey, let's think. I have the data set to finish. I have halaqah to care. And remember that I just joined an online institute.See? I'm not useless at all. I still have the will to learn. So dont stop now just because my irrational worry. Stop being so perfectionist. no one think that you're useless, it's just you. the one with that thought is you. You should treasure yourself more. just like yous said to one of your sister last week. Because, no one will treasure you, except yourself.
the thought is just the thought. the thought is not a fact. (it's the words from my psychologist).
So, your thought is not a fact. And your thought is controlling your feeling. if you stop overthinking, you stop being anxious.
your thought is just a thought. the thought is not a fact.
semangat! mungkin semuanya nggak perlu dilawan, cuma perlu diterima, dan berjuang bersama dengan segala anxious yang dipunya.
(sorry for bad grammar, i just finished some chapters of online comic, and it influenced me to using english wkwkwk .-.)
Kamis, 11 Mei 2017
Ngalor Ngidul
Sebelum-sebelumnya saya mengalami prosesi LPJ dan persiapannya sebagai staff atau kepala divisi. Mulai dari staff divisi Imtaq di tahun 2010, kadiv Imtaq di tahun 2011, staff media opini kalam di tahun 2013, kadiv media opini alam di tahun 2014, dewan pertimbangan kalam di tahun 2015, staff creative media FLP di tahun yang sama, yang terakhir kemarin, ketua Bimo forsalamm di tahun 2016. Dan, saat saya menulis ini jelang 2 hari untuk musyawarah wilayah FLP Jogja.
Dan saya baru tahu kalau jelang LPJ-an, sestres ini menjadi sekretaris. Di saat kamu juga harus menyiapkan teknis (dan ini berarti mengorganisasikan orang-orang -dan tentu ini sangat stresful buat saya yang punya social anxiety), juga menyusun LPJ yang sampai detik ini masih ada yg belum mengumpulkan.
Meski tentu ada faktor-faktor penambah stres lainnya macam dikejar-kejar dosen untuk segera menyelesaikan olahan data (yang bahkan belum saya sentuh), juga satu dan hal lain..
Sejujurnya, setiap harinya saya pengen banget teriak-teriak. Tapi takut dikira makin sedeng. Akan lebih baik kalau bisa nangis sih. But, i couldnt. Saya cuma duduk terpaku di depan laptop, bengong. Atau guling-guling baca komik atau nonton yucub yang ga ada faedahnya. Mau nontonin kajian lagi sebenernya tapi njuk ngerasa tertuduh dan jleb-jleb, akhirnya langsung ganti nontonin hal yang nggak berfaedah lagi.
Ya Rabb, saya nggak paham lagi. Sepertinya malam ini saya nggak tidur. (meski kalo akhirnya tidur, ya Alhamdulillah).
pengen teria. pengen teriak. pengen teriak. pengen teriak.
well, saya nulis ini cuma buat nyampah sih. menumpahkan segala kecemasan yang nggak ada ujungnya ini. (Tapi saya nggak mau dikomentarin, 'ngga usah cemas, tyani', it's just like adding bunch of salt on the scar. Kalo ada orang dengan anxietas dibilang 'ngga usah cemas' malah justru kadang semakin cemas, karena dia jadi mikir lagi, 'apakah harusnya saya nggak cemas?' 'apakah saya lebai cemasnya?' and so on.).
yaudahlah
Kamis, 20 April 2017
Randomly Talk (3)
Itu seperti,
pikiranmu hidup di masa lalu, lalu melompat ke masa depan, sedang ragamu hidup hari ini. Tanpa nyawa.
Randomly talk (2)
Pada akhirnya, kamu melewati semua rumah makan. Dan memilih memak mie instan, yang sudah berhari-hari pula kamu makan.
Lalu kamu mulai merasa tidak berguna, dan tidak ada apa-apanya. Kamu mulai depresi.
Rabu, 19 April 2017
Randomly talk
Kamu pernah ngerasa depresi?
Dimana hari-harimu menjadi terasa lebih cepat saat siang dan lebih panjang saat malam. Di saat yang biasa kamu lakukan adalah tidur karena lelah menangis atau terbangun tengah malam lantas menangis lagi. Tidur tidak lagi bisa membuatmu lupa terhadap masalah, karena masalahmu turut masuk ke dalam mimpi. Bertransformasi menjadi sebentuk rupa menakutkan. Membangunkanmu. Tidur yang kamu kira sudah berjam-jam, dan kamu berharap pagi sudah datang ketika kamu membuka mata, pupus sudah. Kamu hanya tidur sekian menit. Sepersekian jam. Dan kamu terbangun lelah setelah berkejaran dengan masalahmu di dalam mimpi.
Kamu terbangun dan menangis. Separuh dirimu tau kamu harus tidur. Separuh yang lain terlalu takut tidur. Separuh yang lain cemas dirinya belum melakukan apapun hingga tak lagi mampu tidur. Bahkan meski kamu memejamkan mata berjam-jam seperti biasanya. Kamu hanya di sana, terjaga, sembari memejamkan mata. Dan itu membuatmu frustasi, hingga yang keluar dari mulutmu cuma isak tangis, yang sudah beberapa hari membersamai malammu.
Lagi-lagi, malam terasa panjang.
Dan saat pagi tiba, kamu bahkan enggan untuk beranjak dari kasur. Sisa mengantuk semalam masih menggelayut. Bercampur dengan keengganan bertemu manusia lainnya. Karena, itu hanya akan membuat depresimu lebih buruk saat kembali. Saat kamu keluar, kamu melihat temanmu yang dengan kerennya berbicara di depan forum. Sementara, kamu merasa tidak mampu. Saat kamu keluar, kamu melihat temanmu tertawa, sementara kamu terpaksa tertawa, karena bahkan kamu lupa caranya tertawa! Saat kamu keluar kamu melihat temanmu berkelakar, tentang betapa jeleknya dirimu saat ini, tapi kamu bahkan tidak bisa menanggapi kelakarnya. Saat itu kamu menjadi 100% yakin akan jeleknya dirimu, secara fisik maupun kepribadian.
Saat kamu keluar, kamu melihat teman-temanmu menyelesaikan masalahmu, satu per satu. Tapi kamu jadi enggan, bahkan, untuk mencampuri masalahmu sendiri. Sudah ada ternyata yang menyelesaikan, pikirmu. Kemudian kamu berpikir, ternyata aku tidak berguna dalam menyelesaikan masalahku sendiri.
And the rest of the day, you just couldn't stop thinking that you are useless. Dan setiap harinya semakin tidak berguna.
Kemudian kamu berpikir, apa nilai gunamu dalam hidup?
Tidak ada.
Apa kamu bermanfaat untuk orang lain?
Tidak.
Apa kamu bahkan berguna untuk dirimu sendiri?
Tidak.
Lalu, buat apa kamu hidup?
Tidak tahu.
Lalu ide itu terasa tepat untuk kondisimu saat ini. Kamu yang tidak berguna, juga tidak jelas hidup untuk apa. Mati mungkin solusi. Diakhiri saja hidup ini lebih cepat, toh kamu hidup dengan tidak berguna.
Tidak ada nilainya. Bahkan untuk dirimu sendiri.
Dalam masa-masa itu, yang orang tahu kamu menghilang dari peredaran. Baik di sosmed maupun di kehidupan riil. Mereka mengira kamu baik-baik saja, atau bahkan kamu sedang berlibur dari semua masalahmu, atau apalah!
Yang sebenarnya terjadi adalah, kamu melawan dirimu setiap hari. Hidup di antara badan yang masih terbangun setiap harinya, dan pikiran yang terus menginginkan kematian. Kamu melawan dirimu setiap hari berusaha untuk menghilangkan pikiran negatif dan merubahnya jadi positif, tapi ternyata bahkan tidak satu pun pikiran positif hinggap dalam otakmu. Kamu berusaha mengingat Tuhan, tapi bahkan kamu tidak tahu Tuhan dimana, seperti apa, dan kenapa masih membiarkanmu hidup!
Dan segala pelajaran tentang Tuhan sejak kecil itu, menguap entah kemana. Meski kamu tetap berusaha mengingatnya.
Yang orang tahu, kamu hanya menghilang. Menjadi orang asosial atau sombong. Dan mungkin, tidak sedikit juga yang menganggap kamu sudah enggan mengkontak mereka karena tidak penting.
Kamu pernah?
.
.
.
Salatiga, 19 April 2017
Karena depresi bersifat reversible, dan laten. Yang tahu hanya si orang tersebut. Karena perjuangan orang melawan apa, tidak semua orang tahu.
Kamis, 09 Maret 2017
Di rumah
Di rumah, kamu bukan aktivis dakwah yg kudu syuro ke sana kemari
Di rumah, kamu bukan Murobbi,
Di rumah, kamu bukan anggota aktif ataupun sekretaris Forum Lingkar Pena wilayah DI Yogyakarya
Di rumah, kamu bukan eks ketua bimo forsalamm
Di rumah,
Kamu cuma anak bungsunya Bapak Ibu
Juga Adik paling kecilnya Mbak dan Mas.
Di rumah,
.
.
Ternyata senyaman ini.
.
.
.
.
Tau gitu pulang dari dulu yah, tyani?
Stasiun Pasar Senen, Jakarta.
9.03.2017. 20.24.
Tidak ingin beranjak pergi.
Selasa, 21 Februari 2017
Rabu, 08 Februari 2017
Kamis, 02 Februari 2017
Cerita Skripsi : Membaca dan Menulis
.
.
Kalau membaca saja tidak mau, bagaimana mau menulis?
***
Ini ceritanya sedang merenungkan keyword seperti apa yang harus dipakai supaya bisa dapet jurnal atau bacaan yang tepat.
Rabu, 01 Februari 2017
Selasa, 31 Januari 2017
Minggu, 29 Januari 2017
Minggu, 22 Januari 2017
Doa #2
Misalnya, kiat minta sama Allah supaya jadi anak yang nggak cengeng, terus dikabulin doanya sama Allah dengan cara kita 'dipindahkan' ke kota antah berantah. Di sana banyaaak banget hal mungkin bikin kita jadi mudah nangis. But, hey, di sana sebenarnya kalo dipikir-pikir lagi Allah sedang ingin menguatkan kita. Menguatkan hati kita supaya nggak cengeng lagi.
Jadi harusnya nggak boleh ngeluh ya. Karena jangan-jangan apa yang sedang kita lalui hari ini adalah sebentuk pengabulan doa kita di suatu waktu di masa sebelum hari ini.
*be strong. be brave.
Repost : Doa
Doa mana yang akan dipilih Allah dari sekian juta doa orang yang menginginkan dirinya menjadi rengking 1 di kelasnya?
Doa mana yang akan dipilih Allah dari sekian puluh juta doa orang yang menginginkan dirinya menjadi juara di piala dunia?
Doa mana yang akan dipilih Allah dari sekian ratus juta doa orang yang menginginkan dirinya menjadi salah satu orang yang duduk di kursi-kursi jabatan di pemerintahan?
Kira-kira, doa mana yang Allah pilih? Yang lebih takwa kah? Yang lebih sering diucapkan kah? Yang diucapkan saat-saat waktu mustajab kah? Yang mana? Yang mana yang akan Allah kabulkan di antara sekian banyak keinginan egois manusia?
Tapi Allah mengabulkan doa orang yang miskin, juga yang kaya. Ia juga mengabulkan doa mahasiswa juga doa presiden. Begitu pula doa seorang anak kecil, juga doa orang yang tua renta. Allah mendengarkan semua doa makhluk-Nya. Allah mengabulkan beberapa di antaranya di dunia, yang lainnya ditangguhkan saat waktunya tiba. Dan yang lain lagi ditabung di akhirat.
Allah itu adil. Dan keadilannya melingkupi dunia dan akhirat. Maka, doa-doa yang tidak dikabulkan-Nya di dunia, Ia jadikan tabungan untuk hamba-Nya di akhirat. Juga, segala hal lain yang tidak mendapatkan balasannya di dunia, ia tangguhkan di akhirat.
Karenanya, doa yang manapun, yang terkabulkan ataupun yang tidak, doa orang miskin atau orang kaya, doa mahasiswa atau presiden, doa anak kecil atau tua renta, sebenarnya semuanya ‘dikabulkan’, tapi dengan caranya masing-masing.
*repost tulisan ini dr tumblr anakanaksenja, sedang ingin mengingatkan diri sendiri.
Rabu, 18 Januari 2017
Amel :)
The busiest person in the world. Haha. Temen terbaek terketjeh tercintah tersayang di RumahKita :).
Selasa, 17 Januari 2017
Sosial Media
Mungkin berbicara di sosial media itu seperti kita ingin cerita tapi nggak tau cerita kemana. So we just tell our story to a random people who *accidentally* saw our social media.
Mungkin dewasa kini yg namanya kekuatan membaca pikiran orang sudah nggak diperlukan superhero lagi, toh kita bisa mendengarkan pikiran orang dengan berselancar di dunia sosmed.
Meyakinkan
Jadi saya baik-baik saja, dan akan baik-baik saja.
Ketakutan
Yang belum lulus, takut menghadapi ujian, takut menghadap dosen, takut kalau tugas tidak selesai, takut kalau hari esok datang tapi skripsi belum juga ada progress, takut tidak lulus, dan takut-takut lainnya.
Yang sudah lulus, takut menghadapi lingkungan baru, takut menghadapi orang baru, takut nggak dapet kerja, takut kinerja tidak sesuai ekspektasi, dan takut-takut lainnya.
Semuanya takut. Semuanya punya ketakutannya masing-masing. So, it will be fine. Karena yang punya perasaan itu banyak. Yang senasib dan sepenanggungan banyak.
Senin, 16 Januari 2017
Kalau ...
meng-uninstall corel
akhirnya coreldraw dan kawan-kawan corel lainnya saya uninstall -demi-untuk-laptop-yang-tidak-lemot. *Tapitetepajanggakrelamenguninstalladobecreativesuitenya*
sedih sebenernya. Tapi kalo ga meng-uninstall program berat ini nanti laptopnya lemot mulu, nanti skripsinyanggakdikerjainterusdenganalasanlaptoplemot.
T.T
Apakah ngaruh?
.
.
Yah, lumayanlah
Selasa, 10 Januari 2017
Senin, 09 Januari 2017
Resolusi #3
Syaja'ah (keberanian) akan timbul sebanding dengan keimanan kita terhadap Allah. [materi liqo tahun pertama].
Resolusi #2
Minggu, 01 Januari 2017
Buat Ibu
Happy birthday for my beloved mother.
Terima kasih ibu atas kasih sayang dan perjuanganmu menghidupi kami-kami yang songong, bandel, susah makan, kalo dipanggil nggak nyaut-nyaut, males mandi, berisik, nggak perhatian, males masak nasi, males ngupas buah sampe harus dikupasin, males bikin teh smpe selalu dibikinjn, males manasin makanan, jajan mulu, kasar, dan lain sebagainya, dan lain sebagainya...
.
Ibu terhebat buat kami. Meski di luar sana ada banyak ibu yang -katanya hebat, tapi buat kami cukup ibu saja. Buat kami, sudah pasti 100% ibu terhebat. Tidak ada ibu yang lebih hebat buat kami, selain Ibu.
.
Ibu, katanya terima kasih terbaik adalah melalui doa-doa baik yang terlantunkan setiap shalat. Ibu, ketahuilah, tidak pernah sekalipun kami absen berdoa "allahummaghfirlii wa liwalidayya warhamhumaa kamaa rabbayanii shaghiiraa". Ibu, ketahuilah, tidak pernah sekalipun kami absen mendoakan kesehatan dan kebahagiaan Ibu. Karena, kami sejatinya nggak punya apa-apa, Bu, yang bisa bikin Ibu ketawa, bahagia, dan sehat selalu. Makanya kami selalu minta itu sama Dzat Yang Maha Memiliki buat ngasih Ibu hati yang senantiasa lapang, bersyukur, ikhlas, qanaah, tawadhu. Makanya kami selalu minta sama Dzat Yang Maha Mengabulkan buat ngasih Ibu kebahagiaan hakiki, bahagia dunia hingga akhirat. Makanya, Bu, kami selalu minta sama Dzat Yang Maha Tinggi, buat menempatkan Ibu pada tempat yang mulia, di dunia maupun di akhirat. :)
.
Baarakallah fii umrik, kullu 'aamin wa antum bikhayrin.











