Ada masanya aku sangat ingin melepaskan diri dari jalan ini.
Lalu kemudian berpikir, setelah ini apa? Maka, aku mencoba mencintai. Karena katanya mencintai adalah kata kerja.
Ada masanya aku ingin menyerah dari apa-apa yang aku lakukan sekarang.
Lalu kemudian berpikir, setelah ini apa? Maka aku menyerah berpikir untuk menyerah. Karena katanya sudah terlanjur basah.
Ada masanya aku ingin melepaskan semua yang terasa memberatkan. Meski katanya yang memberatkan itu bisa jadi justru yang baik bagiku.Lalu, aku berpikir, lantas bagaimana? Maka kemudian, aku meneruskan menggenggamnya di tangan, meski tergopoh-gopoh.
Tapi kata orang, ada masanya kita harus melepas beberapa. Menyerah beberapa. Membuang beberapa. Sehingga kita bisa maju.
Tapi rupanya, kecemasanku lebih besar daripada keinginanku melepas, menyerah, membuang.
.
.
.
.
.
.
.
.
Dan pada akhirnya, aku membawa semuanya.
Bersama dengan kecemasan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar