Rabu, 19 April 2017

Randomly talk

Kamu pernah ngerasa depresi?

Dimana hari-harimu menjadi terasa lebih cepat saat siang dan lebih panjang saat malam. Di saat yang biasa kamu lakukan adalah tidur karena lelah menangis atau terbangun tengah malam lantas menangis lagi. Tidur tidak lagi bisa membuatmu lupa terhadap masalah, karena masalahmu turut masuk ke dalam mimpi. Bertransformasi menjadi sebentuk rupa menakutkan. Membangunkanmu. Tidur yang kamu kira sudah berjam-jam, dan kamu berharap pagi sudah datang ketika kamu membuka mata, pupus sudah. Kamu hanya tidur sekian menit. Sepersekian jam. Dan kamu terbangun lelah setelah berkejaran dengan masalahmu di dalam mimpi.

Kamu terbangun dan menangis. Separuh dirimu tau kamu harus tidur. Separuh yang lain terlalu takut tidur. Separuh yang lain cemas dirinya belum melakukan apapun hingga tak lagi mampu tidur. Bahkan meski kamu memejamkan mata berjam-jam seperti biasanya. Kamu hanya di sana, terjaga, sembari memejamkan mata. Dan itu membuatmu frustasi, hingga yang keluar dari mulutmu cuma isak tangis, yang sudah beberapa hari membersamai malammu.

Lagi-lagi, malam terasa panjang.

Dan saat pagi tiba, kamu bahkan enggan untuk beranjak dari kasur. Sisa mengantuk semalam masih menggelayut. Bercampur dengan keengganan bertemu manusia lainnya. Karena, itu hanya akan membuat depresimu lebih buruk saat kembali. Saat kamu keluar, kamu melihat temanmu yang dengan kerennya berbicara di depan forum. Sementara, kamu merasa tidak mampu. Saat kamu keluar, kamu melihat temanmu tertawa, sementara kamu terpaksa tertawa, karena bahkan kamu lupa caranya tertawa! Saat kamu keluar kamu melihat temanmu berkelakar, tentang betapa jeleknya dirimu saat ini, tapi kamu bahkan tidak bisa menanggapi kelakarnya. Saat itu kamu menjadi 100% yakin akan jeleknya dirimu, secara fisik maupun kepribadian.

Saat kamu keluar, kamu melihat teman-temanmu menyelesaikan masalahmu, satu per satu. Tapi kamu jadi enggan, bahkan, untuk mencampuri masalahmu sendiri. Sudah ada ternyata yang menyelesaikan, pikirmu. Kemudian kamu berpikir, ternyata aku tidak berguna dalam menyelesaikan masalahku sendiri.

And the rest of the day, you just couldn't stop thinking that you are useless. Dan setiap harinya semakin tidak berguna.

Kemudian kamu berpikir, apa nilai gunamu dalam hidup?
Tidak ada.
Apa kamu bermanfaat untuk orang lain?
Tidak.
Apa kamu bahkan berguna untuk dirimu sendiri?
Tidak.
Lalu, buat apa kamu hidup?
Tidak tahu.

Lalu ide itu terasa tepat untuk kondisimu saat ini. Kamu yang tidak berguna, juga tidak jelas hidup untuk apa. Mati mungkin solusi. Diakhiri saja hidup ini lebih cepat, toh kamu hidup dengan tidak berguna.

Tidak ada nilainya. Bahkan untuk dirimu sendiri.

Dalam masa-masa itu, yang orang tahu kamu menghilang dari peredaran. Baik di sosmed maupun di kehidupan riil. Mereka mengira kamu baik-baik saja, atau bahkan kamu sedang berlibur dari semua masalahmu, atau apalah!

Yang sebenarnya terjadi adalah, kamu melawan dirimu setiap hari. Hidup di antara badan yang masih terbangun setiap harinya, dan pikiran yang terus menginginkan kematian. Kamu melawan dirimu setiap hari berusaha untuk menghilangkan pikiran negatif dan merubahnya jadi positif, tapi ternyata bahkan tidak satu pun pikiran positif hinggap dalam otakmu. Kamu berusaha mengingat Tuhan, tapi bahkan kamu tidak tahu Tuhan dimana, seperti apa, dan kenapa masih membiarkanmu hidup!

Dan segala pelajaran tentang Tuhan sejak kecil itu, menguap entah kemana. Meski kamu tetap berusaha mengingatnya.

Yang orang tahu, kamu hanya menghilang. Menjadi orang asosial atau sombong. Dan mungkin, tidak sedikit juga yang menganggap kamu sudah enggan mengkontak mereka karena tidak penting.

Kamu pernah?

.
.
.
Salatiga, 19 April 2017
Karena depresi bersifat reversible, dan laten. Yang tahu hanya si orang tersebut. Karena perjuangan orang melawan apa, tidak semua orang tahu.

1 komentar:

  1. Kebanyakan mikir malah jadi tersesat di labirin yang dibuat sendiri tanpa bergerak menuju k arah pintu keluar...

    Lakukan apa yg mau dilakukan(hal yg postif).. Kalo ada hal yg negatif biarkan itu cukup terlintas di pikiran aja..

    Ga perlu disemangatin kan Ty?

    BalasHapus