Kita sama-sama terdiam. Sama-sama bingung harus memulai darimana pembicaraan kita.
"Jadi ..."
"Jadi
..." tanpa sengaja, kita berujar bersamaan, berniat dulu-duluan memecah
kesunyian yang menyiksa. Tapi kemudian tak ada satu pun dari kita yang
melanjutkan. Hening lagi. Kita sama-sama menunggu. Meski entah menunggu
apa. Kita sama-sama terdiam. Meski entah karena apa. Kita sama-sama
tidak berani memandang satu sama lain. Meski, kita tahu kita sama-sama
merindu.
Hening masih belum pecah. Masih belum ada dari kita yang
berniat untuk melanjutkan kata "Jadi" yang terucap tadi. Aku mengulum
bibir. Ragu-ragu mau berbicara. Kamu pun gelisah, sedari tadi
memutar-mutar jam tangan yang melingkar di lenganmu, kebiasaanmu sejak
dulu jika sedang gugup.
Kita sama-sama gugup. Gelisah ingin
bersuara. Gelisah ingin berbicara banyak hal. Mengobrol ini itu. Ngalor
ngidul sampai jauh dari topik awal. Seperti dulu lagi.
Tapi kita masih sama-sama diam. Hening ini semakin menyesakkan, beriringan dengan suara detikkan yang tiada habisnya.
Kita
sama-sama menunggu. Meski entah menunggu apa. Kita sama-sama menunggu
keheningan ini pecah entah oleh apa saja, atau siapa saja!
Kita masih menunggu. Dan hening masih menggantung ...
Note :
tadinya mau di post pas ada lomba cermin di salah satu grup wa. tapi entah kenapa urung saya post di sana. Jadi saya post di sini saja. karena namanya cerita mini. Jadi ceritanya emang cuma segini. Bahkan saya aja ga tau maknanya apa. wkwkwkwk ....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar