Rentang periode Agustus-September ini, nggak cuma satu dua orang teman saya yang telah menyelesaikan studi sarjana satunya. Alhamdulillah wa baarakallah. Semoga ilmunya berkah, bagi dirinya, juga bagi orang lain. Saya -yang sudah mulai kehilangan semangat untuk kuliah dan menyelesaikan studinya ini, mau nggak mau keseret-seret untuk segera menyelesaikan tugas akhir karena gemes ditanyain mulu, "Kamu sih kapan wisuda?" atau bahkan ada yang ngasih selamat, meski skripsi belum tersentuh sejak seminar proposal beberapa bulan lalu, "Selamat ya Kak ..." terus dilanjutin, "Selamat siang .." -______-
Memang, kondisi dimana kita sudah-nggak-ada-kelas-lagi-dan-tinggal-ngerjain-tugas-akhir sebenarnya adalah kondisi berbahaya, terutama buat saya. Begitu ada jam-jam kosong, rasanya pengen dipenuhin, dengan les ini, les itu, ikutan nyantri di sini dan sebagainya -sebagai kompensasi waktu yang saya sulit dapatkan selama masa kuliah yang padat dan penuh reschedule.
Tapi, ya gitu, ketika waktu-waktunya sudah dipenuhi, justru, skripsi ini nggak kepegang. Kadang saya berpikir, kenapa segitu susahnya ngerjain skripsi, sementara saya suka banget nulis. Kenapa segitu susahnya ngerjain skripsi, sementara, saya merasa segitu menyenangkannya mengerjakan karya tulis ilmiah waktu MTs dan MA (iyakah? haha). Dan, meski seringkali kesulitanya itu sebenarnya datang dari diri sendiri yang kurang baca, plus menunda-nunda; tapi kadang-kadang malah jadi menyalahkan yang lain, dosennya beginilah, topiknya lalalili lah dan seterusnya, dan seterusnya.
Padahal, kata Bapak, "Semakin ditunda akan semakin berat,"
well said. Memang begitu ternyata, semakin saya menunda, semakin semakin semakin berat terasa. (tapi tetep aja nggak dikerjain, wkwkwk).
Sebenernya masih pengen nulis banyak seputar ini sih. Tapi malah ngebundet di pikiran. wis, udah, pokok e dikerjakan sik ....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar