Minggu, 04 Februari 2018

cemas dan egois

cemasnya datang tiba-tiba, tanpa notifikasi kapan akan datang, juga kapan akan pergi. kadang akhirnya menjadi lebih cemas lagi ketika nggak tahu kapan cemas ini akan hilang, atau nggak tau cemas ini kenapa. WHy? WHy? WHY?

Aaah, meski berteriak, tapi rasanya memantul balik.

Aah, aku ingin didukung. Kenapa aku harus mendukung orang?
Aku ingin dibantu? Kenapa aku harus terus membantu orang, sementara aku juga punya masalah. Aku juga ingin dibantu. Aku juga ingin didukung.

Aaah, aku capek. Aku lelah, Ya Allah. Aku ingin dukungan-Mu. Ya Allah, jagan tinggalkan aku dalam kecemsan yang tak berujung ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar