Betapa perubhaan huruf e jadi o dalam panggilan sehari-hari di tempat saya beraktivitas membawa perubahan yang cukup signifikan.
"dok, ini ada pasien gatel-gatel habis dikasih levofloxacin, mohon advis dok"
"dok, ada pasien penkes dok, tadi pagi habis HD cito"
"dok, ini pasiennya tensinya turun, dok, biasnya 110/80-an sekarang jadi 60/40"
"dok ...
minta resep dok"
dok ...
terus rasanya gue mau TERIAAAAAAAKKKKKKKKKKKK
gue juga nggak tau mbaaaak mau diapaaaiiiiin
meski udah lulus ujian kompetensi, tapi serius deh, apa yang kita dapet di kuliah dan di koas belum tentu bisa langsung dipraktekan. ada proses mencerna perbedaan keilmuan dengan kenyataan. ada proses merecall ilmu-ilmu extra yang keselip diantara semua teori yang dipelajari untuk ujian kompetensi. dan ada proses adaptasi dengan lingkungan kerja yang baru.
apalagi buat saya yang super takut dengan manusia. saya takut dengan pandangan manusia, saya takut takut dengan penilaian manusia terhadap saya. it makes me suuuupe anxious. adaptasi di tempat kerja yang baru-berteu dengan manusia-manusia baru setiap harinya bikin saya super anxious. rasanya setiap kali mau jaga saya udah mual duluan.
iya, saya juga nggak tau kenapa saya memutuskan untuk ikut program internship. mungkin saya cuma mengikuti alur yang ada. rasanya setiap habis jaga saya mau berhenti iship saat itu juga.
dan, di masa pandemi gini, stressnya jadi dobel sepertinya. stres adaptasi, stress saat mendengar kabar2 terkait covid, stres saat ketemu pasien suspek covid, stres nggak bisa pulang, stres ga bisa keluar jogja.
rasanya saya ingin menghilang kabur entah kemana.
covid is scary, but human is much more terrifying than covid itself.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar