Malam ini, saya jaga IGD. Sendirian koasnya.
Saya nggak pernah jaga IGD sendirian di sardjito. it's scary. terlalu banyak takut dalam pikiran saya. saya takut saya nggak kompeten, saya takut nggak bisa jawab kalo ditanyain, saya takut saya nggak bisa melakukan tindakan dengan baik.
dan, saya takut saya nggak punya kepercayaan diri yang cukup sebagai dokter.
eh, bukan takut deng yang terakhir itu. yang terakhir itu fakta.
saya ingin kepercayaan diri.
semua kecemasan saya terakumulasi dalam diri saya, dalam pikian saya, menjadi penyakit, dan membuat saya-seringnya merendahkan diri saya sendiri.
saya takut untuk terus berada di dunia ini. saya takut menghadapi orang-oang baru setiap harinya.
tapi saya juga belum tahu harus jalan kemana, ketika rasanya tiga perempat badan saya sudah tercelup di dalamnya.
saya nggak punya keberanian untuk meninggalkan dunia ini dan mencoba hal yang baru. Tapi saya takut untuk tetap berada di sini. setiap harinya. saya takut.
saya harus gimana?
Minggu, 23 Desember 2018
Minggu, 16 Desember 2018
Kamis, 13 Desember 2018
kalau sudah di rumah, rasanya berat kalau harus kembali ke jogja (lagi) dan melanjutkan kehidupan koas. rasanya ingin berhenti saja. setiap kali pulang ke rumah, pasti yang diinginkan cuma itu. berhenti koas.
rasanya ingin berhenti saja jadi mahasiswa kedokteran.
sampai kapan ya aku bakal menginginkan untuk tidak menjadi dokter?
rasanya ingin berhenti saja jadi mahasiswa kedokteran.
sampai kapan ya aku bakal menginginkan untuk tidak menjadi dokter?
Rabu, 14 November 2018
November tahun ini, dan tahun-tahun sebelumnya
November tahun ini, saya berjuang menyelesaikan stase obgyn yang luar biasa. Luar biasa jaganya (sekali shift 30 jam), luar biasa konsulen-konsulennya, luar biasa tugas-tugasnya, dan sudah barang tentu luar biasa capeknya -fisik maupun mental. it took so much energy just to wake up in the morning, and then went straigth to the hospital to have morning shift. Saya, mungkin selama koas 6-7 bulan ini, paling banyak nangis ya pas obgyn ini. (nggak tau ya besok-besok gimana, hehe). terus udah gitu masih mikir, 'kok ada ya orang masih mau jadi spesialis obgyn?' wkwkw -ini mah emang dasar saya nya aja yang males wkwkw.
Di November-november sebelumnya, saya nggak menyangka saya ada di tahap ini. Masuk koas, ketemu temen-temen baru. Kesulitan mencari jadwal liqo. Pulang dari RS langsung tidur. Kadang-kadang saya masih merasa ini nggak nyata. Kehidupan koas saya seperti masih di angan-angan.
November tahun sebelumnya, di tanggal-tanggal segini saya sedang sibuk menyiapkan seminar hasil, kemudian sidang skripsi seminggu setelahnya, dan revisi-revisi. Sidang-yang saya nggak bilang siapa-siapa selain Allah dan afifah (wkwk). Saya bahkan nggak bilang ibu bapak dan keluarga, just because-kalau saya bilang, saya takut orang-orang akan mulai bilang, 'santai aja, tyani, besok tuh bakal ... bla bla bla ..' atau saya takut orang-orang akan mulai meledek 'ciee yang mau sidang' dsb dsb, yang akan bikin saya kepikiran banget kalo saya mau sidang lalu setelahnya koas. And that's why saya baru bilang-bilang dan mengumumkan ke orang-orang justru setelah saya selesai sidang. itupun ke orang-orang kontrakan, ke temen liqo, sama ke keluarga aja. Jadi masih banyak yang tanya, meskipun setelah sidang, 'Tyani, apa kabar skripsinya?' lalu saya bisa jawab, 'Alhamdulillah, baik.'
November sebelumnya lagi, saya sedang berjuang melawan kecemasan yang berlebihan akan skripsi saya yang nggak maju (dan ditambah kecemasan-kecemasan terkait organisasi, jabatan, dan lain sebagainya juga) yang membawa saya pada pengalaman berharga yang saya nggak mau ngulangin lagi : Depresi. Meski depresi ringan, tapi nggak ringan untuk yang menjalankan. di malam-malam di mana saya jatuh tertidur cepat dengan harapan saya nggak terbangun malamnya, tapi justru sebaliknya. Saya bangun satu jam sejak saya tidur, kemudian tidak bisa tidur lagi hingga pagi. di jam-jam di mana saya terbangun itulah dimana pikiran-pikiran negatif masuk tanpa filter.
it was scary. Dan kalau bisa, tidak usah terulang lagi.
di November-november sebelum tahun ini, saya benar-benar tidak berani memikirkan bahwa saya sedang koas, menjalani keseharian di rumah sakit dalam kondisi tertekan.
Tapi kenyataannya hari ini, November tahun ini : saya sedang koas, dalam kondisi tertekan setiap harinya di rumah sakit, but it's okay. it's okay.
ps : saya menantikan november-november lainnya di tahun-tahun berikutnya. tidak ada maksud khusus sebenarnya tentang november, tapi entah kenapa ada banyak kejadian di bulan november.
Di November-november sebelumnya, saya nggak menyangka saya ada di tahap ini. Masuk koas, ketemu temen-temen baru. Kesulitan mencari jadwal liqo. Pulang dari RS langsung tidur. Kadang-kadang saya masih merasa ini nggak nyata. Kehidupan koas saya seperti masih di angan-angan.
November tahun sebelumnya, di tanggal-tanggal segini saya sedang sibuk menyiapkan seminar hasil, kemudian sidang skripsi seminggu setelahnya, dan revisi-revisi. Sidang-yang saya nggak bilang siapa-siapa selain Allah dan afifah (wkwk). Saya bahkan nggak bilang ibu bapak dan keluarga, just because-kalau saya bilang, saya takut orang-orang akan mulai bilang, 'santai aja, tyani, besok tuh bakal ... bla bla bla ..' atau saya takut orang-orang akan mulai meledek 'ciee yang mau sidang' dsb dsb, yang akan bikin saya kepikiran banget kalo saya mau sidang lalu setelahnya koas. And that's why saya baru bilang-bilang dan mengumumkan ke orang-orang justru setelah saya selesai sidang. itupun ke orang-orang kontrakan, ke temen liqo, sama ke keluarga aja. Jadi masih banyak yang tanya, meskipun setelah sidang, 'Tyani, apa kabar skripsinya?' lalu saya bisa jawab, 'Alhamdulillah, baik.'
November sebelumnya lagi, saya sedang berjuang melawan kecemasan yang berlebihan akan skripsi saya yang nggak maju (dan ditambah kecemasan-kecemasan terkait organisasi, jabatan, dan lain sebagainya juga) yang membawa saya pada pengalaman berharga yang saya nggak mau ngulangin lagi : Depresi. Meski depresi ringan, tapi nggak ringan untuk yang menjalankan. di malam-malam di mana saya jatuh tertidur cepat dengan harapan saya nggak terbangun malamnya, tapi justru sebaliknya. Saya bangun satu jam sejak saya tidur, kemudian tidak bisa tidur lagi hingga pagi. di jam-jam di mana saya terbangun itulah dimana pikiran-pikiran negatif masuk tanpa filter.
it was scary. Dan kalau bisa, tidak usah terulang lagi.
di November-november sebelum tahun ini, saya benar-benar tidak berani memikirkan bahwa saya sedang koas, menjalani keseharian di rumah sakit dalam kondisi tertekan.
Tapi kenyataannya hari ini, November tahun ini : saya sedang koas, dalam kondisi tertekan setiap harinya di rumah sakit, but it's okay. it's okay.
ps : saya menantikan november-november lainnya di tahun-tahun berikutnya. tidak ada maksud khusus sebenarnya tentang november, tapi entah kenapa ada banyak kejadian di bulan november.
Kamis, 08 November 2018
keajaiban
Besok hari terakhir obgyn, semoga semua berakhir dengan baik, tanpa kurang satu pun.
Ya Allah, saya nggak pengen ngulang obgyn lagi Ya Allah ...
susah soalnya. hehe.
Dari segala aspek. Dari segala sisi dan dimensi. Susssaaah sekaliiiiii.
Disudahi besok saja dong Ya Allah. Ya Allah, aku mohon keajaiban-Mu.
Ya Allah, saya nggak pengen ngulang obgyn lagi Ya Allah ...
susah soalnya. hehe.
Dari segala aspek. Dari segala sisi dan dimensi. Susssaaah sekaliiiiii.
Disudahi besok saja dong Ya Allah. Ya Allah, aku mohon keajaiban-Mu.
-balada koas obgyn yang besok ujian, tapi refkas belom kelar, dan dpk keluar kota hari ini, dan bukannya ini koas belajar malah buka blogger+yutub, dan setelahnya bersiap bobok. kapan belajarnya ini? -_-
Langganan:
Postingan (Atom)
