Minggu, 16 Oktober 2011

Thanks for All

Yak... akhirnya, setelah berminggu-minggu saya berkutat dengan ujian tengah semester dan segala macam remedialnya, akhirnya saya bisa juga kembali blogging...

di sini, saya ingin mengucapkan terima kasih untuk semuanya....terima kasih untuk segala dukungannya, segala motivasi dan do'anya... terima kasih untuk semuanya yang bersedia membantu saya untuk bangkit ketika saya 'terjatuh'...

terutama untuk Mbak Uccha dan keluarga saya, untuk Bu Eka yang selalu bersedia direpotkan dengan segala macam keinginan kami, untuk Nisa, Nadia, Nida', Akmal, Hibro, Hilya, dan Kak urfa di Kelompencapir...terima kasih untuk Maryam Zakiyyah yang sudah mau mengkritik dan membaca cerpen saya (you're the first...), terima kasih juga untuk Parangeni Muhammad yang telah menjadi inspirasi saya...terima kasih untuk semua dukungannya...

tanpa kalian, mungkin karya saya tidak akan masuk ke dalam 52 karya favorit LMCR ROHTO 2011 kategori B...

Saya bersyukur sama Allah, saya dapat mengumpulkan keberanian hingga saya bisa mengirimkan cerpen saya ke LMCR rohto... saya bersyukur sama Allah, ada Bu Eka yang bersedia direpotkan dalam pengiriman naskah dan terus-terusan mendukung kami , kelompencapir, untuk terus berkembang dan berkembang, saya bersyukur saya gabung di kelompencapir sehingga saya punya kepercayaan diri untuk membuat sebuah cerpen...

Terima kasih semuanya...

Minggu, 18 September 2011

Selamat!!!

yak, akhirnya,,, saya bisa juga mengepost kembali blog saya yang kadang terurus sekali dan kadang sama sekali tidak terurus,... (nyahahahahah)

then, here, I wanna say "SELAMAT" -bukan selamat pagi, selamat siang, selamat malam, selamat jalan, apalagi selamat makan (jyaaahh... lapernya keliatan banget)....

Ya... congratulation for OSN 2011 (lhah?),,, No, congratulation for my friends who had past OSN 2011 in Manado a week ago, and they are:


1. Ahmad Faiz Ibadurrahman (gold medal-chemistry)
2. Gianluigi Grimaldi Maliyar (gold medal-astronomy)
3. Aji Muharram (gold medal-computer)
4. Parangeni Muhammad (silver medal-biology)
5. Saefudin Juhri (silver medal-earth science)
6. Pyan Amin (silver medal-economy)
7. M. Aulia Rahman (silver medal-economy)
8. M. Nabil Satria F (silver medal-astronomy)
9. Rizqi DC (earth science)
10. Tawqa Aditya Atmaja (chemistry)
11. Aditya Indra Pratama (biology)
12. Arum Adinigtyas (physic)
13. Achmad Nawawi (physic)

congratz, eventhough you didn't got the medal... because you're the best....
we're proud of you all....

Rabu, 07 September 2011

Some of Lebaran 2011 pictures

Salatiga, 31 Agustus 2011

Gemolong, 30 Agustus 2011

Salatiga (my family feat. Dek Tia)

Pulang Kampung 2011 : 30 Jam Perjalanan

Alhamdulillah, idul fitri dan Ramadhan telah terlewati... Alhamdulillah pula saya telah kembali ke depok dan bisa blogging kembali...
Nah, Jadi... sebelum saya melanjutkan postingan kali ini (*padahal belum ngapa-ngapain)... saya sedikit akan menjelaskan perbedaan istilah "mudik" dan "pulang kampung" di kalangan keluarga saya. Kalau saya bilang "mduik" itu berarti saya pergi ke rumah nenek-kakek saya di Salatiga untuk keluarga dari Ibu dan Solo untuk keluarga dari Ayah. Sedangkan "pulang kampung" berarti saya kembali ke kampung kelahiran saya, tempat saya dilahirkan, tempat saya sekarang tinggal.. Depok....Sampai sini sudah mengerti?

OK, lanjut ya...

So, Setelah selama 7 hari berkutat di Salatiga dan Solo, akhirny datanglah tanggal 4 September... hari dimana saya harus pulang kampung lagi...!

Saya nggak akan banyak cerita tentang bagaimana mudik saya, karena Insya Allah sama dengan teman-teman lainnya, bertemu keluarga, silaturrahim, maaf-maafan (kalau di keluarga saya disebut 'sungkeman'), mungkin juga bagi-bagi THR (jyaaaahhh....)...

Kata Bapak saya, mudik itu "kayak menyatukan puzzle"... karena mudik menyatukan keluarga yang sudah tinggal tersebar di seluruh Indonesia, dikumpulkan di satu-tempat, di rumah nenek-kakek, yangti-yangkung, mbah putri-mbah kung, ibu-bapak, abah-emak, umi-abi, dll...

Dan karena yang tadinya terpecah itu kembali menjadi satu, berarti menuju ke satu arah kan? Makanya, fenomena 'macet' saat mudik ataupun pulang kampung juga tidak terhindarkan lagi...ditambah dengan segala rekonstruksi  jalan ataupun kerusakan-kerusakan di tengah jalan yang tidak segara diselesaikan menambah panjangnya kemacetan yang terjadi.

Dan hal itulah yang membuat keluarga kecil saya (yang terdiri atas Bapak, Ibu, dan 3 orang anak-saya dan 2 kakak saya) terjebak sepanjang perjalanan pulang kampung selama 30 Jam...

Jadi, Bapak mengusulkan untuk pulang ke Depok tanggal 4 September dengan harapan, tidak terlibat dalam puncak arus balik yang akan membuat kemacetan berpuluh-puluh kilometer...sebab tanggal 5 itu para pegawai kantoran sudah masuk ditambah dengan anak-anak sekolah (kecuali beberapa sekolah di wilayah jabodetabek yang masuk tanggal 7) dan mahasiswa tingkat satu. Jadi, pasti akan banyak orang yang memilih balik ke rumah masing-masing tanggal 3...

Ternyata, eh, ternyata... semua orang berpikiran sama... dan jadilah tanggal 4 September itu "puncak arus balik pulang kampung"... Awalnya, saat keluarga saya keluar dari daerah Salatiga (untuk yang tidak tahu Kota Salatiga silahkan lihat di peta Jawa Tengah) pukul 8-an, jalanan masih lenggang dan lancar...Namun, begitu masuk Kota Batang tiba-tiba jalanan menjadi padat merayap... laju jalannya mobil hanya sekian cm perjam... Masya Allah... ditambah suasanan siang hari yang panas menyengat...rasanya lengkap sudah penderitaan para pemudik.. (kalau saya tidak ingat neraka lebih panas, mungkin saya sudah dengan suka rela mengeluh terus...^___^  *mohon untuk tidak ditiru ya...). Hal ini terus berlanjut hingga mencapai Kota Brebes. Padat merayap. Alhasil, hingga jam 4 sore saya masih berada di Jawa Tengah, yang dalam keadaan normal, mestinya saya sudah melewati palang batas Provinsi Jawa Tengah, dan masuk Losari, Cirebon...

Lewat maghrib, kami sampai juga di Cirebon. Lega rasanya sudah sampai di Jawa Barat lagi. Dan akhirnya saya tertidur karena hari sudah mulai menggelap. Hormon melatonin si hormon tidur juga mulai terproduksi. Setelah agak lama namun masih dalam suasana maghrib, saya terbangun dari tidur. Rupanya, Bapak berhenti di pom bensin untuk beristirahat sebentar dan shalat, serta makan malam dengan lauk dan nasi yang dibawakan yangti dari Salatiga. Lepas Isya', kami melanjutkan perjalanan pulang kampung itu, dan perlahan saya pun terkena 'sindrom perjalanan panjang' lagi, yaitu tidur panjang selama perjalanan panjang yang bukan termasuk estivasi apalagi hibernasi.(*halah... bahasa saya...)

Begitu terbangun, ternyata Bapak lagi menghentikan mobilnya di pinggir jalan. Ooo... ternyata macet panjang. Saya tungguin agak lama, kok ya nggak jalan-jalan. Setelah selidik punya selidik, ternyata mobil yang lain juga nggak jalan. Bahkan, sampai ada yang ketiduran supirnya, padahal mobilnya berada tepat di tengah-tengah jalan. Yang di belakang bingung, kok diklakson kok ini mobil nggak maju-maju, waktu ditengok... eh supirnya lelap....ZZzzzz......Selain supir tadi, ada pula pengendara motor yang saking ngantuknya menunggu kemcetan ini sampai terjatuh. BRUUUK!! untung itu kejadiannya di desa, jadi orang-orangnya sigap langsung membantu pak pengendara motor yang mengantuk tadi. Inilah sedikit perbedaan orang kota dan desa, padahal orang yang nolongin itu gaya rambutnya nge-punk semua, coba bandingkan dengan orang kota yang seringkali acuh tak acuh dengan kejadian seperti itu.

Yak, kembali lagi ke topik awal. Setelah tau kalau macet, saya memilih tidur lagi (saya sudah bilang saya terkena 'sindrom perjalanan panjang'). Tengah malam menjelang fajar, saya terbangun lagi. Ooo... masih macet, tha...tapi, yang ini merayap sedikit-lebih sedikit daripada saat kami di Brebes kemarin siang. Saya tanya bapak, 'Pak, udah dimana ini?'. Kata Bapak, 'Cierbon, dek'. Jyaaaahhh.... ternyata kami semalaman menginap di jalanan Cirebon... Masya Allah...

Karena padatnya jalan, akhirnya, Bapak memilih belok untuk lewat Subang, dan nggak lewat tol. Setelah kami berhenti sejenak di pom bensin untuk shalat shubuh, kami jalan sedikit di jalanan yang suasananya masih terkesan 'desa banget' itu. Tentu saja, itu masih di Cirebon, cuma sudah bukan jalan utama. Sebelum benar-benar melanjutkan perjalanan, kami sempat berhenti di warung kecil yang menjual aneka gorengan dan nasi lengko (nasi dengan kudapan sayur). Ibu dan Bapak membeli sangat banyak gorengan! Hingga mobilnya hampir penuh!!! Mulai dari bakwan, tempe, tahu, ubi goreng, hingga pisang goreng!! Nyam....nyam...nyam... di suasana pagi hari makan gorengan... nikmaaaattt!!!

Ibu penjual gorengannya ramah betul terhadap kami. Ibu bilang, penjualnya sangat menyenangkan, beliau sempat bercerita, kalau si ibu penjual menangis saat Istrinya Saipul Jamil meninggal, katanya "Saya kasihan itu bu sama istrinya Saipul Jamil. Nangis saya bu... Masa yang mati cuma Istrinya? Kenapa Saipul Jamilnya nggak mati juga? Kan kalau sehidup semati lebih bagus, Bu...." (lihat? bagaimana seseorang menjadi korban infotaiment).

Kemudian kami melanjutkan perjalanan atas petunjuk si ibu penjual gorengan, lewat Cikumarang, katanya, cuman, benar-benar deh, jalan yang kami lewati benar-benar sepiiiiii mobil. tapi, view yang kami dapatkan sepanjang perjalanan indaaah sekali. Nanti akan saya upload beberapa foto yang berhasil kami ambil.

Lewat dari Cikumarang, Subang, masuk ke Purwakarta, di sana baru mulai macet yang merayap lagi... Ugghhhh... rasanya badan pegal-pegal semua.....Dan jalanan kembali lenggang ketika masuk ke Tol Sadang. Dari situ, masuk Jakarta Timur, dan sampailah kami di Depok, kampung halaman saya tercinta! (>.<)

Setalah menghitung-hitung berapa lama kami berada di jalanan, ternyata 30 jam!!!  Masya Allah, bagaimana badannya tidak pegal-pegal semua kalau begitu ceritanya?


perjalanan dari Solo ke Salatiga, lihat view yang dibentuk oleh Gunung Merbabu dan Merapi?

Jalanan menuju Cikumarang

deretan pohon karet di Purwakarta

(Lagi-lagi) deretan pohon karet di Purwakarta, lihat bagaimana kompaknya pohon-pohon itu? 

Sabtu, 27 Agustus 2011

Sudikah Kau, Kawan?


Seandainya bisa, aku ingin terus berada di sampingmu
Tersenyum bersamamu
Sembari bergandengan tangan
Kita tertawa bersama
Terkadang pertengkaran kecil mewarnainya
Ditambah sedikit bumbu dari tangis kita bersama
Dan akhirnya
Sambil menatap satu sama lain
Kita tersenyum
Berucap maaf
Dan kembali tertawa
***
Seandainya bisa, aku tak ingin waktu memisahkan kita
Hingga kita tak lagi saling menatap
Dan sedikit obrolan tak lagi pernah terucap
Bahkan sapaan sedikit terlontar
Tak ada lagi tukar hadiah di hari ulang tahun
Yang ada hanya
Aku di sini dan kamu di sana
***
Seandainya bisa, aku ingin kita tetap bersama
Sekalipun banyak hal yang menghalangi kita bertemu
Tetap saling tersenyum
Dan berjabat tangan
Saling menguatkan
Dengan menepuk punggung satu sama lain
Sembari berkata, "yang kuat!"
Dan pelukan-pelukan hangat
Di sela tangis penyesalan
Atau sedikit berbagi makanan di tengah candaan kita
***
Seandainya bisa, Sudikah kau tetap bersamaku, Kawan?


August, 26th 2011

Jumat, 26 Agustus 2011

Met Idul fitri 1432 H

Selamat Idul Fitri 1432 H bagi para pembaca blog saya....Semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT dan diberi ganjaran yang sepantasnya (mutiara hikmah mode on).... Amiin...


saya post sekarang saja, ketimbang nanti nggak sempet hehehehe...

Life is Education