Rabu, 14 November 2018

November tahun ini, dan tahun-tahun sebelumnya

November tahun ini, saya berjuang menyelesaikan stase obgyn yang luar biasa. Luar biasa jaganya (sekali shift 30 jam), luar biasa konsulen-konsulennya, luar biasa tugas-tugasnya, dan sudah barang tentu luar biasa capeknya -fisik maupun mental. it took so much energy just to wake up in the morning, and then went straigth to the hospital to have morning shift. Saya, mungkin selama koas 6-7 bulan ini, paling banyak nangis ya pas obgyn ini. (nggak tau ya besok-besok gimana, hehe). terus udah gitu masih mikir, 'kok ada ya orang masih mau jadi spesialis obgyn?' wkwkw -ini mah emang dasar saya nya aja yang males wkwkw.

Di November-november sebelumnya, saya nggak menyangka saya ada di tahap ini. Masuk koas, ketemu temen-temen baru. Kesulitan mencari jadwal liqo. Pulang dari RS langsung tidur. Kadang-kadang saya masih merasa ini nggak nyata. Kehidupan koas saya seperti masih di angan-angan.

November tahun sebelumnya, di tanggal-tanggal segini saya sedang sibuk menyiapkan seminar hasil, kemudian sidang skripsi seminggu setelahnya, dan revisi-revisi. Sidang-yang saya nggak bilang siapa-siapa selain Allah dan afifah (wkwk). Saya bahkan nggak bilang ibu bapak dan keluarga, just because-kalau saya bilang, saya takut orang-orang akan mulai bilang, 'santai aja, tyani, besok tuh bakal ... bla bla bla ..' atau saya takut orang-orang akan mulai meledek 'ciee yang mau sidang' dsb dsb, yang akan bikin saya kepikiran banget kalo saya mau sidang lalu setelahnya koas. And that's why saya baru bilang-bilang dan mengumumkan ke orang-orang justru setelah saya selesai sidang. itupun ke orang-orang kontrakan, ke temen liqo, sama ke keluarga aja. Jadi masih banyak yang tanya, meskipun setelah sidang, 'Tyani, apa kabar skripsinya?' lalu saya bisa jawab, 'Alhamdulillah, baik.'

November sebelumnya lagi, saya sedang berjuang melawan kecemasan yang berlebihan akan skripsi saya yang nggak maju (dan ditambah kecemasan-kecemasan terkait organisasi, jabatan, dan lain sebagainya juga) yang membawa saya pada pengalaman berharga yang saya nggak mau ngulangin lagi : Depresi. Meski depresi ringan, tapi nggak ringan untuk yang menjalankan. di malam-malam di mana saya jatuh tertidur cepat dengan harapan saya nggak terbangun malamnya, tapi justru sebaliknya. Saya bangun satu jam sejak saya tidur, kemudian tidak bisa tidur lagi hingga pagi. di jam-jam di mana saya terbangun itulah dimana pikiran-pikiran negatif masuk tanpa filter.

it was scary. Dan kalau bisa, tidak usah terulang lagi.

di November-november sebelum tahun ini, saya benar-benar tidak berani memikirkan bahwa saya sedang koas, menjalani keseharian di rumah sakit dalam kondisi tertekan.

Tapi kenyataannya hari ini, November tahun ini : saya sedang koas, dalam kondisi tertekan setiap harinya di rumah sakit, but it's okay. it's okay.

ps : saya menantikan november-november lainnya di tahun-tahun berikutnya. tidak ada maksud khusus sebenarnya tentang november, tapi entah kenapa ada banyak kejadian di bulan november.

Kamis, 08 November 2018

keajaiban

Besok hari terakhir obgyn, semoga semua berakhir dengan baik, tanpa kurang satu pun.
Ya Allah, saya nggak pengen ngulang obgyn lagi Ya Allah ...

susah soalnya. hehe.
Dari segala aspek. Dari segala sisi dan dimensi. Susssaaah sekaliiiiii.

Disudahi besok saja dong Ya Allah. Ya Allah, aku mohon keajaiban-Mu.






-balada koas obgyn yang besok ujian, tapi refkas belom kelar, dan dpk keluar kota hari ini, dan bukannya ini koas belajar malah buka blogger+yutub, dan setelahnya bersiap bobok. kapan belajarnya ini? -_-

Selasa, 30 Oktober 2018

apapun yang terjadi kamu harus bahagia, tyani.
kayak apapun kondisinya hari ini, besok ataupun kemarin, kamu harus bahagia.

Senin, 29 Oktober 2018

PMS

PMS dan stase obgyn sleman bukan suatu kombinasi yang menyenangkan sejujurnya. selain karena badan udah pegel-pegel akibat jaga 30 jam sehari dan ding dong ditambah tenaga kesehatan di sana agak tidak terlalu ramah mahasiswa.

jadilah capek fisik, capek mental, njuk emosinya lagi meledak-ledak, waduh saya nggak tau nih kapan bakalan meledak. terakhir sih, biar ga meledak keluar nanti malah jadi code red atau code black gitu ya, tapi saya malah jadi matahin pulpen.

duh, serius deh, saya jadi sangaatt emosinal belakangan ini. percayalah cewek-cewek pms itu bahkan nggak nyaman sama dirinya sendiri. uring-uringan rasanya, meledak-ledak. Pengennya udahan aja pms nya. biasanya kalo lagi kayak gini saya pengennya punya waktu buat menyendiri, ga ketemu orang. tapi kalo jaganya 30 jam sehari gitu, kapan bisa punya waktu buat diri sendiri coba.

ayolah, segera selesai. obgyn nya, pms nya juga. :(

Selasa, 23 Oktober 2018

saya ingin tidur saja.





-stase obgyn week 8. setelah jaga dingdong 1 pekan, dan masih sisa 2 pekan lagi jaga dingdong.

Sabtu, 15 September 2018

Detak Jantung Bayi

Kemarin saya mendengarkan detak jantung bayi melalui doppler. bukan bayi saya sih, bayi orang lain, bayi pasien. itu pun bayi yang masih dalam kandungan. detaknya cepat 140 kali per menit, reguler, tanpa ada suara tambahan.

entah mengapa saya merasa ajaib, dalam perut ibu yang membesar itu ada seonggok makhluk hidup lainnya. jantungnya berdetak. saya bisa mendengar bunyi jantungnya.

dan mendengarnya rasanya menenangkan.

Sungguh Maha Besar Allah dengan Segala Kuasanya.



Kalau nanti saya akhirnya mengambil residensi obstetri dan ginekologi, 
mungkin alasannya sesederhana ingin mendengarkan detak jantung bayi.