Ada yang tahu apa itu phobia?
ehm, ehm, jadi begini sodara-sodara.Phobia adalah ketakutan yang berlebihan pada sesuatu hal atau fenomena. Bedanya sama rasa takut biasa adalah, hal yang ditakuti biasanya nggak menyeramkan bagi orang banyak, cuan buat si penderita phobia bakal membuat dia jadi panik karena hal yang ditakutinya tersebut, panik itu bisa dalam bentuk gemetaran, menggigil, sesak nafas, deg-degan, dan kalau buat aku gemetar plus nangis (FYI : aku phobia darah).
Untuk sebagian besar orang yang sudah terkena phobi akut, pasti bakal jawab "nggak tau" kalau ditanya apa penyebab dia bisa phobia gitu. well, emang wajar sih kalau dibilang nggak tau soalnya begini, penjelasan secara biologisnya:
prinsip kerja syaraf dalam otak kita untuk penyimpanan memori adalah use or lose, alias jika tidak digunakan, maka ingatan yang terbentuk dari synaptic pathway itu akan tertumpuk dengan sinaps-sinaps yang terbentuk setiap harinya.jadi, memori-memori yang tersimpan di dalam otak kita itu disimpan dalam jalur-jalur atau sinaps-sinaps yang terbentuk di dalam otak kita melalui sinaptogenesis setiap harinya. awalnya, memori yang tersimpan menjadi STM alias Short time memory yang akan menjadi LTM atau Long time memory jika kita sering mengulang-ulangnya.
nah, jadi phobia itu terjadi karena ketika suatu kejadian yang membuat seseorang menjadi pengidap phobia terjadi, maka akan terbentuk sinaps baru untuk ingatan itu yang diiringi dengan memori emosi yang terluapkan atau terjadi saat kejadian itu. hal ini disebabkan karena memori yang tersimpan itu disimpan di hippocampus yang letaknya dekat dengan amygdala pada otak. amygdala ini, di otak, adalah sebagai pengatur emosi.
sementara itu, posisi amygdala juga dekat dengan hipothalamus dan hipofisis yang fungsinya mengatur pembentukan hormon, jadi waktu kejadian terjadi, maka, otak memerintahkan pembentukan hormon adrenalin yang akan tersekresi ketika stress atau saat-saat terdesak.
si pengidap phobia, karena merasa hal yang terjadi saat itu tidaklah mengenakkan buatnya, maka ia berusaha untuk menghapus ingatan tentang kejadian itu. maka, terhapuslah ingatannya, cuma sinaps yang terlanjur terbentuk masih ada di otak, sehingga hanya emosi atau perasaan ketakutannya saja yang tertinggal. itulah mengapa pengidap phobia bisa tidak tahu penyebabnya. dan untuk efek sesak napas, deg-degan, atau panik saat melihat suatu hal itu, adalah efek dari hormon adrenalin tadi...
begitulah ceriteranya...ada pertanyaan?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar