Niat utama temen-temen adalah ziarah ke makam almarhum Afiq Rashif, teman kami yang telah berpulang ke rahmatullah sekitar 2 tahun lalu..., sekalian bersilaturrahim dengan keluarga almarhum yang sudah berniat jauh-jauh datang dari Bontang ke Solo. Tapi, niatku ada dua, selain ziarah, juga menjenguk mbah putri yang baru saja keluar dari rumah sakit untuk operasi...
Setelah irfan dan kawan-kawannya berkoar-koar sejak sebulan sebelum keberangkatan, dan mengurusi tiket, akomodasi, dan lain-lainnya, akhirnya tanggal 17 Desember 2011, niatan untuk ziarah ke makam Afiq berjalan juga. Kami berangkat sekitar pukul 4 dari IC ke stasiun RawaBuntu, kemudian naik commuter ke Tanah Abang. dari Tanah Abang ke Solo naik kereta ekonomi Bengawan.
Sampai di Solo sekitar pukul 8 pagi, sambil merenungi kota Solo yang lagi car free day kami menunggu dijemput oleh orang tua Canny, yang dalam hal ini membantu untuk tempat penginapan dan transportasi selama di Solo (thanks a lot for Canny's Family, Pak Eko, Ustadzah Marwanti, Nisa, and also Canny).
setelah beberes di rumah Canny, semuanya langsung lepas landas menuju makam Afiq, di makam haji, Surakarta (arah mau ke pasar kleco kalo nggak salah, guess what? everybody who lives in Solo knows about makam haji, and me?)... di sana kita ketemu sama keluarga dari Afiq Rashif, yang menurut saya-bangga dengan teman-temannya Afiq-, karena sekalipun udah rumahnya jauh-jauh, dan udah lama banget nggak ketemu Afiq, mereka (kami) tetep bela-belain datang buat ziarah...
Lepas Ziarah, semuanya berkumpul di rumah Canny, termasuk juga keluarganya Afiq. masing-masing perwakilan menyampaikan pesan serta kesannya kepada kami. dari keluarga Afiq, keluarga Canny dan dari kami sendiri. yang saya ingat sedikit yang disampaikan oleh ayahnya Afiq adalah bedanya 'keinginan' dan 'kemauan', kalau keinginan itu hanya sekadar ingin, tapi kalau kemauan disertai dengan aksi. jadim kalau, kita punya kemauan insya allah efeknya akan lebih kuat dibanding dengan jika kita punya keinginan... begitu...
Mungkin, postingan saya agak berbeda dengan teman-teman, karena sorenya saya langsung cabut ke Mojosongo, menemui Mbah saya yang masih tergeletak sakit usai operasi tulang minggu sebelumnya. Saya baru sadar betapa mbah putri saya ini sudah sangat tua ketika saya datang kemarin, habis sebelumnya saat idul fitri lalu, kami masih bercanda tertawa haha-hihi sekeluarga besar Solo, masih ledek-ledekan sama Mbah, dan kayaknya waktu itu Mbah nggak setua saat saya datang kemarin. Oh, well, mungkin memang ketika kita tertawa akan membuat kita jauh, jauh lebih muda, ya nggak sih?
Tapi, saya keburu trainlag duluan (apaan tuh?), jadi saya nggak banyak nemenin Mbah, karena kecapekan juga...yang saya inget adalah betapa Mbah saya yang sudah setua itu nggak mengeluh sedikit pun tentang penderitaannya, dan betapa anak-anaknya begitu ikhlas dan rela buat mengurus ibunda tercintanya-dan memamng begitu sharusnya ya? tapi, pikiran saya saat ini, mengapa masih ada panti jompo di dunia?
then, besok paginya, sekitar pukul 8 lewat saya berangkat ke stasiun Purwosari dan sampai sekitar jam 9 kurang, yang ternyata, teman-teman saya bilang bakal dateng jam setengah sepuluh.oke, itu masih setengah jam lewat lagi... akhirnya saya berinisiatif buat beli tiket kereta Prameks tujuan jogjakarta buat bertigapuluh orang dulu, jadi ntar pas uda pada dateng gampang...
saya uda gugup duluan waktu jam 9.20 temen-temn belum pada dateng, bolak-balik saya telponin arum, nisa, irfan... siapa aja dah yang bisa dihubungin.. saya uda bolak-balik ke depan stasiun, masuk lagi dan seterusnya... belum dateng juga, and guess what? rombongan cewek dateng jam 10 kurang seperempat gimana dengan yang rombongan cowok?
rombongan cowok+arum+canny+aisyi dateng lepas keretanya berangkat, padahal saya uda panik dan negburu-buruin mereka, tapi nggak kekejar juga merekanya... (lhah kok saya tinggal?), yah jadi karena saya merasa bertanggung jawab atas tiket-tiket yang sudah saya beli, akirnya saya memaksakan diri untuk ditinggal kereta dan nungguin rombongan anak cowok...yah jadi begitulah,
kereta berikutnya masih jam setengah 12, dan ini masih jam 10 lewat, akhirnya saya dan Canny berinisiatif pergi dari stasiun dan beli es Kobar (yang akhirnya malah ikut semua), daripada saya marah-marah mulu distasiun gara-gara ditinggal kereta, mendingan saya buy something yang bisa mendinginkan kepala saya...
Yak, kembali dari es Kobar, sekitar jam sebelas seperempat, kami langsung berlarian masuk stasiun biar nggak ketinggalan, oh ya tentu saja, dengan tiket kereta yang sudah saya beli tadi. Alhamdulillah, kali ini bener-bener nggak ketinggalan...sebenernya saya lemes banget waktu tau ketinggalan kereta... tapi yaudahlah, negliat cara temen-temen putra yang pada menikmati 'ketinggalan kereta' ini, saya jadi merasa bodoh kalau terus-terusan emosi....
lepas dzhuhur, kami sampai di Stasiun Tugu, Jogjakarta, dan diberi kesempatan oleh Irfan, selaku ketua perjalanan sampai jam 4 buat jalan-jalan di Malioboro, setelah itu kumpul di Benteng VredeBurg, ujungnya Malioboro. karena saya nggak merasa harus berlama-lama di Malioboro, akhirnya jam empat kurang saya uda ada di sana sama arum sama Madam. habis foto dan dikerjain sama tukang sulap yang lewat, ternyata hujan turun deres banget, dan akhirnya kita semua pindah di masjid di gedung DPR, dan nunggu sampe lepas maghrib.
usai maghrib semuanya langsung goes to dinner sampe jam 7, habis itu langsung ke stasiun Tugu. Kam-anak-anak jabodetabek-pulang jam setengah 8 naik kereta ekonomi AC Gajah Wong. may be, it just a brief trip. but it's funny...
![]() |
| waiting for the bus... stasiun purwosari |
![]() |
| depan rumah canny |
![]() |
| makam afiq rashif |



Tidak ada komentar:
Posting Komentar