Ceritanya, lagi ada kampanye buat gerakan menutup aurat untuk World Hijab Day 14 Februari mendatang. Berbagai tulisan dan gambar dan sebagainya gencar dilakukan melalui media maya, entah itu sosmed, blog, web, dan sebagainya...
jadi gue milih untuk bikin yang paling ngak butuh sumber, cerpen. Judulnya 'Di Bawah Langit Senja' bercerita tentang seorang wanita yang diminta calon suaminya untuk berjilbab pasca pernikahan. Sejujurnya, gue agak bingung waktu bikin cerpennya. Waktu dulu, sebelum kuliah, gue bikin cerpen biasanya apa yang udah gue alami di kehidupan, atau apa yang bisa gue bayangkan di kehidupan yang lain terutama buat cerita-cerita fantasi. Dan sekarang gue memilih latar waktu saat seseorang dilamar????!! boro-boro gue ngalamin yang namanya dilamar, kakak tertua gue aja belom!
Dan entah kenapa cerpen itu jadi juga, (yang mau baca silakan klik di sini), dan gue pikir 'Wow, ternyata gue bisa juga bikin yang kayak gini'. Sebenernya gue menghindari tema-tema cerpen yang belom pernah gue alami supaya cerpen itu nggak mlompong gitu aja. Kosong nggak ada feel nya. Kalau udah pernah gue alami, minimal gue ngeh gimana perasaan tokoh-tokoh cerpen gue saat itu. Penghayatan.
Well, tapi sebenernya nggak bisa gitu juga ya... gimanapun yang namanya kreasi (bukan krenasi apalagi kremasi) nggak terbatas asalkan kita mau sedikit memejamkan mata, membayangkan, mencocokkan 'gelombang' dengan perasaan, merangkai kata-kata dalam pikiran dan klik! jadi satu cerpen yang indah...
nyatanya, gue bisa kok ... :)
klik dimana, tyani :o
BalasHapusdi kata 'di sini'
Hapus