Rabu, 26 Maret 2014

Kampanye Bising

Iya, jadi Pemilu legislatif yang jatuh tanggal 9 April 2014 itu membuat banyak keramaian baik di dunia maya maupun di dunia nyata ternyata. Isu-isu lama mulai diangkat, baik itu untuk memperburuk citra sebuah partai, orang perseorangan ataupun untuk mengingatkan kembali ke halayak tentang prestasi-prestasi sebuah partai atau orang perseorangan.

Dunia maya sendiri, ramai dengan pemberitaan partai A, partai B, partai lalalala dan lililili, tentang calon presiden Z yang mundur dari gubernur, calon presiden Y yang maen sinetron, atau calon-calon presiden lainnya. Di dunia nyata? well, sudah beberapa hari terakhir (saya nggak tau tepatnya) adalah jadwal kampanye terbuka partai-partai yang telah lolos verifikasi, tahun ini ada 12 partai nasional dan 3 partai lokal dari Aceh. Partai-partai ini sudah mulai memasang atribut-atribut di jalan-jalan, yang benderalah, yang baliholah, yang spanduk dan media-media lain. Walaupun, katanya, Pemilu tahun ini tak seramai pemilu-pemilu sebelumnya (ya, saya juga nggak ngeh sih, soalnya dulu-dulu masih belum boleh nyoblos, jadi hampir-hampir nggak peduli).

Waktu kampanye terbuka sudah dimulai, mulai juga aksi ke-15 partai ini, bergilir dari satu kota ke kota lainnya (mungkin yang partai lokal hanya di Aceh saja, saya nggak tau sih, tapi saya belum ketemu orang kampanye ketiga partai lokal ini di Jogja). Berusaha memutihkan, memerahkan, menghijaukan dan mewarna-warna lainnya masing-masing kota.

Ramai. Ramai banget pake sangat malah! ... Terutama untuk partai-partai yang kampanye dengan metode konservatif (halah bahasanya), yakni konvoi motor rame-rame keliling kota bawa bendera partai sambil memainkan knalpot (dimainin gasnya maksudnya, sampai menimbulkan suara-suara bising yang nggak enak didengar, bukan literally mainin knalpot yang dicopot, njuk, dimain-mainin). Menurut saya itu metode kampanye udah sangat jadul banget. Udah sejak saya kecil dilakuin, dan sekarang, menurut saya dan banyak orang udah nggak jamannya lagi kampanye dengan konvoi motor yang berisik gitu. masih banyak kok kampanye kreatif kalo partai-partai ini emang mau mikir gimana caranya kampanye yang lebih ngena ketimbang cuma menarik perhatian dengan suara bising kendaraan bermotor.

Sekitar 2 Minggu yang lalu partai PPP yang lewat daerah kos-kosan saya yang konvoi motor sambil bawa bendera hijau. Waktu itu posisi saya lagi makan bareng temen-temen PH KaLAM sekaligus rapat, tapi apadaya rapatnya jadi nggak efektif karena suara-suara bising tersebut. Tapi, yah massa yang dikerahkan PPP waktu itu ternyata nggak seheboh kampanye bising yang dilakukan partai banteng hari Selasa lalu. Partai yang punya simbol warna merah ini, entah dengan berapa jumlah massanya, pokoknya banyak banget pake sangat deh! konvoi keliling jogja, memenuhi setiap jalanan jogja yang emang nggak lebar-lebar amat. Alhasil jadilah hari itu jadi hari macet sejogja. Ditambah kebisingan-kebisingan yang ditimbulkan makin bikin hari yang panas itu jadi makin panas. Ya, saya sih terserah aja kalau mau bising-bising di tengah hutan, di tengah kota atau di tengah lautan. Lhah ini, di area kampus, di depan rumah sakit pula! (Kemarin rute kampanye partai ini melewati depan RSUP sardjito, yang berarti juga melewati depan fakultas saya).

Njuk, ngono yen enek pasien sing jantungan, piye jal? Mereka mah semangat-semangat aja mengkampanyekan partai mereka yang diusung. Ini nggak salah, partai manapun pasti semangat yak. Cuman, menurut saya caranya aja yang nggak ahsan. Masih ada banyak cara kreatif mulai dari kampanye penghijauan sampai kampanye door to door untuk mengenalkan partai mereka. Masih ada cara-cara halus yang bisa menyentuh hati masyarakat tanpa harus mengeluarkan suara-suara bising. apalagi di Jogja, yang notabenenya orang-orangnya halus plus lembut.

Kalau dari kampanye lapangannya aja udah terlihat brutal seperti itu, bagaimana jika akhirnya menduduki pemerintahan?

Yah, wallahu a'lam ... semoga siapapun pimpinan Indonesia nantinya, semoga beliau maju karena memang ingin mengabdi pada masyarakat ... Amiin ..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar