2016 sudah mencapai ujungnya.
Kukira aku juga ikut bergerak maju.
Tapi ternyata, sesenti pun aku tak beranjak
dari tempatku berdiri
di awal tahun ini
cemas dan depresi
silih berganti
memenuhi ruang kosong
yang seharusnya diisi
bukan dengan kesedihan
sepertiga hidup sudah habis
sisa dua per tiga
yang entah akan terjalani
atau justru berakhir esok
atau detik berikutnya
2016 sudah mencapai ujungnya
sisa dua pertiga hidup ini
mau diapakan?
meski katanya kegelapan juga hadiah
hanya saja, kepahaman tidak
selalu langsung datang
detik itu juga
bisa jadi tahun depan
bisa jadi windu depan
bisa jadi abad depan
perjuangan tidak boleh putus,
katanya
tapi untuk bergerak saja
harus menyeret langkah
semangat,
katanya
tapi jangankan berpikir semangat
berpikir hidup saja
tersengal
lalu,
benci
pada
diri
sendiri
semakin
dalam
2016 sudah mencapai ujungnya,
.
.
dan kita merayakan kepanikan akan harapan yang belum tuntas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar