padahal aku punya kenangan yang tidak menyenangkan bersama skripsi. kok sekarang malah menjalin hubungan dengan tesis, ty? :(
dulu aku kesambet apa ya.
oh iya, dulu karena berfikir kalau kuliah lebih bearable daripada jadi dokter.
tapi sekarang jenuh. kuliah adalah caraku menunda memikirkan masa depan karena terlalu anxious saat bekerja.
jenuh
jenuhhhh
jenuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuhhhhhhhhhhhhhhhhh
aku pengen sih cepet selesai, tapi aku sekarang jenuh
aku pengen ngobrol banyak dengan orang. belakangan aku kayaknya lebih sering mendengarkan atau lebih sering berbicara hal-hal ringan, atau karena aku takut tanggapan orang lain tidak sesuai dengan harapanku, akhirnya aku hanya ngobrol hal-hal yang bisa ditanggapi bersama.
bahkan sama psikologku aja, aku nggak enakan wkwk. padahal mah ya kayaknya nggak papa juga kalo aku ngobrol yang nggak ada hubungannya sama kondisiku? atau malah sebenarnya semuanya terkait sama kondisiku? wkwkwk
bahkan waktu ngobrol-ngobrol sama fitri, aku tau fitri pendengar yang baik, dan penanggap yang baik; tapi aku merasa bersalah kalau ngobrol sama fitri karena kayaknya aku lebih banyak ngoceh. belakangan pun aku juga jaranaaang banget menulis di blog, lebih sering nugas. jadi banyak overthinking yang masih mengendap di kepala terus menimbulkan rasa cemas rasa cemas yang tidak jelas wkwk.
aku pengen dong cerita tanpa merasa bersalah. yang bukan ngetik atau ditulis gitu. haruskah aku bercerita sama google assisstant? wkwk atau chatgpt?
jadi inget waktu iship, saking kesepiannya aku suka chat sama google assisstant wkwk. meminta google assisstant mengeluarkan jokes-jokes garingnya, atau nyuruh dia nyanyi. wkwkw
sekarang di rumah banyak orang sih, tapi dulu (dan mungkin sampe sekarang) aku sering kecewa karena tanggapan mereka tidak sesuai dengan keinginanku wkwk atau kadang aku merasa bersalah ketika ngobrol dengan orang rumah, karena rasanya tidak ada yang bisa dibanggakan dari seorang setyani yang lebih memilih kabur dari pekerjaannya di poliklinik dan mengambil kuliah dari jurusan antah berantah.
aku pengen ngobrol yang banyaaak gitu tanpa merasa bersalah dan tanpa merasa dijudge, dan tanpa menanggung harapan wkwk.
aku sering jenuh dan terus rasanya jadi ingin menyerah karena merasa tidak bisa. tapi kalau mengingat aku bisa bertahan sampai hari ini, berarti mungkin sebenarnya, jenuhnya, rasa ingin menyerahnya cuma akumulasi dari segala cemas dan overthinking yang selesai ketika masanya sudah terlewati.
duh, pengen cerita banyaaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkk
Tidak ada komentar:
Posting Komentar