Alhamdulillah 'alaa kulli hal, OSCE KBK 3 telah berlalu dengan segala bentuk pengalamannya. Mulai dari persiapannya yang menyulap Baytul Quds lantai dua jadi ruang belajar sepenuhnya, baik itu kamar-kamar maupun ruang tengahnya hingga hari-H nya yang begitu mendebarkan.Semasa persiapan kami mengklaim lagu 'I really like you' nya Carly Rae Jepsen sama lagu 'stiker syahrini' nya Eka Gustiwana jadi soundtraack yang senantiasa menemani selama seminggu persiapan OSCE. Hahaha ...
Setiap harinya, semkain dekat dengan hari H ujian, semakin kencang pula debaran jantung kami. Mencoba menebak-nebak kasus apa yang kira-kira keluar, siapa pengujinya, akan seperti apa penampilan kami. Setiap harinya sejak usai shubuh hingga larut malam kami mengoceh tak jelas tentang hal-hal yang terkait ujian, menulis berlembar-lembar resep obat yang mungkin akan diminta untuk dituliskan saat ujian. Mulai membuka bungkus makanan dengan gunting jaringan atau scalpel saking benda-benda itu memang berserakan di antara kertas-kertas dan buku-buku, membuat kami harus berhati-hati saat ingin duduk.
Maka, usai OSCE, Baytul Quds yang selama seminggu terakhir selalu ramai dari sebelum shubuh hingga larut, mendadak sepi. Dari bersekian orang memang paling banyak yang ujian tanggal 3 Agustus, tapi masih ada yang ujian di tanggal 4. Tanggal 3 malam menjadi momen terakhir orang-orang ini memegang perkakas OSCE. Dan tanggal 4, usai shubuh, begitu keluar kamar, baytul quds benar-benar sepi. S.E.P.I. Mungkin semua orang tepar, kehabisan energi setelah seminggu energinya habis untuk mempersiapkan OSCE haha ...
Aah ... ini menjadi yang terakhir, Insya Allah. Semester depan sudah berganti menjadi OSCE Komprehensif. Entah akan jadi apa kontrakan Baytul Quds saat waktu itu tiba haha. Entah akan menjadi zombie selama berapa hari saat akan melalui hal tersebut. Yasudah dipikir nanti saja. Haha.
Sekarang mari beralih mengurusi skripsweet :)
Rabu, 05 Agustus 2015
Sabtu, 01 Agustus 2015
Jelang OSCE KBK 3
Sudah seminggu terakhira saya mengungsikan diri ke kontrakana Baytul Quds (yah walaupun kontrakan itu juga bakal jadi kontrakan saya juga nantinya). Belajar bareng buat persiapan OSCE untuk tanggal tiga nanti. Dan Cuma balik ke kontrakan buat mandi dan ganti baju aja. Walaupun kata temen saya udah aja mandinya s.1.d.d.1 atau s.p.r.n aja hahaha (hayolooh apaan nnooh haha).
Sudah bisa dipastikan baytul quds akan ramai dengan bocah-bocah dari muslimah community PD reguler 2012. Dan memang begitulah adanya. Waktu saya datang, garasi udah semacam dealer motor seken, haha. Mulai dari depan sampe belakang udah penuh sama motor dengan berbagai macam merk dan warna. Lanjut, masuk dan naik ke lantai dua , ternyata anak-anak baytul quds udah bikin rangkaian stase di sana mulai dari stase IPM-neuro-mata’THT-bedah minor-konseling-MME-IV line insertion-catheter. Tapi sampai hari ini kita belum muter buat OSCE like test. Dan pada akhirnya membiarkan seluruh lantai dua penuh dengan kertas-kertas resep obat bukan resep makanan yang berserakan, juga ceklis ujian, buku-buku panduan praktik klinis dokter layanan primer, kapita selekta FK UI sampai buku blok dari Blok 1.2 sampai blok 3.6. Habis itu, saat mulai mereview materi teorinya, semua bocah yang ada di situ mulai bertanya-tanya pada diri sendiri yang ternyata disuarakan : selama tiga tahun kita belajar apa ya? Kok mendadak kalo lagi kayak gini lupa semua . . . T.T
Mulai melancarkan lidah dengan kalimat-kalimat,
“Selamat pagi pak, perkenalkan saya dokter Setyani, dokter jaga siang ini, dengan Bapak siapa?”
atau kalimat,
“Baik pak, jadi tadi Pak X mengeluhkan sakit kepala sudah seminggu terakhir ya Pak? Sudah diobati dengan paracetamol namun sakitnya tidak hilang, kemudian tidak ada mual tidak ada demam, tidak ada batuk atau pilek ya Pak? Begitu Pak ada yang mau ditambahkan lagi dari yang saya simpulkan tadi Pak?”
Atau kalimat,
“Selamat pagi Pak, saya dokter Setyani, dokter jaga siang ini, benar ini dengan Bapak X usia yy, kemarin didiagnosis dengan demam berdarah, dan saat ini akan dipasang infus dengan cairan ringer laktat 20 ml dalam satu jam, ya Pak?”
Atau kalimat,
“Baik pak, setelah ini saya akan melakukan pemeriksaan menyeluruh pada fisik bapak untuk menegakkan diagnosisnya ya, Pak. Kalau dari kesimpulan yang Bapak jabarkan tadi saya curiga Bapak terkena demam typhoid atau typhus. Jadi setelah ini saya akan memeriksa bagian perut Bapak, nanti akan kita lihat apakah benar typhus atau bukan. Nanti saya mungkin akan tekan-tekan sedikit pak perutnya, akan saya ketuk, dan akan saya dengarkan dengan stetoskop pak. Mungkin akan terasa tidak nyaman, tapi saya akan berusaha untuk mengurangi ketidaknyamanan tersebut Pak dengan profesional. Bagaimana Pak, bisa kita lanjutkan?”
Dan semua kalimat-kalimat itu harus diucapkan dengan sangat cepat tanpa jeda, sebelum waktu lima belas menit setiap stasenya habis. (Habis ujian bisa dipastikan air sebotol lebih langsung habis, langsung tepar, langsung lapar hahaha).
Untuk OSCE KBK 3, dari tiga kali OSCE akan jadi osce yang paling sedikit stasenya. Tahun pertama ada 9 stase, tahun kedua ada 11 stase. Untuk tahun ini hanya ada 7 stase dengan satu stase bedah minor, satu stase emergency (IV line dan katheter), satu stase konseling dan empat stase lainnya adalah stase IPM. Integrated Patient Management. Stase yang harus diselesaikan tidak hanya pada edukasi seperti tahun pertama dan kedua saja, tapi juga sampai menulis resep obat dan surat rujukan ke lab atau ke dokter spesialis, bukan ke KUA atau ke mantan (?) jika diperlukan. Itulah yang bikin dari kemarin kami-kami ini dengan rajin menulis berlembar-lembar prediksi resep obat yang kira-kira akan diujikan besok. Hmmm ... mungkin setelah OSCE kami bisa menerbitkan satu buku resep ... obat hehehe ... (siapa gitu yang mau beli, haha).
Entah kenapa OSCE memang ujian yang selalu menghabiskan energi paling banyak, memebutuhkan waktu lebih banyak untuk belajar, dan menghabiskan uang paling banyak buat beli alat-alat medis buat latihan. Untung (atau malah nggak untung ya?) setahun Cuma sekali, setiap akhir semester genap. Tempo hari saya maen ke kontrakan Mbak Rima. Di sana, di sela-sela waktu yang dipakai buat bercanda dan bermain (aslinya sih masak siomay, tapi kebanyakan becandanya haha), saya menyempatkan diri menyelesaikan membaca ceklis ujian. Ceklis lho, bukan materi. Itu baru ceklis. Dan semua orang menanggapi dengan sama, atau mungkin karena beliau-beliau ini tidak sefakultas dengan saya? yah kira-kira tanggapannya adalah ‘rajin bangeet, ujian masih minggu depan udah belajar dari sekarang’. Maunya juga belajarnya H-1 aja atau H-60 menit haha, tapi masalahnya belajar dari dua minggu sebelumnya aja tahun lalu masih ada satu stase yang nggak lulus, dan sekian stase yang dijalani dengan grogi. Apalagi H-1 baru belajar T.T. OSCE itu bukan Cuma masalah teori sih ... tapi juga kelancaran berbicara, kepiawaian menanggapi masalah dan keluhan pasien, juga terbiasa memegang alat-alat medis yang akan diujikan.
Dan dengan terbiasa pada akhirnya jadi memupuk kepercayaan diri pada harinya ujian nanti, hingga paling tidak ada sekian persen rasa grogi yang berkurang. Meski tetap ada sekian persen ruangan yang ada dalam diri ini untuk rasa grogi yang muncul ketika berhadapan dengan pasien simulasi dan dokter penguji. Mungkin, ini yang disebut sebagai alah bisa karena biasa?
Whoaa yasudah, nulis ini saya jadi makin grogi. Haha. Mohon doanya buat yang iseng baca tulisan ini, haha. Saya maju senin siang besok. Semoga Allah memampukan saya dan teman-teman saya, semoga ilmu kami dapat bermanfaat ~ Amiin
*s.1.d.d.1 = signatura 1 kali 1 hari
s.p.r.n = signatura pro re nata = tandai seperlunya
Senin, 27 Juli 2015
Hari ini harusnya . . .
Hari ini harusnya saya jalan ke kontrakan Baytul Quds. Terus gabung buat belajar rame-rame buat persiapan OSCE. Kalo liat di grup line muslimah community nya pendidikan dokter reguler 2012 sama grup line nya baytul quds sih udah sangat rame postingan tentang materi-materi OSCE (eh tapi kayaknya sih, haha, dua grup itu termasuk grup yang notifnya udah sampe sekitar 900-an tapi nggak pernah saya buka, haha).
Harusnya hari ini saya bisa jalan ke toko alat menjahit dan mencari alat-alat rajut buat bikin kadonya Uni. Udah nyari sih lokasi tokonya dimana lewat internet yang pas-pasan. Dan kalo mengingat alamatnya, sepertinya tokonya hanya sepelemparan batu dari kontrakan saya yang sekarang.
Harusnya hari ini saya bisa nulis beberapa kalimat buat antologi karya nya anak-anak senja. Idenya baru aja dapet tadi pagi karena chat whatsappnya dek Nia, adek sepupu paling kecil yang masih duduk di bangku kelas 5 SD, di grup Cucu Kenari yang nanya, "Mbak, Quotes itu apa mbak?". Dan ceritanya juga sudah terkonstruksi sedikit-sedikit dalam bayangan saya, sudah mulai muncul nama-nama pemain yang akan berperan di dalamnya pula.
Harusnya hari ini saya bisa menyelesaikan membaca buku Drunken Monster -catatan harian Pidi Baiq, yang baru aja saya beli. Meskipun menurut saya font nya nggak enak dibaca, tapi gaya menulisnya lucu dan sangat random, bikin saya tetep pengen baca, nggak ketebak kata-kata selanjutnya yang akan dipilih oleh penulisnya apa.
Tapi itu semua hanya harusnya. Akhirnya, semua yang harusnya tadi tidak saya lakukan sampai detik saya menulis tulisan ini. Aah kamu Ty, 'azzam nya nggak kuat nih buat jadi orang yang bermanfaat. Masih lebih suka bermalas-malasan ketimbang berpayah-payah dalam kebaikan. Padahal katanya kewajiban kita itu lebih banyak daripada waktu yang kita punya. Dan katanya nikmat waktu luang dan kesehatan adalah dua nikmat yang seringkali dilalaikan oleh manusia. dan lagi katanya, memanfatkan waktu luang dengan kebaikan adalah salah satu cara mensyukurinya. Jadi?
Harusnya hari ini saya bisa jalan ke toko alat menjahit dan mencari alat-alat rajut buat bikin kadonya Uni. Udah nyari sih lokasi tokonya dimana lewat internet yang pas-pasan. Dan kalo mengingat alamatnya, sepertinya tokonya hanya sepelemparan batu dari kontrakan saya yang sekarang.
Harusnya hari ini saya bisa nulis beberapa kalimat buat antologi karya nya anak-anak senja. Idenya baru aja dapet tadi pagi karena chat whatsappnya dek Nia, adek sepupu paling kecil yang masih duduk di bangku kelas 5 SD, di grup Cucu Kenari yang nanya, "Mbak, Quotes itu apa mbak?". Dan ceritanya juga sudah terkonstruksi sedikit-sedikit dalam bayangan saya, sudah mulai muncul nama-nama pemain yang akan berperan di dalamnya pula.
Harusnya hari ini saya bisa menyelesaikan membaca buku Drunken Monster -catatan harian Pidi Baiq, yang baru aja saya beli. Meskipun menurut saya font nya nggak enak dibaca, tapi gaya menulisnya lucu dan sangat random, bikin saya tetep pengen baca, nggak ketebak kata-kata selanjutnya yang akan dipilih oleh penulisnya apa.
Tapi itu semua hanya harusnya. Akhirnya, semua yang harusnya tadi tidak saya lakukan sampai detik saya menulis tulisan ini. Aah kamu Ty, 'azzam nya nggak kuat nih buat jadi orang yang bermanfaat. Masih lebih suka bermalas-malasan ketimbang berpayah-payah dalam kebaikan. Padahal katanya kewajiban kita itu lebih banyak daripada waktu yang kita punya. Dan katanya nikmat waktu luang dan kesehatan adalah dua nikmat yang seringkali dilalaikan oleh manusia. dan lagi katanya, memanfatkan waktu luang dengan kebaikan adalah salah satu cara mensyukurinya. Jadi?
Sabtu, 25 Juli 2015
Sudah di Jogja lagi . . .
Saya sudah di Jogja lagi. Sejak jam 2 tadi siang. Sengaja dateng lebih cepat, selian karena mau OSCE dan harus mengagendakan belajar bareng temen-temen juga biar ada yang nganter ke jogja haha, karena bisa dipastikan setiap habis dari salatiga bawaannya nggak mungkin cuma satu-dua tas. Dan terbuktilah praduga saya (halah bahasanya haha). Bahkan eyang saya rela-rela nya membagi beras persediaan rumah di Salatiga buat saya (ya, intinya sih saya mau bilang saya dibawain beras segala -,-). Padahal alat-alat masak kayaknya hampir semua dibawa Disho KKN di Entikong. Mending kalo Disho KKN nya di Kulonprogo atau Bantul, bisa pinjem bentar. Lah ini harus nyebrang pulau e ... Dan saya belum pernah naik pesawat (terus kenapa? .-.) haha.
Sebenernya nggak ada niatan buat ngerandom di sini. Tapi berhubung daritadi saya udah bosen ngescroll tumblr, twitter, facebook, line; dan japrian saya nggak dibales sama orang-orang (yaiyalah siapa gitu yang mau ngejawab japrian jam setengah dua belas malem -,-) haha, akhirnya tangan dan pikiran saya mendarat di sini. Sekaligus mengisi blog yang tak tersentuh selama lebaran kemarin.
Hari ini saya sampai di Jogja. Begitu kembali melewati jalan-jalan yang sudah sangat saya hafal setelah tiga tahun melewatinya, mendadak saya pengen balik lagi ke Depok (lah?) haha. Apalagi waktu menjejakkan kembali ke kontrakan yang sangat lengang karena ditinggal KKN para penghuninya (kecuali saya). Terus langsung ditinggal pula sama Bapak Ibu dan Mbak Ucha. (Yaiyalah, udah nggak jamannya lagi Tyani ditungguin, haha, emangnya kayak pas masih di Assalaam, haha). Dan malam ini setelah tertidur selama dua jam sejak jam 20.00 dan terbangun di jam 22.15, saya mendadak nggak bisa tidur lagi. Ya dan akhirnya cuma scroll medsos dan nggak menghasilkan apapun. Padahal banyak buku yang bisa dibaca dan emang ada beberapa buku yang belum terbaca sejak berpindah tangan dari penjualnya ke saya.
Saya jadi kangen banyak hal. Kangen sama anak-anak kontrakan. Kangen sama cucu-cucu kenari yang sepanjang lebaran kemaren kalo jalan-jalan -entah kenapa nggak lepas dari lagu goyang dumang- (-,-). Kangen sama Depok. Kangen sama temen-temen satu lingkaran. Kangen sama adek-adek. Kangen sama temen-teman FLP. Kangen sama tidur dan makan (lah?). Kangen ngerandom tengah malem ke orang-orang dan dibales, kayak pas jaman-jamannya di IC waktu liburan.
Iya ya, jadi inget setiap kali liburan pas masih di Assalaam sampai di IC, entah kenapa mode nya langsung berubah jadi nokturnal. Dan ternyata itu nggak cuma saya aja. Temen-temen juga gitu. terbukti kalo siang-siang sms slow response. Pas malem, bahkan ada yang semacam ngebroadcast 'ada yang masih bangun?' dan itu jam satu malam. Ahahaha. Dulu juga, kalo pas kebangun tengah malem gitu dan online facebook, beuukh hampir satu angkatan onlen fb juga tengah malem itu ahahaha.
Tapi begitu kuliah, susah banget namanya begadang. Bahkan buat ngerjain laprak pun lebih milih ngerjain pagi -pagi atau bahkan disambi pas kuliah. Mentang-mentang dosen nggak perhatiin mahasiswanya pada dengerin atau nggak. Semakin ke sini kemampuan procastinator saya semakin keren (Lah?). Bukannya bangga, cuma sedih aja. Pengennya sih nggak gitu. Ya tapi cuma pengen, belum berazzam ahahaha (payah -,-). Makanya saya salut sama orang-orang yang mampu nggak tidur berhari-hari buat ngerjain laprak, belajar ujian atau nykripsi. Bahkan saya proposal skripsi saya aja terbengkalai sejak jaman baheula hingga detik ini saya menulis ini (ahahahaha).
Sebenarnya kemarin-kemarin pas di Salatiga, dalam otak saya, saya sudah menyusun apa saja yang ingin saya lakukan di Jogja. Tapi begitu sampai di jogja, mendadak saya jadi mengkhawatirkan banyak hal membuat perut panas dan nggak bisa tidur. Salah satunya adalah sendiri di kontrakan. Nggak biasanya saya ngerasa sekhawatir ini begitu sendirian di kontrakan. Padahal ini bukan yang pertama kali, sebelum-sebelumnya karena jadwal masuk dan liburnya sering beda sama fakultas lain, jadi di kontrakan sendirian pun bukan issue yang baru buat saya. Harusnya. Atau ini efek dari anak-anak gycen yang lagi pada KKN? (orang-orang yang biasa dimintain tolong dan ngeramein pada KKN T.T, semacam Afifah, terus Afifah, terus . . . Afifah? Ahahaha, bilang aja saya kangen bocah satu itu ahahaha, yang emang biasa nemenin saya pas saya kegiliran sendirian di kontrakan).
Yasudahlah. Saya mau nulis random sampai jam berapa ya ini? Rasa kantuknya masih enggan untuk datang menghampiri. Padahal pagi-pagi nanti saya harus ke puskemas. .-.
Dan laptopnya udah mulai panas karena sejak maghrib tadi memutar playlist di laptop. sengaja, buat meramaikan kontrakan yang sepi dari keramaian (jiaaaah, haha). Karena laptopnya mulai panas, itu berarti laptopnya udah mulai lemot dan sering not responding T.T. Padahal saya masih mau menumpahkan keresahan, kekhawatiran, kecemasan, atau apalah itu (njiyee bahasanya ahahaha) di atas tuts-tuts keyboard yang tak bersalah ini (apalah ini bahasanya -,-; beneran randomnya).
Saya kangen baca blognya fitri nih, selama KKN dia cuma apdet sekali buat pamit. Habis kalo fitri nulis, tulisannya keren banget sih, nggak kayak seseorang yang ngerandom di blognya gitu, sampai tengah malem gitu. Haha. Kangen baca tumblrnya nikari tapi kalo nggak dari dasbor males bacanya karena template tumblr nikari sangat pink .-. ahahha. Kangen kepo blog-blognya anak FLP dan baca tulisan-tulisannya yang warna-warni :) dan berbobot, nggak kayak blognya siapaaa gitu isinya curcol dan random doang ahahahaha. Kangen baca blog-blognya anak gycen, yang kebanyakan udah pada nggak aktif, menyisakan beberapa orang yang masih keliatan terbit tulisannya di dasbor saya semacam Gian, Pyan, Fitri, Maryam, Nikari, Arum, Aisyi, terus Anis baru mulai ngisi lagi ..., oh Izzah juga yang isi blognya tentang bagaimana berumah tangga (ahahahaha, ciye Izzah yang udah nggak jomblo -,-).
Saya pengen nulis yang lain. Buat web yang terbengkalai, buat tagihan detlen anak-anak senja, tapi yang keluar di otak saya cuma hal-hal random yang tertuangakn di tulisan ini sejak tadi. Yaudahlah ya, katanya kan nulis itu kayak buka keran air. Kalo kerannya nggak dibuka, airnya nggak keluar. Kalo kita nggak mulai nulis, yang idenya nggak keluar. Jadi, mending saya awali niatan-niatan saya nulis-nulis yang lain itu dengan kerandoman saya di malam yang sunyi ini #tsaaah.
Jadi, saya udah ngobrolin apa aja? Hahaha, saking randomnya sampe nggak ngeh saya udah nulis apa aja. Ayo dong yang pada KKN cepetan pada balik Jogja. Saya pengen denger ceritanya masing-masing :'). Pasti seruu. Saya mah KKN nya kapan. Skripsi dulu. Pendadaran dulu. Wisuda dulu. Koas dulu. KKN. Ntar ceritanya di angkatan 2012 udah pada udahan, saya mah baru bakal ribet-ribet KKN-an. -,-.
Wah ciye, yang udah masuk tahun ke-4 kuliah. Tahun terakhir di S1. Setelah itu profesi. Jadi inget pas lebaran kemaren. Orang-orang, kakak-kakak sepupu dan kakak saya pada bilang, 'mohon maaf lahir batin, mohon maaf jangan tanya kapan kawin'. Giliran saya, 'mohon maaf lahir batin, mohon maaf jangan tanya kapan lulus'. Hahaha. Bahkan adek sepupu saya yang dua tahun di bawah saya udah kerja dan kemaren udah turut andil ngasih THR ke adek-adek. Dan adek sepupu saya yang usianya empat tahun di bawah saya oktober ini lulus kuliah T.T (yaiya sih mereka kan nggak megikuti jenjang studir formal gaya Indonesia alias homeschooling, terus lulus SMP langsung cuss kuliah di Singapura, ya bisa dijelaskanlah kenapa mereka lulus duluan daripada saya, orang-orang keren mereka. Saya mah apalah).
Habis OSCE, apa saya balik ke Depok lagi aja ya? daripada menghabiskan uang buat makan di Jogja. Di depok kan makan gratis. .-.. Bayar sih, tapi bukan saya juga yang bayar. Eciee yang udah tahun ke-empat. Jadi yang paling tua di jurusan. .-. .Inget banget dulu pas masih tahun pertama-tahun kedua sering banget iseng kalo ketemu mbak Wulan, Mbak Mus, Mbak Adhin, Mbak Khal, dan Mbak-mbak lainnya bilang 'Eciyee mbak-mbak tahun terakhir' Ahahaha, terus habis itu langsung saya nya kena 'Astgahfirullah' dari mbak-mbak sholihat ini ahahaha. Dan itu rasanya baru kemaren saya masih ngisengin mbak-mbak ini. Masih ngerepotin mbak-mbak ini. Dan sekarang harus mau dan emang seharusnya gitu -jadi orang yang direpotkan. Jadi inget kata Bu Dini waktu saya masih kelas tiga MA. Beliau bilang 'Ya hidup ini emang penuh kata 'tahu-tahu'' Tahu,-tahu udah kuliah, tahu-tahu udah lulus, tahu-tahu udah nikah, tahu-tahu udah punya anak dan seterusnya. Ya tapi, hidup ini singkat kok, kata Mbak Alfina. hahaha
Hahaha, yasudah, udah dapet temen ngobrol. Nikari yang tiba-tiba kebangun,. Mungkin hadirnya Nikari adalah sebentuk jawaban doa saya ke Allah yang minta ditemenin malam ini :')
Sebenernya nggak ada niatan buat ngerandom di sini. Tapi berhubung daritadi saya udah bosen ngescroll tumblr, twitter, facebook, line; dan japrian saya nggak dibales sama orang-orang (yaiyalah siapa gitu yang mau ngejawab japrian jam setengah dua belas malem -,-) haha, akhirnya tangan dan pikiran saya mendarat di sini. Sekaligus mengisi blog yang tak tersentuh selama lebaran kemarin.
Hari ini saya sampai di Jogja. Begitu kembali melewati jalan-jalan yang sudah sangat saya hafal setelah tiga tahun melewatinya, mendadak saya pengen balik lagi ke Depok (lah?) haha. Apalagi waktu menjejakkan kembali ke kontrakan yang sangat lengang karena ditinggal KKN para penghuninya (kecuali saya). Terus langsung ditinggal pula sama Bapak Ibu dan Mbak Ucha. (Yaiyalah, udah nggak jamannya lagi Tyani ditungguin, haha, emangnya kayak pas masih di Assalaam, haha). Dan malam ini setelah tertidur selama dua jam sejak jam 20.00 dan terbangun di jam 22.15, saya mendadak nggak bisa tidur lagi. Ya dan akhirnya cuma scroll medsos dan nggak menghasilkan apapun. Padahal banyak buku yang bisa dibaca dan emang ada beberapa buku yang belum terbaca sejak berpindah tangan dari penjualnya ke saya.
Saya jadi kangen banyak hal. Kangen sama anak-anak kontrakan. Kangen sama cucu-cucu kenari yang sepanjang lebaran kemaren kalo jalan-jalan -entah kenapa nggak lepas dari lagu goyang dumang- (-,-). Kangen sama Depok. Kangen sama temen-temen satu lingkaran. Kangen sama adek-adek. Kangen sama temen-teman FLP. Kangen sama tidur dan makan (lah?). Kangen ngerandom tengah malem ke orang-orang dan dibales, kayak pas jaman-jamannya di IC waktu liburan.
Iya ya, jadi inget setiap kali liburan pas masih di Assalaam sampai di IC, entah kenapa mode nya langsung berubah jadi nokturnal. Dan ternyata itu nggak cuma saya aja. Temen-temen juga gitu. terbukti kalo siang-siang sms slow response. Pas malem, bahkan ada yang semacam ngebroadcast 'ada yang masih bangun?' dan itu jam satu malam. Ahahaha. Dulu juga, kalo pas kebangun tengah malem gitu dan online facebook, beuukh hampir satu angkatan onlen fb juga tengah malem itu ahahaha.
Tapi begitu kuliah, susah banget namanya begadang. Bahkan buat ngerjain laprak pun lebih milih ngerjain pagi -pagi atau bahkan disambi pas kuliah. Mentang-mentang dosen nggak perhatiin mahasiswanya pada dengerin atau nggak. Semakin ke sini kemampuan procastinator saya semakin keren (Lah?). Bukannya bangga, cuma sedih aja. Pengennya sih nggak gitu. Ya tapi cuma pengen, belum berazzam ahahaha (payah -,-). Makanya saya salut sama orang-orang yang mampu nggak tidur berhari-hari buat ngerjain laprak, belajar ujian atau nykripsi. Bahkan saya proposal skripsi saya aja terbengkalai sejak jaman baheula hingga detik ini saya menulis ini (ahahahaha).
Sebenarnya kemarin-kemarin pas di Salatiga, dalam otak saya, saya sudah menyusun apa saja yang ingin saya lakukan di Jogja. Tapi begitu sampai di jogja, mendadak saya jadi mengkhawatirkan banyak hal membuat perut panas dan nggak bisa tidur. Salah satunya adalah sendiri di kontrakan. Nggak biasanya saya ngerasa sekhawatir ini begitu sendirian di kontrakan. Padahal ini bukan yang pertama kali, sebelum-sebelumnya karena jadwal masuk dan liburnya sering beda sama fakultas lain, jadi di kontrakan sendirian pun bukan issue yang baru buat saya. Harusnya. Atau ini efek dari anak-anak gycen yang lagi pada KKN? (orang-orang yang biasa dimintain tolong dan ngeramein pada KKN T.T, semacam Afifah, terus Afifah, terus . . . Afifah? Ahahaha, bilang aja saya kangen bocah satu itu ahahaha, yang emang biasa nemenin saya pas saya kegiliran sendirian di kontrakan).
Yasudahlah. Saya mau nulis random sampai jam berapa ya ini? Rasa kantuknya masih enggan untuk datang menghampiri. Padahal pagi-pagi nanti saya harus ke puskemas. .-.
Dan laptopnya udah mulai panas karena sejak maghrib tadi memutar playlist di laptop. sengaja, buat meramaikan kontrakan yang sepi dari keramaian (jiaaaah, haha). Karena laptopnya mulai panas, itu berarti laptopnya udah mulai lemot dan sering not responding T.T. Padahal saya masih mau menumpahkan keresahan, kekhawatiran, kecemasan, atau apalah itu (njiyee bahasanya ahahaha) di atas tuts-tuts keyboard yang tak bersalah ini (apalah ini bahasanya -,-; beneran randomnya).
Saya kangen baca blognya fitri nih, selama KKN dia cuma apdet sekali buat pamit. Habis kalo fitri nulis, tulisannya keren banget sih, nggak kayak seseorang yang ngerandom di blognya gitu, sampai tengah malem gitu. Haha. Kangen baca tumblrnya nikari tapi kalo nggak dari dasbor males bacanya karena template tumblr nikari sangat pink .-. ahahha. Kangen kepo blog-blognya anak FLP dan baca tulisan-tulisannya yang warna-warni :) dan berbobot, nggak kayak blognya siapaaa gitu isinya curcol dan random doang ahahahaha. Kangen baca blog-blognya anak gycen, yang kebanyakan udah pada nggak aktif, menyisakan beberapa orang yang masih keliatan terbit tulisannya di dasbor saya semacam Gian, Pyan, Fitri, Maryam, Nikari, Arum, Aisyi, terus Anis baru mulai ngisi lagi ..., oh Izzah juga yang isi blognya tentang bagaimana berumah tangga (ahahahaha, ciye Izzah yang udah nggak jomblo -,-).
Saya pengen nulis yang lain. Buat web yang terbengkalai, buat tagihan detlen anak-anak senja, tapi yang keluar di otak saya cuma hal-hal random yang tertuangakn di tulisan ini sejak tadi. Yaudahlah ya, katanya kan nulis itu kayak buka keran air. Kalo kerannya nggak dibuka, airnya nggak keluar. Kalo kita nggak mulai nulis, yang idenya nggak keluar. Jadi, mending saya awali niatan-niatan saya nulis-nulis yang lain itu dengan kerandoman saya di malam yang sunyi ini #tsaaah.
Jadi, saya udah ngobrolin apa aja? Hahaha, saking randomnya sampe nggak ngeh saya udah nulis apa aja. Ayo dong yang pada KKN cepetan pada balik Jogja. Saya pengen denger ceritanya masing-masing :'). Pasti seruu. Saya mah KKN nya kapan. Skripsi dulu. Pendadaran dulu. Wisuda dulu. Koas dulu. KKN. Ntar ceritanya di angkatan 2012 udah pada udahan, saya mah baru bakal ribet-ribet KKN-an. -,-.
Wah ciye, yang udah masuk tahun ke-4 kuliah. Tahun terakhir di S1. Setelah itu profesi. Jadi inget pas lebaran kemaren. Orang-orang, kakak-kakak sepupu dan kakak saya pada bilang, 'mohon maaf lahir batin, mohon maaf jangan tanya kapan kawin'. Giliran saya, 'mohon maaf lahir batin, mohon maaf jangan tanya kapan lulus'. Hahaha. Bahkan adek sepupu saya yang dua tahun di bawah saya udah kerja dan kemaren udah turut andil ngasih THR ke adek-adek. Dan adek sepupu saya yang usianya empat tahun di bawah saya oktober ini lulus kuliah T.T (yaiya sih mereka kan nggak megikuti jenjang studir formal gaya Indonesia alias homeschooling, terus lulus SMP langsung cuss kuliah di Singapura, ya bisa dijelaskanlah kenapa mereka lulus duluan daripada saya, orang-orang keren mereka. Saya mah apalah).
Habis OSCE, apa saya balik ke Depok lagi aja ya? daripada menghabiskan uang buat makan di Jogja. Di depok kan makan gratis. .-.. Bayar sih, tapi bukan saya juga yang bayar. Eciee yang udah tahun ke-empat. Jadi yang paling tua di jurusan. .-. .Inget banget dulu pas masih tahun pertama-tahun kedua sering banget iseng kalo ketemu mbak Wulan, Mbak Mus, Mbak Adhin, Mbak Khal, dan Mbak-mbak lainnya bilang 'Eciyee mbak-mbak tahun terakhir' Ahahaha, terus habis itu langsung saya nya kena 'Astgahfirullah' dari mbak-mbak sholihat ini ahahaha. Dan itu rasanya baru kemaren saya masih ngisengin mbak-mbak ini. Masih ngerepotin mbak-mbak ini. Dan sekarang harus mau dan emang seharusnya gitu -jadi orang yang direpotkan. Jadi inget kata Bu Dini waktu saya masih kelas tiga MA. Beliau bilang 'Ya hidup ini emang penuh kata 'tahu-tahu'' Tahu,-tahu udah kuliah, tahu-tahu udah lulus, tahu-tahu udah nikah, tahu-tahu udah punya anak dan seterusnya. Ya tapi, hidup ini singkat kok, kata Mbak Alfina. hahaha
Hahaha, yasudah, udah dapet temen ngobrol. Nikari yang tiba-tiba kebangun,. Mungkin hadirnya Nikari adalah sebentuk jawaban doa saya ke Allah yang minta ditemenin malam ini :')
Label:
Jogja,
keluarga,
kuliah,
Liburan,
Me,
menulis,
Mudik,
Random,
rumah,
ugm,
warna-warni kehidupanku
Jumat, 10 Juli 2015
Tuhanmu Lebih Berhak
Tuhanmu lebih berhak atas semua perhatianmu, ruang-ruang yang ada di pikiranmu, juga ruang-ruang yang ada di hatimu.
Ia -yang Maha Segalanya- lebih berhak atas itu ketimbang angan-anganmu akan kehidupan dunia yang tak menjanjikan apa pun; atau ekspektasi-ekspektasi manusia yang belum tentu terpenuhi; atau kekhawatiran-kekhawatiran yang seringkali tak berdasar; atau kecemasan-kecemasan yang muncul atas imajinasimu semata ...
Duhai,
Tuhanmu lebih berhak atas semua perhatianmu, ruang-ruang yang ada di pikiranmu, juga ruang-ruang yang ada di hatimu.
Tuhanmu lebih berhak atasnya . . .
Ia -yang Maha Segalanya- lebih berhak atas itu ketimbang angan-anganmu akan kehidupan dunia yang tak menjanjikan apa pun; atau ekspektasi-ekspektasi manusia yang belum tentu terpenuhi; atau kekhawatiran-kekhawatiran yang seringkali tak berdasar; atau kecemasan-kecemasan yang muncul atas imajinasimu semata ...
Duhai,
Tuhanmu lebih berhak atas semua perhatianmu, ruang-ruang yang ada di pikiranmu, juga ruang-ruang yang ada di hatimu.
Tuhanmu lebih berhak atasnya . . .
Kamis, 09 Juli 2015
Buka Puasa Bareng selama di Jogja, Ramadhan 2015
2 foto di atas waktu buka puasa bareng JSC Crew, salah satu acaranya FLP, di kafe Kalender :) ~
Yang di atas ini waktu reuni sama anak-anak kelas Olymp, MTs PPMI Assalaam. Dan sekarang kelas olymp sudah ditiadakan, haha ~ cuma tiga generasi. Dan orang-orang ini adalah generasi kedua ~
2 foto di atas waktu buka bareng gycen jogja di rumah Imaw (lagi), yang sudah bisa dipastikan berlimpah makanannya walopun kita nggak ngeluarin duit sepeser pun haha ~
2 foto di atas waktu buka puasa bareng anak-anak SELUSIN, Forsalamm 2012, di PPMi Asma Amanina, dengan game yang nggak jelas bikinan Nadiyah, dengan orasi dari Fajar (emang orasi apaan? .-.), dengan soto dan berujung pada dikerjain sama Nina T.T
2 foto di atas diambil pas waktu buka bareng anak-anak HAMKA (kelompok PDKT FLP XV) plusplus di rumahnya Mbak Ines, Banguntapan Bantul. Sebenernya masih ada 45 foto lain yang masih tersimpan (sampe capek fotonya T.T, haha), tapi saya ambil yang menurut saya paling jelas aja haha ... merasakan taraweh dalam 30 menit, yang udah waswas karena suara imamnya nggak kedengeran, plusplus serunya ketawa bareng temen-temen HAMKA hahaha
Foto terakhir diambil pas waktu buka puasa bareng IAIC Joglosemar regional Jogja di rumahnya Kak Chendra dan Kak Ica (pasangan IC-IC nih, haha) ~
Yaudah itu aja sih, cuma pengen pamer kalo Ramadhan tahun ini masih selo (soalnya belom tentu Ramadhan tahun depan seselo ini T.T, doakan akan koas, amiin), *dasartukangpamer* haha ...
Dan lagi, sayanya karena ada detlen nulis, sementara saya belum menulis apapun di word yang sedari kemarin masih kosong dengan latar warna ungu ... saya harus nulis apa ya? .-.
Menjadi Kader Posyandu
Hari ini, tadi saya diajakin Ibu buat ke posyandu. Bukan, bukan buat cek kondisi bayi saya (yaiyalah, orang belom punya -,-). Tapi buat bantu-bantu di sana. Pada ajakan pertama saya langsung mengiyakan tawaran Ibu. Buru-buru mandi, ganti baju dan siap-siap. Walopun Ibu cuma nyuruh bawa satu pulpen, tapi entah kenapa saya malah bawa satu ransel. Haha .. Dan Alhamdulillahnya, bawa satu ransel itu berguna, karena perlengkapan 'perang' saya di sana semua. Jadi tadi pas ada yang butuhin pensil, penghapus sampai pulpen lebih saya yang nyetok barangnya haha ... masih pelajar sih jadinya ya masih ada alat tulisnya ... hahahaha
Baru kali itu saya ke Posyandu, selain waktu saya pas kecil kontrol ke posyandu. Tadinya saya diminta bantu di bagian penyuluhan Ibu dan Anak, tapi karena saya nya nggak PD haha, jadinya saya minta bantu nyatet-nyatet aja. Oh iya, jadi di posyandu itu ada dua pelayanan, yang pertama, pelayanan Ibu dan Anak, dan yang kedua pelayanan untuk Lansia dan orang tua. Kalo udah ke masyarakat gini, mulai deh saya kagoknya, pemalunya, groginya haha .. alhasil saya bener-bener di tempatin di bagian pencatatan (bukan catatan sipil, apalagi sensus :v) di pelayanan Ibu dan Anak. Duuuuh bener-bener ngegemesin ngeliat bocil-bocil yang tumbuh dengan sehat, yang perkembangannya di KMS grafiknya naik. Ada satu anak yang pertumbuhannya kondisinya masih di bawah garis merah di KMS (kurva berat badan vs umur); emang anaknya keciiiil banget sih, dan akhirnya dirujuk ke puskemas untuk ditindaklanjuti mengenai kebutuhan dan kecukupan nutrisinya. Lucu banget ngeliatin anak-anak yang macem-macem, ada yang begitu ngeliat timbangan nangis, padahal nggak disuntik. Ada juga yang demeeen banget sama timbangan, jadi bolak-balik naikin timbangan haha. Dan waktu kecil, kayaknya saya tipe yang pertama haha ...
Sementara, di pelayanan Lansia, ada pengukuran tekanan darah (tensi meternye riester cuy, stetoskopnya litmannn T.T, alat-alat mahal untuk ukuran posyandu; sementara di skill lab mah apalah stetoskopnya T.T), cek gula darah, cek kolesterol, dan cek asam urat. Saya bersyukur sih nggak disuruh buat bantu di pelayanan Lansia, atau sepanjang saya di sana saya cuma akan nangis karena ga kuat ngeliat orang-orang yang dicek gula darahnya, kolesterolnya, dan atau asam uratnya. T.T
Tapi, di akhir saya diminta buat ngukur tensi darahnya Ibu-Ibu pelaksana posyandu hari itu. *Lumayan, merasakan menggunakan alat stetoskop dan tensi meter mahal* haha ...
Hari ini, saya belajar bermasyarakat. Belajar dari Ibu saya dan Ibu-ibu lainnya tentang pelaksanaan Posyandu. Juga sekalian dapet kuliah gratis tentang Ibu dan Anak (haha, bekal masa depan). Dan saya belajar, bahwa ternyata ilmu saya masih belum seberapa; bahkan ditanya ini itu di posyandu aja saya jadi gagap; saya belajar, bahwa ada banyak hal yang masih belum saya pahami dan ketahui bahkan setelah kuliah tiga tahun di kedokteran.*padahal sebentar lagi mau koas* :(.
Hari ini saya belajar, bahwa, ilmu tanpa amal tidak berarti apa-apa ....
Baru kali itu saya ke Posyandu, selain waktu saya pas kecil kontrol ke posyandu. Tadinya saya diminta bantu di bagian penyuluhan Ibu dan Anak, tapi karena saya nya nggak PD haha, jadinya saya minta bantu nyatet-nyatet aja. Oh iya, jadi di posyandu itu ada dua pelayanan, yang pertama, pelayanan Ibu dan Anak, dan yang kedua pelayanan untuk Lansia dan orang tua. Kalo udah ke masyarakat gini, mulai deh saya kagoknya, pemalunya, groginya haha .. alhasil saya bener-bener di tempatin di bagian pencatatan (bukan catatan sipil, apalagi sensus :v) di pelayanan Ibu dan Anak. Duuuuh bener-bener ngegemesin ngeliat bocil-bocil yang tumbuh dengan sehat, yang perkembangannya di KMS grafiknya naik. Ada satu anak yang pertumbuhannya kondisinya masih di bawah garis merah di KMS (kurva berat badan vs umur); emang anaknya keciiiil banget sih, dan akhirnya dirujuk ke puskemas untuk ditindaklanjuti mengenai kebutuhan dan kecukupan nutrisinya. Lucu banget ngeliatin anak-anak yang macem-macem, ada yang begitu ngeliat timbangan nangis, padahal nggak disuntik. Ada juga yang demeeen banget sama timbangan, jadi bolak-balik naikin timbangan haha. Dan waktu kecil, kayaknya saya tipe yang pertama haha ...
Sementara, di pelayanan Lansia, ada pengukuran tekanan darah (tensi meternye riester cuy, stetoskopnya litmannn T.T, alat-alat mahal untuk ukuran posyandu; sementara di skill lab mah apalah stetoskopnya T.T), cek gula darah, cek kolesterol, dan cek asam urat. Saya bersyukur sih nggak disuruh buat bantu di pelayanan Lansia, atau sepanjang saya di sana saya cuma akan nangis karena ga kuat ngeliat orang-orang yang dicek gula darahnya, kolesterolnya, dan atau asam uratnya. T.T
Tapi, di akhir saya diminta buat ngukur tensi darahnya Ibu-Ibu pelaksana posyandu hari itu. *Lumayan, merasakan menggunakan alat stetoskop dan tensi meter mahal* haha ...
Hari ini, saya belajar bermasyarakat. Belajar dari Ibu saya dan Ibu-ibu lainnya tentang pelaksanaan Posyandu. Juga sekalian dapet kuliah gratis tentang Ibu dan Anak (haha, bekal masa depan). Dan saya belajar, bahwa ternyata ilmu saya masih belum seberapa; bahkan ditanya ini itu di posyandu aja saya jadi gagap; saya belajar, bahwa ada banyak hal yang masih belum saya pahami dan ketahui bahkan setelah kuliah tiga tahun di kedokteran.*padahal sebentar lagi mau koas* :(.
Hari ini saya belajar, bahwa, ilmu tanpa amal tidak berarti apa-apa ....
Langganan:
Postingan (Atom)









