Tuhanmu lebih berhak atas semua perhatianmu, ruang-ruang yang ada di pikiranmu, juga ruang-ruang yang ada di hatimu.
Ia -yang Maha Segalanya- lebih berhak atas itu ketimbang angan-anganmu akan kehidupan dunia yang tak menjanjikan apa pun; atau ekspektasi-ekspektasi manusia yang belum tentu terpenuhi; atau kekhawatiran-kekhawatiran yang seringkali tak berdasar; atau kecemasan-kecemasan yang muncul atas imajinasimu semata ...
Duhai,
Tuhanmu lebih berhak atas semua perhatianmu, ruang-ruang yang ada di pikiranmu, juga ruang-ruang yang ada di hatimu.
Tuhanmu lebih berhak atasnya . . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar