Stres adalah reaksi tubuh terhadap situasi yang tampak berbahaya atau sulit. Stres membuat tubuh untuk memproduksi hormon adrenalin yang berfungsi untuk mempertahankan diri. Namun, stres merupakan bagian dari kehidupan manusia. Stres yang ringan berguna dan dapat memacu seseorang untuk berpikir dan berusaha lebih berpikir dan berusaha lebih cepat dan keras sehingga dapat menjawab tantangan hidup sehari-hari. Stres ringan bisa merangsang dan memberikan rasa lebih bergairah dalam kehidupan yang biasanya membosankan dan rutin. Tetapi stres yang terlalu banyak dan berkelanjutan, bila tidak ditanggulangi, akan berbahaya bagi kesehatan.
Banyak sekali penyebab stres dalam kehidupan ini. Mulai dari hal sepele hingga hal yang benar-benar tidak bisa disepelekan. Mulai dari yang menyangkut hidup sendiri hingga hal-hal yang menyangkut kehidupan orang lain. Hal-hal pemicu stres di antaranya adalah terlalu banyak kegiatan, masalah dengan teman, maupun masalah keluarga. Selain itu, belakangan diketahui bahwa memakan makanan junk food juga dapat membuat stres dan depresi. Terkadang, pemicu stres itu sendiri datang dari dalam diri sendiri, seperti perasaan bersalah, kurang percaya diri, atau bahkan terlalu ambisius pada suatu hal, misalnya ambisius pada harta kekayaan.
Dari hasil sebuah polling internasional dari sebuah situs berdomain dokternasir.web id yang diikuti oleh 150 orang partisipan dari 16 negara yang berbeda diketahui bahwa uang menempati urutan pertama dari tiga pilihan penyebab stres- keluarga, kesehatan, danuang. Partisipan yang mewakili sebagian besar warga di dunia sepakat, uang memang alasan nomor satu sumber stres. Mereka mengaku, dibanding masalah keluarga atau kesehatan, uang jauh lebih besar menyebabkan stres. Hasil poling menunjukkan, bahwa partisipan lebih khawatir dan stres ketika memiliki masalah keuangan.enurut poling, negara yang merasa paling stres karena uang adalah Malaysia (58%), diikuti China dan Singapura (55%) sedangkan di urutan ketiga ada Amerika (48%).
Sementara itu, negara yang sedikit mengkhawatirkan dan tidak dibikin stres oleh uang adalah Rusia (15%), Perancis (18%) dan Italia (19%). Ketiga negara tersebut lebih stres ketika masalah keluarga dan kesehatan muncul daripada soal uang.
Di sebuah situs berdomain organisasi.org disebutkan bahwa dalam ilmu psikologi manusia, penyebab stress dapat dikategorikan menjadi lima, yaitu:
1. Stres Kepribadian (Personality Stres)
Stres kepribadian adalah stres yang dipicu oleh masalah dari dalam diri seseorang. Berhubungan dengan cara pandang pada masalah dan kepercayaan atas dirinya. Orang yang selalu menyikapi positif segala tekanan hidup akan kecil resiko terkenal stres jenis yang satu ini.
2. Stes Psikososial (Psychosocial Stres)
Stres psikososial adalah stres yang dipicu oleh hubungan relasi dengan orang lain di sekitarnya atau akibat situasi sosial lainnya. Contohnya seperti stres adaptasi lingkungan baru, masalah cinta, masalah keluarga, stres macet di jalan raya, diolok-olok, dan lain-lain.
3. Stres Bioekologi (Bio-Ecological Stres)
Stres bio-ekologi adalah stres yang dipicu oleh dua hal. Yang pertama yaitu ekologi / lingkungan seperti polusi serta cuaca dan yang kedua akibat kondisi biologis seperti akibat datang bulan, demam, asma, jerawatan, tambah tua, dan banyak lagi akibat penyakit dan kondisi tubuh lainnya.
4. Stres Pekerjaan (Job Stres)
Stres pekerjaan adalah stres yang dipicu oleh pekerjaan seseorang. Persaingan jabatan, tekanan pekerjaan, deadline, terlalu banyak kerjaan, ancaman PHK, target tinggi, usaha gagal, persaingan bisnis, adalah beberapa hal umum yang dapat memicu munculnya stres akibat karir pekerjaan.
Kalau orang sudah stres biasanya akan lebih mudah tersinggung, bertindak secara agresif dan defensif, otot-otot menjadi tegang, tekanan darah tinggi, kehilangan nafsu makan, imsonia, migren atau sakit kepala sebelah, maagh, atau serangan asma yang bertambah berat.
Tapi sebagaimana ada racun maka ada penawar racun, begitu juga dengan stres, banyak hal-hal yang mampu menghilangkan stres sehingga kita tidak perlu merasakan otot-otot kita menjadi tegang, kehilangan nafsu makan atau gejala stres lainnya. Dari berbagai penelitian, beberapa hal penghilang stres diantaranya:
1. Tarik napas dalam-dalam. Ketika Anda sedang stres, biasanya Anda akan bernapas pendek dan suplai oksigen ke otak juga akan terhambat, dengan menarik napas dalam-dalam, oksigen juga akan mengalir kedalam tubuh anda terutama ke otak Anda untuk merilekskan pikiran anda dan mengurangi stres.
2. Minum teh. Minum teh terbukti mampu mempengaruhi tingkat hormon stres dalam tubuh. Para peneliti Inggris menemukan bahwa orang yang meminum teh berhasil sembuh dari stres lebih cepat daripada mereka yang minum selain teh. Teh mengandung catechins, polyphenols, flavonoids dan asam amino yang mampu mempengaruhi neurotransmitter otak dan mengurangi level cortisol (hormon stres) dalam darah.
3. Menghirup aromaterapi. Aromaterapi memiliki efek penenang yang seketika dapat meredakan ketegangan. Beberapa aroma yang terbukti mengurangi stres adalah lavender, lemon balm, chamomile dan geranium. Carol Duncan, aromaterapis dan pemilik Massage Central, menyarankan untuk meletakkan kapas yang ditetesi minyak aromaterapi beberapa senti dekat kipas angin, bilik AC, pemanas, dan di bawah jok mobil. Aromanya akan tercampur di udara ruangan sebagai terapi Anda.
4. Mengkonsumsi vitamin C. Para peneliti dari University of Alabama menyatakan bahwa vitamin C mampu mengurangi level hormon stres dalam darah, sehingga akhirnya meredakan respon tubuh terhadap stres. Beberapa penelitian juga menyatakan konsumsi 1.000mg vitamin C sangatlah membantu.
5. Self-administer acupressure. Yang dimaksud adalah penekanan titik-titik tubuh dengan tangan atau jari sendiri. Susan Lark, M.D., ahli pengobatan terpadu dan kesehatan wanita, memberi contoh: Letakkan jari tangan kiri pada dasar tengkorak kepala, lalu turunkan selebar satu jari,lalu geser ke kiri selebar satu jari juga.Posisikan jari tangan kanan pada posisi yang sama di bagian kanan. Lalu tekan kedua titik tersebut selama 1-3 menit. Menurut Dr. Lark, titik penghilang stres yang kedua terletak selebar empat jari di bawah tempurung lutut, lalu melebar satu jari ke arah luar tulang kering Anda.
6. Kondisikan pikiran kembali. Maksudnya adalah menanamkan sebuah konteks berbeda dalam situasi Anda,kata Dr. Jay Winner, M.D., pengarang buku “Take the Stres Out of Your Life”. Misalnya ketika Anda sedang dalam antrian panjang yang sibuk, manfaatkan kondisi tersebut untuk menenangkan pikiran dengan berkenalan atau berbincang-bincang dengan orang di sebelah Anda. Sebuah pemikiran positif dapat menetralkan perubahan psikologis (penyebab stres) yang berbahaya bagi tubuh.
7. Tertawa keras. Menurut studi Irvine dari University of California, tertawa keras mampu mendongkrak hormon pereda stres dan meningkatkan hormon penyebab relaksasi sebuah efek yang bisa bertahan selama 24 jam. Bacalah komikataucerita lucu atau bercandalah singkat dengan rekan kerja sampai Anda tertawa dan merasa lebih rileks untuk bekerja kembali.
8. Memakan makanan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti biji-bijian yang belum diolah yang mampu membangkitkan hormon serotonin, hormon penenang yang penting bagi perempuan. Makanan itu seperti oatmeal, biji gandum, beras merah, dan pasta.
9. Memakan dark chocolate juga bisa membantu menghilangkan rasa stres. Sedikit dark chocolate bisa membuat tubuh Anda lebih peka terhadap sesuatu hal dan melepaskan stres.“Cokelat akan meningkatkan level zat-zat neurotransmitter ke otak yang akan memicu pengeluaran hormon-hormon pembuat senang dan rileks seperti dopamin,” ujar Alan Hirsch, MD, direktur Smell & Taste Treatment and Research Foundation, Chicago.
Dan masih banyak cara lainnya untuk menghilangkan stres. Baik cara yang sederhana maupun berkonsultasi dengan psikolog atau teman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar