Ok, gw gak akan tanya kenapa harus ada uang di dunia ini. Tapi gw cuma mw tanya kenapa uang yang ada di dunia ini nggak bisa menyebar dengan rata (kok, rasanya pertanyaannya aneh?). Nggak, gw cuma lagi mikir, sewaktu ambil rapot tempo hari lalu, banyak orang tua murid yang mencak-mencak, pasalnya merke ditarik biaya untuk beberapa kegiatan sekolah yang semestinya tergabung dalam program beasiswa penuh di sekolah gw (FYI : sekolah gw beasiswa full, baik asrama maupun sekolah dan segala pernak-perniknya).
Memang penrikan uang kegiatan tersebut baru tahun ini diadakan, setahu gw, karena dana DIPA yang selalu seret kalo dimintain. Yang gw bingung kenapa harus mencak-mencak, ngomel-ngomel, aplagi ngamuk-ngamuk kalo memang tujuannya jelas : untuk kegiatan studi lapangan dan yang kelas XII untuk bimbel juga.OK, gw juga tahu kalo nyari uang itu nggak gampang, gw ngerasain selama gw di asrama buat nyari dana sponsor tuh gak gampang, tapi, ini kan untuk pendidikan.
Udah, stop ngomongin sekolahku. yang mau gw bahas di sini adalah, begitu banyak kejadian paradoks di Indonesia ini. Kalo diibaratkan mungkin 'bagai ayam mati kelaparan di lumbung padi'. Maksud gw, pengibaratan ini tuh buat orang-orang miskin yang tinggal di pinggiran ibukota yang masih aja kelaparan setiap hari sekalipun Indonesia merupakan negara agraris.
Secara logika, kalo negara agraris, berarti negara penghasil pangan dong, kok ya masih ada yang kelaparan?
Dan kalo diliat-liat lagi, banyak yang mengakui kan kalo Indonesia itu negara yang super duper kaya dengan SDA yang melimpah di setiap pelosok negeri, kok ya masih banyak kemiskinan dan pengangguran.
Dan yang lebih aneh lagi, Frend, kalo di berita-berita itu, banyak banget berita korupsi uang yang bahkan sampai bermilyar-milyar rupiah, tapi kok ya kalo buat pendidikan dan kesejahteraan rakyat, uang itu lenyap begitu aja...
Kemana perginya semua kekayaan Indonesia itu di tangan rakyatnya sendiri?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar