Kamis, 07 Juli 2011

Goes to TMII part.1 : Survey Lapangan bersama 201 HF

Erghh,,,, Akhirnya habis tepar berhari-hari dan bad mood berhari-hari, bisa juga gw ngelanjutin ni postingan yang udah terbengkalai berhari-hari juga....

So, setelah capek jalan-jalan ke Bogor, the museumers just have a plan to go to BEKASI, and the specific place is Umar's House and TMII (ini sebenernya bukan bekasi si, cuman si Umar ngaku-ngaku aja gituh..). Tapi, karena TMII itu kalo masuk ke museum-museumnya bayar... jadi si Bang Boss kita, Aam, (kayaknya) menyuruh Umar selaku tuan rumah Bekasi (udah kayak apaan aja dah) buat survei lapangan.

Tapi Umar (kayaknya) berpikir dia nggak mau jalan sendiri, akhirnya dia mengajak kami ... Siapa kami? Kita... Aku dan Qonita sebagai personil kamar 201 juga sekalipun beda gedung... ^__________^.

Yah, tapi kita nggak cuma bertiga kok, soalnya Qonta bawa 'jundi kecil'nya, si Labib. Jadi kita berempat Keliling-Keliling (beneran keliling lho..) TMII hari Sabtu itu JALAN KAKI, walaupun sempet naik bus wisatanya TMII sih...

Aslinya kita janjian di terminal kampun Rambutan. Tapi, karena Qonta nggak dateng-dateng akhirnya-berdasarkan sms dari Qonta ke HP Umar- kita-gw sama Umar yang udah duluan nungguin dia di terminal kampung Rambutan itu, gw jalan ke TMII naik angkot 40.

Eeeeeeeeehhhhhhhhhhhh, pas udah jalan, si Qonta nelpon (berikut perkiraan percakapan antara Umar dan Qonta-maaf soalnya gw nggak bisa denger suara Qonta lewat HP nya Umar)
Umar : Woi, Qon, lu dimana?
Qonta : Gw di gerbang, nih Mar... lu dimana?
Umar : Gw lagi di angkot nih, yaudah lu tunggu aja di sana. kata Tyani, berdiri di tempat yang mencolok ya...
 -Udah-

Eeeeeeeeeeeeeeeeeeeehhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh, tiba-tiba si Qonta telpon lagi, dan dari sanalah, terungkap semua kebenaran (*ekh, udah kayak apaan aja dah..). Ternyata si Qonta baru sampai di gerbang Terminal Kampung Rambutan! Oh Gosh! Kenapa kita jadi kayak maen petak umpet gini?????

Yaudah, begitulah jadinya, sampai di TMII pun, ternyata kita masih maen petak umpet... (soalnya gw nyampe di rumah jambi, Qonta nyampe di rumah DKI, gw jalan ke rumah DKI, eh.... dianya nggak tau jalan ke mana.. -__________-")...

Tapi sehari itu kita bener-bener JALAN KELILING TMII... ugh... capeeeeeeeeeeeeeeeeeeekkkkkk banget!  museum pertama yang kita kunjungi setelah ketemu semuanya adalah bayt qur'an (atau bayt hikmah ya?) dengan "jalur petualang" (jyaahhahhahah apaan dah?!- maksudnya, kita nggak bisa menemukan jalan yang pas, akhirnya kita terabas lewat belakang museum komunikasi atas petunjuk Qonta). Masuknya GRATIS lho!!! (yang gratis ajaaaa dah....). Tapi, museum itu sepi banget, udah berasa milik sendiri aja, orang nggak ada pengunjung laen selain berempat yang datang saat itu... sedih banget rasanya. Padahal isinya banyak Al-Qur'annya, tapi sepi gitu. Terus gw jadi mikir, ini jangan-jangan karena sepi jadi digratisin masuknya?


Eh, ternyata di sana juga banyak kipas angin lho... (lha terus?)

Oke, udah mulai nggak penting, habis dari bayt qur'an terus kita menyerah untuk jalan lagi dan memilih untuk naik bus wisata keliling TMII....

Terus shalat dzhuhur deh. Abis shalat dzhuhur kita udah mulai nggak jelas dan akhirnya jalaaaaaaaaaaaannnn terus.....jalan aja kemana kaki membawamu (jyaahhh.. bahasa gw...) Dan akhirnya keputusan pun diambil, kita jalan juga ke museum komodo setelah agak jauh berjalan. Eh, ternyata di museum komodo itu ada ini ya.. apa namanya.. nggg itu tuh ah oh iya! ada TAMAN SENTUH dimana kamu boleh megang reptil-reptil yang udah dijinakkin kayak ULAR PHYTON dan BIAWAK yang dibiarin jalan-jalan keluar kandangnya...

Dari museum komodo itu, terus kita memutuskan untuk naik monorel atau di sana disebutnya aeromovel. Ternyata naik itu juga nggak beda jauh sama waktu naik kereta ekonomi depok-bogor, sama berdirinya dan sama ramenya, sekalipun lebih tertib ketimbang naik kereta ekonomi....

Habis turun dari kereta ekonomi, si Qonta udah nyerah untuk jalan, dan kita mengakhiri survey yang nggak menghasilkan apa-apa itu dengan hati riang dan badan pegal-pegal...

Pulang deh ke rumah masing-masing... -untung uang yang gw bawa pas buat nyampe pulang (berhubung ortu gw lagi ke Solo, jadi gw cuma bawa uang PAS-PAS an banget dah), kalo nggak, gw harus nginep di TMII kali... -

Dari situ gw nyadar, ke TMII nggak bisa kayak ke kebun Raya Bogor atau ke kota Tua, ke TMII itu sekalipun banyak museum yang sepi tapi tetep aja membutuhkan LEBIH BANYAK BIAYA.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar