Sabtu, 16 Maret 2013

Ditulis dengan Indah ...

Kemarin dulu (entah kapan saya lupa), dan sekarang saya membaca postingan dari blog seorang teman (maaf saya nggak cantumin, soalnya saya belom izin ke orang nya :P). Postingannya, bukan postingan yang bikin kalian harus bilang WOW pake koprol atau naik-naik ke pohon sambil bilang "pucuk..pucuk..pucuk.." (#Eh lho?) ... Nggak kok .. postingannya postingan sederhana, isinya si teman saya ini mengucapkan selamat ulang tahun untuk seorang sahabatnya yang sekarang tinggal di salah satu daerah di Jawa Tengah (maaf ya saya nggak terang-terangan menyebut orangnya, lagi-lagi karena saya belum izin :)). 

Alkisah, mereka berdua sudah sahabatan sejak SMA dengan cara yang-kalau saya bilang agak sedikit aneh- karena biasanya persahabata cewek itu dipenuhi dengan curhat2, mereka lebih sering dipenuhi dengan jahilmenjahili hehehehe.. yah tapi, mungkin itu salah satu cara mereka untuk mengungkapkan rasa sayang :) ... Karena rasa sayang itu bentuknya beda-beda iya kan? Orang tua misalnya, kalau mereka marah, biasanya karena mereka sayang kita, bukan karena kesal atau nggak rela punya anak kayak kita ... *udah mulai ngaco*

Yak, balik lagi ke tujuan awal saya posting ini. Jadi, postingan di blog temen saya itu isinya tentang ucapan selamat ulang tahun kepada sahabatnya. Ia mengawalinya dengan kata 'hai.' tanpa menyebut kepada siapa postingan ini ditujukan. Buat saya yang emang kepo dan melankolis, satu kata itu mengundang banget untuk minta dibaca sampai ke bagian paling akhirnya. 

kemudian dilanjutkan dengan ucapan selamat ulang tahun dan do'a-do'a. sebenernya standar. tapi, entah kenapa hati saya terenyuh waktu membacanya.. Mungkin, karena teman saya itu menulisnya dengan hati. Mungkin karena ia menyertakan hatinya yang paling dalam di tulisan selamat ulang tahun untuk sahabatnya tersebut. Jadi, ketika saya membacanya, tulisannya jadi terlihat indah, sangat indah... 

Terlihat pure, mungkin juga karena teman saya itu menulis tanpa merasa perlu dibaca orang. Mungkin juga karena rasa sayang teman saya ke sahabatnya itu sangat dalam sehingga ia bisa menulis dengan begitu indah ...

Ah, sudah, makin lama saya nulis saya jadi makin iri .. hehehehe ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar