Saya tahu, semuanya sedang lelah ... Semuanya, mungkin, saat ini sedang dalam titik terlelahnya, Dimana yang satu enggan menanggapi perkataan lainnya, inginnya menggeleng tak setuju, tapi yang keluar justru amuk emosi dalam hati. karena lelah ... inginnya mengangguk setuju dengan semangat, namun hanya anggukan lemah, pasrah yang terlihat ... karena semuanya sedang lelah.
Semuanya sedang lelah ...
Beberapa mencoba tersenyum. Memaksakan diri mungkin. Untuk membuat yang lain tersenyum, tapi yang ada hanya senyum tegang, senyum yang tak senyum. Karena semuanya sedang lelah.
Semua aktivitas beberapa bulan, beberapa minggu, beberapa hari terakhir mungkin memang menyedot habis semua perhatian kita, energi, senyum, dan semua hal positif dari kita. Hingga menyisakan lelah dalam hati...
Semuanya bertanya, kapan berakhir? kapan selesai? Semua menjerit, semua mengeluh, semua Lelah ...
Kau juga merasakannya juga kan?
Karenanya, aku mohon, tidak perlu lagi ada dzhan di antara kita, tidak perlu ada debat di antara kita, tidak perlu ada lagi pertengkaran-pertengkaran tak berarti di antara kita ... Kita cari solusinya tanpa harus mengerutkan wajah, menengangkan urat nadi dan semua aktivitas yang membuat semua keadaan ini semakin melelahkan ...
Kau juga merasakannya kan? Semua atmosfer kelelahan ini ... Sudah ya? Sudah, kita tak perlu lagi adu mulut, adu pendapat, adu argumen, tidak perlu lagi saling menyalahkan, saling tuduh, saling tikam ... sudah ya? Sudah cukup ...
Sudah ya?
Karena kita semua lelah ... Karenanya, biarkan, paling tidak sedikit kedamaian untuk diri sendiri dengan menghindari setiap dzhan, dan setiap debat ... cukup terima saja ... terima saja ... Ada saatnya kita paham kenapa harus selelah ini, kalau tidak sekarang, mungkin esok hari, mungkin lusa, mungkin atau hari-hari berikutnya ...
Ada saatnya kita akan paham, Ada saatnya ....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar