Bagaimana jika, doa kita bertubrukan dengan orang lain di langit sana? Jika doa-doa yang bertubrukan itu saling menguatkan, mungkin tidak terjadi tubrukan, melainkan akan berjalan beriringan, lalu bagaimana jika doa-doa yang bertubrukan ini saling berebut atas sesuatu, atau lebih parahnya lagi, saling menafikan satu sama lain.
Doa mana yang akan dipilih Allah dari sekian juta doa orang yang menginginkan dirinya menjadi rengking 1 di kelasnya?
Doa mana yang akan dipilih Allah dari sekian puluh juta doa orang yang menginginkan dirinya menjadi juara di piala dunia?
Doa mana yang akan dipilih Allah dari sekian ratus juta doa orang yang menginginkan dirinya menjadi salah satu orang yang duduk di kursi-kursi jabatan di pemerintahan?
Kira-kira, doa mana yang Allah pilih? Yang lebih takwa kah? Yang lebih sering diucapkan kah? Yang diucapkan saat-saat waktu mustajab kah? Yang mana? Yang mana yang akan Allah kabulkan di antara sekian banyak keinginan egois manusia?
Tapi Allah mengabulkan doa orang yang miskin, juga yang kaya. Ia juga mengabulkan doa mahasiswa juga doa presiden. Begitu pula doa seorang anak kecil, juga doa orang yang tua renta. Allah mendengarkan semua doa makhluk-Nya. Allah mengabulkan beberapa di antaranya di dunia, yang lainnya ditangguhkan saat waktunya tiba. Dan yang lain lagi ditabung di akhirat.
Allah itu adil. Dan keadilannya melingkupi dunia dan akhirat. Maka, doa-doa yang tidak dikabulkan-Nya di dunia, Ia jadikan tabungan untuk hamba-Nya di akhirat. Juga, segala hal lain yang tidak mendapatkan balasannya di dunia, ia tangguhkan di akhirat.
Karenanya, doa yang manapun, yang terkabulkan ataupun yang tidak, doa orang miskin atau orang kaya, doa mahasiswa atau presiden, doa anak kecil atau tua renta, sebenarnya semuanya 'dikabulkan', tapi dengan caranya masing-masing.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar