Hey. Perjalananmu sudah sampai mana? Apakah perjalananmu sudah mencukupkan resah yang belakangan hadir menerpamu? Apakah perjalananmu sudah mencukupkan penat dari segala urusan kuliah-kuliahan ini, juga hal-hal lain yang ada di tempatmu berdomisili?
Segeralah pulang. Kumohon. Aku merindukanmu. Rindu hadirmu yang tiba-tiba mengetuk pintu rumah jam 22.00, membuat panik seisi rumah. Rindu derum motormu di ujung gang yang khas. Aku merindukan caci maki lucu yang keluar dari mulutmu hanya untuk bercanda.
Hey, segeralah pulang dari perantauanmu ...
Aku memang tidak pernah bilang secara gamblang, karena sejujurnya aku malu jika aku bicara seperti ini padamu, aku yakin kamu akan dengan sengaja tertawa keras-keras tidak ikhlas, ditambah dengan kata-kata "ecieee" dengan nada yang khas yang keluar dari dirimu. Tapi, aku seringkali merindukanmu ...
Jadi cepat pulang ya ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar