Saya seringkali tidak sadar, kalau ternyata saya sedang menolak bantuan. Menolak untuk dibantu. Meski kerjaan saya juga tidak sedikit. Tapi saya yakin orang-orang yang menawarkan bantuan ini juga punya kerjaan yang nggak sedikit. Saya-hanya-tidak-mau-merepotkan orang lain lebih dari yang dibutuhkan. Sebab, pengalaman sebelumnya, ternyata orang yang menawarkan bantuan justru orang yang paling punya banyak kerjaan, banyak amanah, dan dia masih menyempatkan diri untuk membantu saya yang kelewat sering mengeluh ..., dan di situlah saya jadi ngerasa kurang berusaha, kurang berjuang, dan kurang-kurang lainnya (termasuk kurang makan haha; eh kecuali satu kelebihan tidur haha)
Tapi ...
Kalau sampai diingatkan seperti hari ini, kemudian saya jadi berpikir, apa sebenarnya di saat yang bersamaan dengan saya mencoba untuk berusaha lebih, berjuang lebih dengan kerjaan saya, saya sedang berada dalam posisi 'kesombongan' saya. Merasa bisa menyelesaikan semuanya sen-di-ri. Dan, seperti yang tadi pagi dikatakan, jangan-jangan justru saya sedang menutup pintu-pintu rahmatnya Allah, entah untuk yang membantu ataupun untuk saya sendiri.
Wallahu a'lam.
berusaha menjadi kuat itu tidak sesimpel yang dibayangkan ternyata , haha .. Semoga bisa menjadi koreksi diri sendiri.
*yaudahceritaaja.
kapan nulis lagi? yuk! :)
BalasHapus