Mencintai yang paling baik, mungkin ketika saat mencintai kita bisa menjadi diri kita sendiri -tanpa perlu berpikir 'apa kata orang lain, termasuk yang kita cintai'; di saat yang bersamaan kita bisa menjadi versi terbaik dari diri kita.
Dan karenanya, mungkin mencintai Sang Khaliq dengan sebenar-benarnya cinta adalah mencintai yang paling baik. Karena kita tidak perlu mendengarkan apa kata orang. Kita menjadi diri kita sendiri. Kita hanya perlu mendengarkan firmanNya, yang mana dalam firmanNya ada petunjuk, peringatan, dan pedoman untuk kita menjadi lebih baik. Kita menjadi versi diri kita yang terbaik.
Tidak semua yang muslim mampu mencintai Sang Khaliq dengan sebenar-benar cinta, dengan bulat dan utuh. Pun aku. Tapi bukan berarti tidak berusaha menuju ke sana. Toh, cinta adalah kata kerja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar