Jumat, 20 Mei 2016

Syuro

sejatinya diri kita syuro setiap harinya, bukan dalam makna jama'i alias antar individu. Tapi kita syuro dengan diri kita sendiri. Antara akal dengan hati, antara masing-masing anggota tubuh. Karena hidup ini penuh dengan pilihan, dan karena kita selalu menginginkan plihan terbaik untuk diri kita. Maka mekanisme syuro kita gunakan. Tidak ada istilah voting antar anggota tubuh kan? Apalagi antara akal dengan hati.

Lantas, bila akan syuro jama'i saja kota mempersiapkan ruhiyah kita dengan baik sebelumnya dengan misal tilawah minimal satu juz sebelum syuro untuk menjaga kondisi diri kita dan syuro yang baik, maka sudah seharusnya kita senantiasa menjaga ruhiyah kita dengan baik, agar syuro-syuro yang kita lakukan dengan diri kita sendiri juga mendapatkan hasil terbaik.

-taujih seorang teman kemarin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar