meski sudah dua belas tahun bersekolah 'jauh' dari rumah, entah kenapa rasanya tetap tidak terbiasa ketika kemudian harus 'kembali ke sekolah'.
tetap saja rasanya sesak ketika saya salim dengan oang tua untuk kemudian berangkat kembali ke sekolah. nggak sekali dua kali, di perjalanan saya nangis,entah itu di kereta, kalau saya dari depok (ke solo, waktu MTs atau ke Jogja, waktu kuliah) atau bahkan di motor (kalau saya balik dari Salatiga ke Jogja). Udah gitu, di asrama atau di kosan, kadang-kadang saya lanjut nangis lagi.
Saya hampir selalu mengabari kalau sudah sampai di tempat via text. Saya nggak berani nelpon, takutnya jebol. nangis lagi.
Terus, baru saja menjejakkan kaki di sekolah, tapi rasanya sudah ingin kembali ke rumah.
Ah, saya. ingin. pulang.
NB : iya, saya emang secengeng itu.
Peluk tyani :')
BalasHapuspeluk fitri dari jauh :)
Hapusanytime dear, always anytime :)
Hapus