Assalamu'alaikum wr wb
Untuk semua pembaca, dan terutama untuk Anaknya nenek Artija dan segenap keluarganya, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya .. *menunduk dalam-dalam, dan membungkukkan badan* *beristighfar banyak-banyak*
beberapa hari yang lalu saya mengepos di blog saya tentang sebuah berita Nenek Artija (silakan cari di google kalau belum tahu) yang saya sitasi dari Islamedia. Sejujurnya saat saya mengepos berita tersebut, saya cuma mengambil dari 1 sumber, Islamedia, dan dengan penafsiran saya sendiri. Memang itu sekali-kalinya saya mengepos tentang sebuah issu (waaopun emang belom pernah sih sebelumnya saya mengepos tentang issu) tanpa menelusuri jejak infonya dari awal, dan dengan terburu-buru mengambil kesimpulan.
Saya baru sadar kalau saya tidak mencermati setiap katanya waktu tadi saya buka blog yang akhir-akhir ini sepi pengunjung, tapi ternyata ada komentar dari anonim yang menjelaskan secara singkat duduk perkara kasus yang saya pos tersebut dan mengingatkan saya betapa pentingnya bertabayun. Saat itu saya cepat-cepat beristigfar sebanyak mungkin, Semoga Allah mengampuni saya yang nggak bertabayun sehingga jadi su'udzhon dan mengampuni pembaca ang jadi salah tafsir gara-gara tulisan saya. (Amiiiin)
Sebenarnya saya selama ini kalau ada issu yang sedang panas lebih suka kalem sambil menelusuri jejak info yang benar seperti apa dari berbagai media dan dari berbagai sudut pandang orang, itu kan yang disebut bertabayun? Tapi mungkin, ini emang skenario dari Allah ketika sekalinya saya tidak bertabayun dan malah jadi su'udzhon, saya langsung ditegur oleh orang yang saya tidak tahu namanya (karena tidak mencantumkan namanya) dengan halus. Saya bersyukur yang mengingatkan saya masih manusia dan masih dengan cara yang halus, kalau Allah yang mengingatkan saya dengan adzab Nya, na'udzubillahimindzaliik ...
Makanya, saya di sini sekali lagi mohon maaf yang sebesar-besarnya untuk semua pihak yang merasa dirugikan, karena takut merugikan banyak pihak lebih jauh lagi, jadi postingannya saya hapus. kemudian untuk kakak/bapak/ibu anonymous yang sudah mengingatkan saya, saya mau mengucapkan jazakumullah khairan katsiiran semoga Allah membalasnya dengan kebaikan yang sebanyak-banyaknya ...
Allahummaghfirlanaa...
Allahummaghfirlanaa...
Allahummaghfirlanaa...
astaghfirullahal a'dzhiim ...
Wassalamu'alaikum wr wb
Minggu, 14 April 2013
Pindah Rumah
hari ini seorang personil dari rumah kami pindah. Meninggalkan sejuta cerita dan goresan kenangan di dinding-dinding, lantai, langit-langit, pintu-pintu dan setiap elemen yang ada di rumah kami.
Satu keceriaan berkurang dari rumah kami, dan satu tawa telah pindah ke rumah yang mungkin lebih berhak mendapatkannya ...
Jujur saja, beberapa hari terakhir rasanya cukup sedih memikirkan kekosongan rumah ini dengan berkurangnya satu orang yang kebetulan membawa barang yang agak sedikit besar. Dan benar saja ... rasanya setelah kepindahannya rumah kami jadi lebih kosong ...
Nida' ... Semoga rumah barunya berkah :)
Sering-sering main ke rumah kami ya ... (Kata disho, sekarang bahasanya sudah "Sering-sering main ya" bukan "Pulangnya jangan kemaleman ya" :'( )
Satu keceriaan berkurang dari rumah kami, dan satu tawa telah pindah ke rumah yang mungkin lebih berhak mendapatkannya ...
Jujur saja, beberapa hari terakhir rasanya cukup sedih memikirkan kekosongan rumah ini dengan berkurangnya satu orang yang kebetulan membawa barang yang agak sedikit besar. Dan benar saja ... rasanya setelah kepindahannya rumah kami jadi lebih kosong ...
Nida' ... Semoga rumah barunya berkah :)
Sering-sering main ke rumah kami ya ... (Kata disho, sekarang bahasanya sudah "Sering-sering main ya" bukan "Pulangnya jangan kemaleman ya" :'( )
Sabtu, 13 April 2013
Guing-guling pasca ujian
Hahahaa.. judulnya agak-agak ya -,-
nggak tau, saya rasanya pengen banget guling-guling ngelngker-lingker habis ujian kemarin ..
tapi belom bisa, soalnya banyak amanah menanti... T.T
Ayo semangat Tyani!!!!
nggak tau, saya rasanya pengen banget guling-guling ngelngker-lingker habis ujian kemarin ..
tapi belom bisa, soalnya banyak amanah menanti... T.T
Ayo semangat Tyani!!!!
Sabtu, 06 April 2013
Sekelumit Impian
Waktu
kumpul anggota BIMO Forsalamm 1434 H perdana kemarin, salah seorang anggota
redaksinya, Kak Muharrir, berkata waktu diminta Mbak Triani untuk mengungkapkan
mimpinya untuk BIMO Forsalamm ke depannya,
Mimpi itu gratis, kan ya? Makanya di sini saya bermimpi yang muluk-muluk, karena katanya mimpi itu gratis ...
Iya,
waktu itu saya mikir, bener juga ya, bermimpi itu gratis, tis. Nggak
bayar, dan nggak dilarang. Nggak ada ketentuan dan nggak ada undang-undangnya.
Nggak realistis juga nggak pa-pa. Kalau mimpi memikirkan realita, ya nggak jadi
mimpi dong ..., karena realita terlalu keras, tugas kita adalah menarik mimpi
ini untuk terwujud dengan menabrak realita yang ada, terabas terus, berhenti
boleh, tapi sebentar aja, buat lihat-lihat kondisi dan langkah apa yang harus
diambil berikutnya ... Tapi berhentinya keterusan, ya nanti nggak jadi tercapai
dong mimpinya ...
Jadi,
sama kayak Kak Muharrir, di sini saya mau menuliskan mimpi-mimpi saya, dan
karena mimpi itu gratis, jadi saya mau bermimpi yang nggak kalah muluk sama Kak
Muharrir yang bermimpi menjadi mentri perindustrian ... hehehehheh ... (yang
baca, mohon di-amin-in ya ..:), terima kasih)
1. Yang
pertama banget, Impian saya dari kecil, yaitu jadi hafidzhoh ... dan karena
sayan nya males-malesan dari jaman kapan tau, akhirnya targetan saya juga
mundur..., sebenernya dulu saya nargetin, umur 20 saya udah jadi hafidzoh, tapi
karena bener-bener masih banyak banget yang harus dihafal dan diulang, jadi
mungkin berubah jadi "di umur 20-an saya akan jadi hafidzhoh"
hehehehehe... Dan akhirnya saya menargetkan, sebelum saya jadi dokter, sayaa
harus udah jadi hafidzhoh, dan itu masih sekitar 5 tahun lagi..lagipula, saya
sudah menjanjikan sebuha mahkota untuk orang tua saya di surga nanti karena
hafalan saya, jadi, SEMANGAT TYANI!!!!
2. Saya
mau belajar di Belanda. Saya mau ambil S2 Biologi di Belanda. Di sana, secara
rinci, saya belum tahu sih mau ngapain, tapi saya terinspirasi dari buku nya
Hanum Rais yang "99 Cahaya di Langit Eropa", saya mau menelusuri jejak
keislaman di Eropa dan merangkumnya jadi satu buku yang nggak kalah bagus dari
bukunya Hanum Rais :) ,, (jadi ini saya mau belajar atau mau jalan-jalan?
hehehehhehhe)
3. Saya
mau dan HARUS balik lagi ke Indonesia. Ngapain? Ya... bayar utang lah ... Indonesaia
sudah memberikan banyak pengajaran pada saya, apalagi waktu di MAN dulu, saya
gratis tis sekolahnya dibiayain sama negara, jadi, saya HARUS balik lagi ke
Indonesia dan berkontribusi di negara saya. Kalau Kak Muharir mau berkontribusi
di negara ini melalu posisi menteri, saya nggak pengen jadi menteri, saya
pengen berkelana menyusuri Indonesia dari desa yang satu ke desa yang lain,
jadi dokter umum di sana sekaligus edukator buat anak-anak dan orang tuanya ...
Saya mungkin nggak ngajarin mereka ilmu fisika yang ribet atau matematika yang
bikin pusing, saya cuma mau mengajarkan ilmu nya Allah, tentang proses yang
terjadi di alam dan mengenalkan ke orang-orang ini tentang Sang Pencipta alam
ini ... Supaya, nggak ada lagi orang yang nggak mengenal Tuhannya, karena Man
'arafa rabbahu, qad 'arafa nafsahu Barang siapa yang mengenal
Tuhannya, maka ia mengenal dirinya sendiri. Kalau kita mengenal diri kita,
untuk apa kita diciptakan, dan kepada siapa kita harus menghamba, niscaya,
dunia ini akan bersih dari kemakshiyatan ...
4. Terus,
mimpi saya berikutnya, Saya mau membangun generasi qur'ani dari rahim saya.
Kalau saya punya anak-anak nanti, saya ingin mengajarkan kepada anak-anak saya,
bahwa apapun masalah yang dihadapi anak-anak saya nantinya, solusinya adalah
Al-Qur'an ... Akan lebih baik jika anak-anak saya nantinya adalah
hafidzh-hafidzhoh ayat-ayat Allah, tapi saya berharap mereka memahami dengan
baik makna Al-Qur'an, fungsinya dan mengapa ada Al-Qur'an, Karena sesunggunya
Al-Qur'an itu firman-Nya, dengan Al-Qur'an Allah berbicara, dan itu mungkin
cara yang paliiiing mudah untuk kita, ummat nabi Muhammad untuk berbicara dan
berinteraksi dengan Sang Penciptanya ... CMIIW.
Segini
dulu deh, saya masih mikir-mikir saya mau bermimpi apalagi...
Mimpi
saya terlalu idealis ya? maklum, mahasiswa hehehehehe... Nggak papa, kalau
terlalu realistis nggak jadi mimpi dong :)
Susah
mencapainya? Iyalah ... Namanya juga mimpi yang muluk, saya juga nggak tau akan
beneran tercapai atau nggak hehehehehhe, makanya Saya selalu berdoa, Semoga
Allah senantiasa menguatkan hati saya, iman saya, jiwa saya, akal saya, fisik
saya, dan meluaskan pemahaman saya terhadap hidup, terhadap apa yang saya
terima setiap harinya, sehingga saya tidak termasuk orang yang merugi ...
Begitu kira-kira
...
Okesip,
Fren, yang penting tuh
DARE TO DREAM!
Ada Apa Dengan Kita? #KisahKita1
Ada apa dengan kita?
Sudah lama kita tidak bertatap muka secara langsung, tidak hanya lewat sosial media, atau bahkan lewat foto?
Tapi, kita juga tidak pernah lagi sekadar berkirim pesan singkat, walaupun isinya cuma satu kata, "hai" .. yah paling tidak, dengan kata itu, kita tahu bahwa kita ada, dan masih ingin berhubungan.
Ada apa dengan kita?
Sudah putuskah tali silaturrahim antara kita? Atau kau sudah enggan berbicara tentang "Kita" dan menafikan kehadirannya, dan kini tinggal "Kau" dan "Aku" ?
Tidak, tidak, tidak
Aku tidak mau berprasangka yang tidak baik tentang Kita.
Maaf ya, Kalau pikiranku yang terlalu liar ini malah berprasangka yang tidak-tidak.
Aku cuma merindukan Kita ... :)
Sudah lama kita tidak bertatap muka secara langsung, tidak hanya lewat sosial media, atau bahkan lewat foto?
Tapi, kita juga tidak pernah lagi sekadar berkirim pesan singkat, walaupun isinya cuma satu kata, "hai" .. yah paling tidak, dengan kata itu, kita tahu bahwa kita ada, dan masih ingin berhubungan.
Ada apa dengan kita?
Sudah putuskah tali silaturrahim antara kita? Atau kau sudah enggan berbicara tentang "Kita" dan menafikan kehadirannya, dan kini tinggal "Kau" dan "Aku" ?
Tidak, tidak, tidak
Aku tidak mau berprasangka yang tidak baik tentang Kita.
Maaf ya, Kalau pikiranku yang terlalu liar ini malah berprasangka yang tidak-tidak.
Aku cuma merindukan Kita ... :)
Kamis, 28 Maret 2013
Suatu Siang di Masjid Ibnu Sina
Bismillah...
Usai kegiatan tutorial tadi pagi, dengan banyak sebab dan alasan, kepulangan saya ke kontrakan tertunda. Mulai dari alasan nungguin kantor farmakologi buka buat ngumpulin laporan praktikum, mau share tentang adobe in design sama temen, sampai kunci kontrakan hilang ...
Saya nggak tahu yang mana yang jadi alasan utama saya nggak segera pulang, padahal kemarin-kemarin, kalau ada waktu untuk pulang siang saya sengaja cepet-cepet berkemas dan kabur dari kampus bahkan belum shalat dzhuhur sekalipun sebenernya waktu saya masih di kampus udah masuk waktu zuhur.
Kemaren saya baru aja selesai ujian tentamen anatomi. Dan seperti sebelum-sebelumnya, usai ujian tentamen itu selalu menghadirkan euforia tersendiri buat temen-temen saya, termasuk saya juga sih...hhhehehehe.. kayaknya bebannya anak-anak FK itu jadi bukannya di ujian bloknya tapi malah di tentamen anatominya ,,
Dan emang sih, sampai saat ini juga, dan dari dulu yang namanya anatomi itu selalu punya prestige tersendiri di kalangan anak-anak kedokteran, saya juga nggak tau kenapa, mungkin karena menghafal nama-nama anatomi yang pake bahasa latin itu keliatan keren, apalagi waktu mengucapkannya di depan orang-orang non kedokteran, kayaknya tuh harus bilang WOW banget gitu...
terkait masalah anatomi ini, saya jadi inget kata salah seorang teman kampus saya yang sekarang jadi santri kalong di salah satu pondok tahfidzh di jogja. Beliau bilang, "Masa, gue setiap hari ngafalin istilah-istilah anatomi yang njelimet dan bikin rusuh di otak gue, tapi gue nggak ngafalin ayat-ayat Al-Qur'an yang sebenernya udah deket sama gue sejak kecil dan perintah agama lagi."
Ng.. oke, itu rasanya JLEB banget buat saya yang selama setengah tahun kuliah ini belum mulai menghafal lagi, padahal, waktu MTs saya punya target umur 20 saya udah jadi hafidzhoh, dan realitanya?
Ya.. Allah, betapa mudah sekali menomorduakan urusan agama...Apakah mungkin karena urusan ini di'tagih' dan dirasakan hasilnya masih nanti-nanti? dan segala macam urusan laporan praktikum dan sebagainya itu sudah ditagih di untuk esok hari sebagai jaminan IP yang bagus di lembar-lembar ijazah?
Padahal, hidup ini kan sebuah sekolah yang nggak akan ada habisnya, yang pembagian raport nya ntaaaaar banget... yang penilainnya cuma Allah yang tahu, yang reward dan punishment nya kita terima dengan keadilan yang sebenar-benarnya adil.
Tapi, sering banget, kita, termasuk saya, lupa dengan semua tugas yang dikasih Allah. Masalahnya, dunia itu sekolah yang bikin kita terlena. Murkanya Allah belum tentu dateng pas kita udah tua, ia bisa dateng kapan aja. Ujiannya juga kapan aja. Ngerjain tugas atau nggak, balasannya akumulatif, dan seringkali kita nggak sadar sampai hari pembagian raportnya tiba. Lhah, gimana tuh?
Jangan tanya saya, saya juga nggak tahu... hehehhehe...
Yah.. semoga Allah senantiasa memantapkan hati kita di jalan-Nya, di jalan yang senantiasa diridhai oleh-Nya ... sehingga, waktu hari pengambilan raport ntar, yang kita terima adalah reward darinya,,, :) SEMANGAT!!
Usai kegiatan tutorial tadi pagi, dengan banyak sebab dan alasan, kepulangan saya ke kontrakan tertunda. Mulai dari alasan nungguin kantor farmakologi buka buat ngumpulin laporan praktikum, mau share tentang adobe in design sama temen, sampai kunci kontrakan hilang ...
Saya nggak tahu yang mana yang jadi alasan utama saya nggak segera pulang, padahal kemarin-kemarin, kalau ada waktu untuk pulang siang saya sengaja cepet-cepet berkemas dan kabur dari kampus bahkan belum shalat dzhuhur sekalipun sebenernya waktu saya masih di kampus udah masuk waktu zuhur.
Kemaren saya baru aja selesai ujian tentamen anatomi. Dan seperti sebelum-sebelumnya, usai ujian tentamen itu selalu menghadirkan euforia tersendiri buat temen-temen saya, termasuk saya juga sih...hhhehehehe.. kayaknya bebannya anak-anak FK itu jadi bukannya di ujian bloknya tapi malah di tentamen anatominya ,,
Dan emang sih, sampai saat ini juga, dan dari dulu yang namanya anatomi itu selalu punya prestige tersendiri di kalangan anak-anak kedokteran, saya juga nggak tau kenapa, mungkin karena menghafal nama-nama anatomi yang pake bahasa latin itu keliatan keren, apalagi waktu mengucapkannya di depan orang-orang non kedokteran, kayaknya tuh harus bilang WOW banget gitu...
terkait masalah anatomi ini, saya jadi inget kata salah seorang teman kampus saya yang sekarang jadi santri kalong di salah satu pondok tahfidzh di jogja. Beliau bilang, "Masa, gue setiap hari ngafalin istilah-istilah anatomi yang njelimet dan bikin rusuh di otak gue, tapi gue nggak ngafalin ayat-ayat Al-Qur'an yang sebenernya udah deket sama gue sejak kecil dan perintah agama lagi."
Ng.. oke, itu rasanya JLEB banget buat saya yang selama setengah tahun kuliah ini belum mulai menghafal lagi, padahal, waktu MTs saya punya target umur 20 saya udah jadi hafidzhoh, dan realitanya?
Ya.. Allah, betapa mudah sekali menomorduakan urusan agama...Apakah mungkin karena urusan ini di'tagih' dan dirasakan hasilnya masih nanti-nanti? dan segala macam urusan laporan praktikum dan sebagainya itu sudah ditagih di untuk esok hari sebagai jaminan IP yang bagus di lembar-lembar ijazah?
Padahal, hidup ini kan sebuah sekolah yang nggak akan ada habisnya, yang pembagian raport nya ntaaaaar banget... yang penilainnya cuma Allah yang tahu, yang reward dan punishment nya kita terima dengan keadilan yang sebenar-benarnya adil.
Tapi, sering banget, kita, termasuk saya, lupa dengan semua tugas yang dikasih Allah. Masalahnya, dunia itu sekolah yang bikin kita terlena. Murkanya Allah belum tentu dateng pas kita udah tua, ia bisa dateng kapan aja. Ujiannya juga kapan aja. Ngerjain tugas atau nggak, balasannya akumulatif, dan seringkali kita nggak sadar sampai hari pembagian raportnya tiba. Lhah, gimana tuh?
Jangan tanya saya, saya juga nggak tahu... hehehhehe...
Yah.. semoga Allah senantiasa memantapkan hati kita di jalan-Nya, di jalan yang senantiasa diridhai oleh-Nya ... sehingga, waktu hari pengambilan raport ntar, yang kita terima adalah reward darinya,,, :) SEMANGAT!!
Sabtu, 16 Maret 2013
Ditulis dengan Indah ...
Kemarin dulu (entah kapan saya lupa), dan sekarang saya membaca postingan dari blog seorang teman (maaf saya nggak cantumin, soalnya saya belom izin ke orang nya :P). Postingannya, bukan postingan yang bikin kalian harus bilang WOW pake koprol atau naik-naik ke pohon sambil bilang "pucuk..pucuk..pucuk.." (#Eh lho?) ... Nggak kok .. postingannya postingan sederhana, isinya si teman saya ini mengucapkan selamat ulang tahun untuk seorang sahabatnya yang sekarang tinggal di salah satu daerah di Jawa Tengah (maaf ya saya nggak terang-terangan menyebut orangnya, lagi-lagi karena saya belum izin :)).
Alkisah, mereka berdua sudah sahabatan sejak SMA dengan cara yang-kalau saya bilang agak sedikit aneh- karena biasanya persahabata cewek itu dipenuhi dengan curhat2, mereka lebih sering dipenuhi dengan jahilmenjahili hehehehe.. yah tapi, mungkin itu salah satu cara mereka untuk mengungkapkan rasa sayang :) ... Karena rasa sayang itu bentuknya beda-beda iya kan? Orang tua misalnya, kalau mereka marah, biasanya karena mereka sayang kita, bukan karena kesal atau nggak rela punya anak kayak kita ... *udah mulai ngaco*
Yak, balik lagi ke tujuan awal saya posting ini. Jadi, postingan di blog temen saya itu isinya tentang ucapan selamat ulang tahun kepada sahabatnya. Ia mengawalinya dengan kata 'hai.' tanpa menyebut kepada siapa postingan ini ditujukan. Buat saya yang emang kepo dan melankolis, satu kata itu mengundang banget untuk minta dibaca sampai ke bagian paling akhirnya.
kemudian dilanjutkan dengan ucapan selamat ulang tahun dan do'a-do'a. sebenernya standar. tapi, entah kenapa hati saya terenyuh waktu membacanya.. Mungkin, karena teman saya itu menulisnya dengan hati. Mungkin karena ia menyertakan hatinya yang paling dalam di tulisan selamat ulang tahun untuk sahabatnya tersebut. Jadi, ketika saya membacanya, tulisannya jadi terlihat indah, sangat indah...
Terlihat pure, mungkin juga karena teman saya itu menulis tanpa merasa perlu dibaca orang. Mungkin juga karena rasa sayang teman saya ke sahabatnya itu sangat dalam sehingga ia bisa menulis dengan begitu indah ...
Ah, sudah, makin lama saya nulis saya jadi makin iri .. hehehehe ...
Langganan:
Postingan (Atom)