Siang tadi benar-benar hujan. Dalam bulir yang besar. Deras. Lama. Menyenangkan mengetahui hujan kembali ke sini. Aku kira, ia sudah bosan untuk turun ke bumi, mengingat kini bumi sudah sangat rusak, juga -mungkin terlihat jelek dari atas sana. Aku lupa, kalau hujan juga berasal dari bumi.
Siang tadi benar-benar hujan. Menyenangkan rasanya menghirup petrichor yang sudah lama tak tercium. Hampir-hampir lupa betapa menenangkannya petrichor itu. Menyenangkan rasanya melihat mendung di langit-langit bumi; ia menandakan bahwa hujan tidak hanya sekali akan turun. Meski mendung belum tentu hujan. Dan hujan dapat turun tanpa mendung.
Siang tadi benar-benar hujan.
Rindu ini sedikit terobati.
Allahumma shayyiban naafi'an.
------------------------------------------
Hari kemarin, usai hujan deras sesiangan.
Merindu hujan, merindu rumah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar