Minggu, 02 Januari 2011

Change yourself before you change the world!

“Sewaktu kecil, saya bercita-cita untuk menjadi seorang ilmuwan besar yang akan membangkitkan lagi masa-masa kejayaan Islam di mata dunia”

Ada yang pernah berpikir seperti saya saat masih kecil dulu? Eits… tapi jangan salah! Sampai saat ini juga saya masih berpikiran untuk memajukan Islam. Bukan hanya dalama bidang sains, tapi keseluruhan, kebudayaan. Peradaban.
Nantinya saya akan mengajak teman-teman saya semuslim dan seperjuangan untuk turut serta membantu niatan saya ini. Untuk tahap awal tidak usah terlalu muluklah…Mungkin, bisa dengan menemukan teknologi mutakhir untuk era tersebut, dengan si A sebagai desainernya, si B sebagai teknisi komputernya, si C sebagai ahli fisikanya, dsb. Atau bisa jadi malah menemukan obat kanker, dengan si D sebagai ahli farmasinya, si E sebagai ahli kedokterannya, si F sebagai ahli fisiologi manusia, dsb. Dan tentu saja di atas semua itu, saya akan jadi ketuanya!

Wow! Pemikiran yang hebat bukan? Tapi… kemudian saya berpikir. Kalau begiu, dengan pemikiran yang hebat itu, semestinya saya juga menjadi orang yang hebat. Saya tertegun dengan pemikiran yang muncul sesaat barusan. Sementara selama ini, bahkan untuk berangkat sekolah dan mengerjakan PR matematika saja saya masih enggan dan bermalas-malasan, akhirnya dikerjakan juga di sekolah. Untuk bergerak sedikit mengurus proposal kegiatan saja saya masih pakai mengeluh dan ujung-ujungnya menyerahkan pada yang lain. Untuk kumpul rapat ketika dipanggil secara dadakan saja saya masih ogah-ogahan, pakai ngata-ngatain yang manggil lagi! Padahal datang saja tidak…

Kalau begini ceritanya, jangan-jangan nanti waktu saya kebagian tugas menyusun rancangan “teknologi mutakhir” tersebut saya malah kabur dari tugas, atau ketika ada panggila rapat untuk pemeriksaan uji “obat kanker” nanti saya malah menulikan telinga dan kembali tidur, pura-pura tidak dengar.
Saya terdiam. Tapi memang itu ‘kan yang jadi problem orang-orang sekarang? Pikirannya saja yang melambung tinggi sampai nun jauh di sana, omongonnya saja yang besar sekali (bahkan gajah saja kalah!), namun sikap, perilaku, emosi dan sebagainya itu tidak mencerminkan apa yang menjadi omongan maupun pemikirannya.
Kesannya seperti orang yang ingin mendapatkan kekayaan, tetapi dia tidak berusaha untuk mencari kerja untuk mendapatkan uang misalnya, atau paling tidak berusaha bertanya kemana ia harus mencari kerja. Memangnya kekayaan tahu kalau ‘si dia’ itu butuh kekayaan sehingga dengan serta merta mendatanginya.

Saya jadi ingat, bulan lalu saya baru saja menyelesaikan membaca komik Eyeshield 21. Ada yang pernah baca? Ceritanya tentang seorang atlet American Football yang berbadan kecil dan ringkih. Ia bahkan seringkali menjadi bahan penindasan bagi teman-temannya yang badannya lebih besar darinya. Yang mau saya ceritakan di sini adalah bagaimana si tokoh utama, Sena Kobayakawa, si kecil berbadan lemah itu beruasaha sekuat tenaga untuk membuktikan bahwa dirinya bisa menjadi atlet aAmerican Football yang hebat. Sena dan timnya bahkan samapi mengikuti latihan yang bagai neraka-death march-dengan berjalan sejauh 2000 km sambil menendang batu. Nah…di akhir cerita, Sena yang selalu bangkit dan bangkit lagi setiap kali ‘terjatuh’ itu mendapatkan gelar MVP (Most Valuable Player) di turnamen American Football tingkat SMA se-Jepang. Ia berhasil membuktikan bahwa dengan tubuh sekecil itu ia bisa menjadi atlet Amrican Football yang hebat serta memotivasi atlet yang lainnya untuk meningkatkan kemampuannya.

Di cerita ini yang saya mau tekankan adalah bahwa kita bisa kok mendapatkan apa yang kita inginkan. Kita bisa kok mewujudkan pikiran-pikiran kita yang kata orang mustahil itu. Kita bisa kok bahwa omongan kita itu nggak hanya sekadar omongan dan bisa dipercaya. Yah…tentunya dengan usaha dan do’a, kita bisa mewujudkan semua it. Dan kunci utamanya adalah diri kita. Bagaimana kita menghadapi setiap masalah yang dating adalah salah satu factor kebrhasilan kita ke depannya. Apakah diri kita akan selalu siap bangkit ketika ‘terjatuh’ seperti Sena Kobaykawa, ataukah ketika ‘jatuh’ kita akan tetap dalam posisi jatuh tersebut, atau malah ketika ‘jatuh’ kita malah akan terus terperosok jauh ke dalam.

Semuanya tergantung pada diri kita. Selama kita selalu optimis, positive thinking, ulet, nggak gampang menyerah kita bisa mewujudkan cita-cita kita yang bahkan kata orang mustahil.

Maka, ayo buat diri kita menjadi lebih baik dan buat dunia menjadi lebih baik.

Change yourself before you change the world!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar