Selasa, 16 Juni 2015

Sudah biasa kan?

*percakapan minggu lalu dengan seorang mbak lepas spreading mentoring forsalamm ke calon maba 2015

Saya (S) : Tau nggak sih mbak, sebenarnya saya nggak suka spreading kayak gini, nggak suka harus bicara face to face sama orang yang belum saya kenal, makanya saya nggak suka disuruh spreading apapun, yang presma kampuslah, partai kampuslah, atau bahkan sampai presiden indonesia ...

Mbak (M) : Terus kenapa dilakuin?

S : Buat dakwah kan mbak?

M : Nah, yaudah, emang ada yang suka dakwah? Berat, menyita waktu, butuh pengorbanan besar?

S : ya ... nggak sih, banyak yang nggak suka

M : Ya, dari dulu gitu. Berarti udah biasa kan melakukan hal yang nggak disukain?

S : ya ... iya sih ...

***

*percakapan barusan sama Bapak

Bapak (B) : Gimana itu, katanya kamu daftar pesantren? Jadi udah ada pengumumannya?

Saya (S) : Oh iya pak, jadi, kemaren daftar kan pesantrennya pesantren ekonomi gitu pak ....(menjelaskan panjang lebar dan seterusnya), terus, pas aku tanya sama mbak-mbak yang ngurusin, katanya aku kemungkin diterima besar pak

B : Oh yaudah, masuk aja. Coba ditabayyunkan dulu, bener atau nggak. Kalo bener, ambil aja.

S : Iya tapi ... ekonomi pak? Bisnis pula ...

B : Ya itu penting sih dek buat pengetahuan, menimba ilmu tuh jangan cuma satu jenis, jadi kita punya tsaqfah ilmu yang luas. Ya tapi terserah kamunya sih, kamunya kuat atau nggak ...

S : Kuat nggak ya pak? tapi toh selama ini juga, bilang nggak kuat di assalaam, tapi bertahan sampai tiga tahun. Bilang nggak suka di FK tapi bertahan sampai sekarang ...

B : Nah, yaudah to? Berarti udah biasa kan?

***

Sudah biasa. Baru sadar bahwa ternyata diri ini sudah cukup sering menceburkan diri ke arah hal-hal yang tidak disukai. Entah bermaksud untuk patuh pada Penciptanya, atau hanya untuk sekadar menantang diri sendiri ...

Mungkin, yang tersisa tinggal meluruskan niat saja, agar apa yang dilakukan tidak hanya menjadi amal yang sia-sia ... Lillah, Lillah ... karena katanya, yang berat untuk dijalani pun, jika sudah ditujukan pada Allah, maka di sana bisa pula disebut sebagai ikhlas ...

***

*di tengah-tengah kebosanan saat belajar untuk make up test blok 3.3*
Lillah, karena jika semua sudah ditujukan untuk Allah, harusnya tidak ada kata kecewa ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar