Minggu, 20 Desember 2015

Hari ke 5 : Teknologi dan Martabat Manusia

Hari ini (lagi-lagi) saya belajar bahwa perkembangan teknologi memang semenyeramkan itu. Mungkin bisa dibilang bahwa perkembangan teknologi adalah pedang bermata dua. Jika tidak digunakan dengan bijak dan pada kadar tertentu, ia bisa berbalik menjadi ‘tuan’ bagi manusia (mengingat kuliah hari kemarin tentang etika yang disampaikan oleh Doktor Kusmaryanto). Ia bisa meninggikan martabat manusia –yang menciptakannya; tapi bukannya tidak mungkin juga bisa merendahkan martabat manusia.

Mungkin dari cerita-ceritanya kak Sandeep kita cukup dapat banyak contoh where the technologies can dehumanize us. Tentang bagaimana orang-orang gelandangan ini digusur dari jalanan-jalanan, dan menerima obat begitu saja –seolah-olah memang itu yang mereka butuhkan (medicine is also technology). Meskipun kenyataannya mungkin mereka lebih membutuhkan care ketimbang teknologi. Tapi kita juga cukup tahu tentang bagaimana teknologi bisa membawa manusia pada peningkatan quality of life nya; seperti kuliah tentang nanoteknologi, plastic surgeary, skin anti aging, dan lain sebagainya itu.

Berarti hari ini saya belajar, bahwa ada dua opsi dalam menggunakan atau memandang kemajuan teknologi. Dan kita tidak bisa hanya memandang kemajuan teknologi ini dari opsi yang diuntungkan saja –karena ternyata ada juga manusia-manusia yang tersingkirkan dan ‘terlabeli’ dengan adanya kemajuan teknologi. Jangan sampai manusia –yang katanya adalah sebaik-baik makhluk; justru direndahkan martabatnya dengan teknologi yang diciptakannya sendiri. 

11 Desember 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar