Hari ini (lagi-lagi) saya belajar bahwa perkembangan teknologi memang
semenyeramkan itu. Mungkin bisa dibilang bahwa perkembangan teknologi
adalah pedang bermata dua. Jika tidak digunakan dengan bijak dan pada
kadar tertentu, ia bisa berbalik menjadi ‘tuan’ bagi manusia (mengingat
kuliah hari kemarin tentang etika yang disampaikan oleh Doktor
Kusmaryanto). Ia bisa meninggikan martabat manusia –yang menciptakannya;
tapi bukannya tidak mungkin juga bisa merendahkan martabat manusia.
Mungkin dari cerita-ceritanya kak Sandeep kita cukup dapat banyak
contoh where the technologies can dehumanize us. Tentang bagaimana
orang-orang gelandangan ini digusur dari jalanan-jalanan, dan menerima
obat begitu saja –seolah-olah memang itu yang mereka butuhkan (medicine
is also technology). Meskipun kenyataannya mungkin mereka lebih
membutuhkan care ketimbang teknologi. Tapi kita juga cukup tahu tentang
bagaimana teknologi bisa membawa manusia pada peningkatan quality of
life nya; seperti kuliah tentang nanoteknologi, plastic surgeary, skin
anti aging, dan lain sebagainya itu.
Berarti hari ini saya belajar, bahwa ada dua opsi dalam menggunakan
atau memandang kemajuan teknologi. Dan kita tidak bisa hanya memandang
kemajuan teknologi ini dari opsi yang diuntungkan saja –karena ternyata
ada juga manusia-manusia yang tersingkirkan dan ‘terlabeli’ dengan
adanya kemajuan teknologi. Jangan sampai manusia –yang katanya adalah
sebaik-baik makhluk; justru direndahkan martabatnya dengan teknologi
yang diciptakannya sendiri.
11 Desember 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar