Yogyakarta menghadapi hujan besar selama sepuluh
hari berturut-turut dengan intensitas yang bervariasi. Curah hujan tertinggi
terjadi di daerah Boyolali dan Sleman. Pada hari ke-7, lahar dingin turun dari
Gunung Merapi mengancam penduduk sepanjang kali Code dan Gajahwong. Level air
di daerah Code dan Gajahwong naik hingga 3-5 meter, dengan aliran deras yang
bercampur material vulkanik seperti abu vulkanik, batu-batuan, dan lumpur.
Tim 11 adalah tim bantuan bencana yang dikirim oleh
Fakultas Kedokteran UGM ke daerah banjir Kali Code. Tim ini beranggotakan 10
orang dengan rincian : 2 orang dokter umum, 2 orang dokter spesialis anesthesi,
1 orang dokter spesialis bedah, 3 orang perawat, 1 orang ahli gizi, dan 1 orang
psikolog. Tim 11 berada di lokasi banjir selama 7 hari. Hari pertama Tim 11
tiba dan langsung melkaukan koordinasi dengan dinas kesehatan setempat dan
relawan lain untuk pembagian lokasi kerja dan penanganan. Hari kedua Tim 11
menuju lokasi yang telah ditunjuk, mendirikan tenda pos pelayanan kesehatan,
dan memberikan pelayanan kesehatan gawat darurat bagi korban dan pengungsi.
Hari ketiga dan keempat Tim 11 selain melakukan pelayanan kesehatan, juga turut
menyisir dari ujung ke ujung Kali Code untuk mencari korban yang masih terjebak
banjir. Hari kelima Tim 11 menyisir lokasi yang masih terisolir. Hari keenam,
Tim 11 melakukan promosi kesehatan di pos pelayanan kesehatan, termasuk promosi
kesehatan tentang mencuci tangan dan kebersihan lingkungan. Di hari ketujuh,
Tim 11 melakukan evaluasi internal dan evaluasi bersama dengan dinkes setempat;
serta persiapan untuk kembali ke rumah masing-masing.
Dalam proses pengiriman Tim 11 sebagai tim bantuan
bencana terdapat beberapa kendala yang dihadapi, seperti cuaca yang tidak
mendukung karena hujan deras, yang berimbas pada gangguan komunikasi jarak jauh
akibat sinyal yang terganggu, serta kurang lancarnya komunikasi dan koordinasi
dengan relawan lain di awal kedatangan tim. Namun, secara umum kegiatan
operasional seperti memberikan pelayanan kesehatan dan pertolongan pertma bagi
korban dan pengungsi dapat berjalan lancar. Demikian laporan ini dibuat sebagai
dokumentasi tim manajemen bencana FK UGM dan agar dapat menjadi evaluasi dan
refleksi bagi tim bantuan bencana berikutnya.
Note :
Ini praktikum di blok lalu tentang disaster management. Sebenarnya udah pengen ngupload tulisan ini ke blog beberapa minggu lalu, tapi baru kesampaian hari ini *ada yang sok sibuk, haha*
Jadi ceritanya, tulisan di atas adalah report yang ditulis oleh saya sebagai tim leader
dari sebuah tim bantuan bencana yang dikirim FK UGM ke Kali Code yang sedang mengalami musibah banjir. Sebenarnya praktikumnya nggak benar-benar turun ke lapangan; tapi 'on the table' alias simulasi kasus dengan imajinasi. Jadi, ada skenario kasus, terus ada blanko logistik yang harus kami -satu kelompok praktikum ini-isi. Report yang dikumpulkan terdiri atas tiga hal : blanko logistik yang sudah lengkap, rencana tindakan medis lapangan, sama report yang saya tulis di atas ini.
dari sebuah tim bantuan bencana yang dikirim FK UGM ke Kali Code yang sedang mengalami musibah banjir. Sebenarnya praktikumnya nggak benar-benar turun ke lapangan; tapi 'on the table' alias simulasi kasus dengan imajinasi. Jadi, ada skenario kasus, terus ada blanko logistik yang harus kami -satu kelompok praktikum ini-isi. Report yang dikumpulkan terdiri atas tiga hal : blanko logistik yang sudah lengkap, rencana tindakan medis lapangan, sama report yang saya tulis di atas ini.
Nah, bagian terseru adalah ketika kami harus melengkapi balnko logistik yang terdiiri atas tiga blanko : blanko logistik persola, blanko logistik tim, dan blanko logistik operasional. Hari itu, kami mendiskusikan akan membawa berapa baju, berapa celana, bawa alat mandi apa aja, bawa jas hujan atau bawa payung, bawa senter atau bawa lampu emergency, bawa perahu karet atau nggak, bawa tenda berapa banyak, bawa stetoskop pribadi atau kelompok, bawa tensimeter berapa banyak, kita mau bawa bawa obat apa aja. Waktu itu, kita diskusi mau bawa apa aja udah serasa kita mau turun ke lapangan beneran, seru banget deh. Kita berantem mau bawa telor asin atau telor bebek atau telor ayam buat logistik makanan, meski ujung-ujungnya yang ditulis di blanko kita bwa nasi bungkus. Kita berantem perlu bawa truk atau nggak, dan ujung-ujungnya ditulis kita motoran ke kali code, haha ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar